Belajar Ternak Pada Nabi Musa

 Allah SWT berfirman dalam QS 20 : 17-18

وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى 

"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa? "

قَالَ هِيَ عَصَايَۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى 

Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."

Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi orang yang beriman. Dalam Al-Qur'an juga ada petunjuk dalam beternak. Salah satunya adalah ayat di atas. Musa menggembala kambing, dengan tongkatnya Nabi Musa merontokkan daun daun untuk kambingnya. Bukankah ketika digembalakan kambing sudah tercukupi kebutuhan rumputnya? Nah inilah pelajaran pentingnya. Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari ayat ini.

1. Daun daunan yang tidak dapat dijangkau oleh kambing biasanya memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dari rumput. Daun daunan lebih mudah dicerna, memiliki serat kasar lebih rendah, TDN yang lebih tinggi dari rumput.

2. Dengan dirontokkan dengan tongkat tentu lebih memudahkan kambing memakannya. Kambing menjadi lebih kenyang. 

3. Menggembala adalah cara yang mudah dan paling efisien dalam memelihara ternak. Maka didaerah yang masih memungkinkan untuk menggembala, menggembala ternak adalah cara terbaik untuk memelihara budidaya ternak.

4. Kepedulian, kasih sayang terhadap hewan. Ayat ini mengajarkan pada kita betapa peduli dan kasih sayangnya nabi Musa terhadap kambingnya. Kecukupan makanan, kandungan gizi dan kemudahan kambingnya makan menjadi perhatian Nabi Musa. Tidak ada kambing yang minta dirontokkan daun daun. Tanpa diminta sebagai seorang penggembala kambing tahu dan memahami kebutuhan kambingnya.

5. Tanggung jawab terhadap ternak kambing yang digembalakan. Kambing tidak dibiarkan saja mencari makan sendiri seenaknya dan sedapatnya. Tapi penggembala bertanggung jawab atas kecukupan jumlah makanan dan kualitas nutrisi makanan kambingnya.

6. Pelajaran kepemimpinan dari penggembala kambing. Seorang pemimpin harus memiliki kepekaan, kepedulian, kasih sayang dan tanggung jawab terhadap amanah rakyatnya. Baik diminta atau tidak pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap kebutuhan rakyatnya. Berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Memiliki kasih sayang kepada rakyatnya yang bukan saudaranya. Berusaha bertanggung jawab atas amanah kepemimpinan yang di embannya. Kambing saja disayangi apalagi kamu😍

7. Dengan Kuasa Allah tongkat yang biasa yang digunakan untuk bertumpu dan merontokkan daun daun untuk makanan kambing bisa menjadi ular besar yang memakan ular ular hasil tipu daya tukang/ahli sihir atas Izin Allah. Dengan itu pula tukang sihir mendapatkan hidayah dan beriman. Dengan tongkat itu pula menjadi sebab terbelahnya lautan atas izin dan kuasa Allah. Dengan itu pula ditenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya serta diselamatkan Nabi Musa dan kaumnya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu 

Belajar Dari Negeri Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur, Negeri Saba

 Negeri yang makmur, diberkahi menjadi idaman bagi setiap orang untuk tinggal didalamnya. Keamanan, kenyamanan, kecukupan makanan, keindahan yang ada dalam Negeri yang diberkahi menjadi kenikmatan dari Allah yang selalu harus disyukuri. Itulah yang akan kita pelajari dan tadabburi dari kisah Negeri Saba' yang diberkahi yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Kisah Negeri Saba' adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat meningkatkan keimanan kita yang banyak terdapat ibroh, pelajaran dan petunjuk bagi kita. 

Allah SWT berfirman dalam QS 34 : 15

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ  ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ  ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ

Terjemah Kemenag RI: 

Sungguh, bagi kaum Saba' ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."

Sumber: https://elevendream.com/quran

Allah berfirman bahwa ada tanda-tanda kebesaran Allah dari Negeri Saba' yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan kirinya. Ketika kita tadabburi ayat ini sungguh luar biasa negeri yang ada kebun dikiri dan kanannya yang bisa dimakan karena ayat setelahnya adalah perintah "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. Di Negara maju termasuk di negara kita belum ada yang seperti ini, mungkin masih ada kebun dan tanaman di kiri dan kanannya tapi tidak semua bisa dimakan. Maka pantas jika negeri Saba' menjadi tanda tanda kebesaran Allah, sesuatu yang luar biasa mukjizat. Di Saba' memetik buah cukup membawa wadah diatas kepala dan berjalan dibawah pohon buah dan buah berjatuhan sendiri hingga penuh. Ketika orang berkutu masuk dalam Negeri saba maka akan rontok kutu kutunya. 

Sudah seharusnya negeri Saba kita jadikan contoh teladan pengelolaan negeri untuk membuat kebun kebun yang lebat dan produktif. Sehingga negeri kita makmur masyarakatnya tercukupi kebutuhannya terutama kebutuhan makanannya, masyarakat sejahtera. Masyarakat juga harus bersyukur atas semua rahmat yang telah Allah curahkan kepada kita.

 

Mengingkari nikmat Allah bahkan kafir kepada Allah menjadi bencana bagi masyarakat suatu negeri sebagaimana Negeri Saba yang tidak beryukur atas nikmat Allah yang tercurah kepada mereka bahkan mereka kafir kepada Allah. Maka Allah mendatangkan azab pada Negeri Saba' dengan jebolnya bendungan sehingga menjadi banjir bandang yang melanda Negeri Saba. Akibat banjir bandang tersebut Negeri Saba' yang sebelumnya subur makmur menjadi gersang, hanya ditumbuhi tanaman berduri dan pahit rasanya seperti cemara dan seperti bidara. yang akhirnya tidak layak dan nyaman di tinggali. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Negeri Saba'