Benarkah Imunisasi Lumpuhkan Generasi?

Oleh: Dr. Piprim B Yanuarso Sp. A(K) - 06/06/12 | 11:30 | 16 Rajab 1433 H

Pendahuluan

Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com - Akhir-akhir ini kita sering mendengar atau melihat seminar dengan judul yang membuat mata seorang dokter terbelalak. “Imunisasi lumpuhkan generasi” atau “Wahai para orangtua bekali dirimu dengan pengetahuan tentang bahaya imunisasi”. Sebagai seorang dokter saya lalu merenung, bila benar apa yang mereka serukan itu, betapa besar dosa saya sebagai dokter anak yang sering mengimunisasi bayi dan anak yang datang ke tempat praktek. Betapa jahatnya saya sebagai manusia karena telah mengimunisasi begitu banyak bayi dan anak selama ini, bahkan sejak saya masih sebagai dokter umum di puskesmas dahulu. Lalu saya merenung dan mencoba meneliti kembali permasalahan ini. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar? Dalam kontroversi yang memuat perbedaan 180 derajat ini, tidak mungkin kedua-duanya salah atau benar. Pasti salah satu benar dan yang lain salah. Dan saya khawatir bila selama ini sayalah yang bersalah itu. Saya sungguh khawatir jangan-jangan saya telah melumpuhkan begitu banyak generasi muda. Jangan-jangan saya telah melakukan dosa kemanusiaan yang sangat besar. Galau habis-habisan.

Rasa galau itu membuat saya membuka-buka literatur dan data yang ada tentang permasalahan imunisasi. Saya mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan seruan yang menentang keras imunisasi. Suatu pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan yang selama ini saya pelajari bahwa imunisasi itu suatu tindakan preventif yang amat bermanfaat buat kemanusiaan. Di lain pihak kegalauan saya juga semakin menjadi bila mengingat andai seruan tersebut kemudian menyebar ke masyarakat luas lalu apa yang akan terjadi dengan bayi-bayi mungil tak berdosa itu di kemudian hari? Mungkinkah penyakit-penyakit berat yang dapat dicegah dengan imunisasi akan bangkit kembali dari kuburnya gara-gara seruan itu? Masalah ini justru menimbulkan kegalauan lebih dalam bagi saya.

Apakah Sebenarnya Imunisasi Itu?

Sebelum melangkah lebih jauh mari kita bahas sekilas apakah yang dimaksud dengan imunisasi. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan pada penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan pasif disebut imunisasi pasif, dengan cara memberikan antibodi atau faktor kekebalan kepada seseorang yang membutuhkan. Contohnya adalah pemberian imunoglobulin spesifik untuk penyakit tertentu, misalnya imunoglobulin antitetanus untuk penyakit tetanus. Contoh lain adalah kekebalan pasif alamiah antibodi yang diperoleh janin dari ibu. Kekebalan jenis ini tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh.

Kekebalan aktif dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen secara alamiah atau melalui imunisasi. Imunisasi yang diberikan untuk memperoleh kekebalan aktif disebut imunisasi aktif dengan memberikan zat bioaktif yang disebut vaksin, dan tindakan itu disebut vaksinasi. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi berlangsung lebih lama dari kekebalan pasif karena adanya memori imunologis, walaupun tidak sebaik kekebalan aktif yang terjadi karena infeksi alamiah. Untuk memperoleh kekebalan aktif dan memori imunologis yang efektif maka vaksinasi harus mengikuti cara pemakaian dan jadwal yang telah ditentukan melalui bukti uji klinis yang telah dilakukan.

Tujuan imunisasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tersebut pada sekelompok masyarakat (populasi), atau bahkan menghilangkannya dari dunia seperti kita lihat pada keberhasilan imunisasi cacar variola. Keadaan terakhir ini lebih mungkin terjadi pada jenis penyakit yang hanya dapat ditularkan melalui manusia, seperti penyakit difteri dan poliomielitis. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan seumur hidup dan akan menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari. Sampai saat ini terdapat 19 jenis vaksin untuk melindungi 23 PD3I di seluruh dunia dan masih banyak lagi vaksin yang sedang dalam penelitian.

Adakah Bukti Bahwa Imunisasi Bermanfaat?

Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah adakah manfaat imunisasi? Ataukah imunisasi hanya bikin mudharat (keburukan) buat kemanusiaan? Untuk menjawab pertanyaan ini saya kemudian menelaah berbagai data status kesehatan masyarakat sebelum dan sesudah ditemukannya imunisasi di berbagai negara. Namun saya ingin menampilkan data dari negara maju seperti Amerika Serikat, karena kelompok antiimunisasi selalu menuduh bahwa imunisasi adalah sebuah proyek konspirasi dari negara ini untuk melumpuhkan generasi muda di seluruh dunia.

Sebelum adanya vaksin polio, terdapat 13.000 – 20.000 (16.316) kasus lumpuh layuh akut akibat polio dilaporkan setiap tahun di AS meninggalkan ribuan korban penderita cacat karena polio yang mesti menggunakan tongkat penyangga atau kursi roda. Saat ini AS dinyatakan bebas kasus polio. Angka penurunan mencapai 100%.

Sebelum adanya imunisasi campak, 503.282 kasus campak terjadi setiap tahun dan 20% di antaranya dirawat dengan jumlah kematian mencapai 450 orang per tahun akibat pneumonia campak. Setelah ada imunisasi campak kasus menurun hingga 55 kasus per tahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.

Sebelum ditemukan imunisasi difteri terjadi 175.885 kasus difteri per tahun dengan angka kematian mencapai 15.520 kasus. Setelah imunisasi ditemukan tahun 2001 jumlahnya menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2006 tidak ada lagi laporan kasus difteri. Angka penurunan mencapai 100%

Sebelum tahun 1940an terdapat 150.000-260.000 kasus pertussis setiap tahun dengan angka kematian mencapai 9000 kasus setahun. Setelah imunisasi pertussis ditemukan angka kematian menurun menjadi 30 kasus setahun. Namun dengan seruan antiimunisasi yang marak di AS terjadi lagi peningkatan kasus secara signifikan di beberapa negara bagian. Pada 8 negara bagian terjadi peningkatan kasus 10-100 kali lipat pada saat cakupan imunisasi pertussis menurun drastis.

Sebelum vaksin HiB ditemukan, HiB merupakan penyebab tersering meningitis bakteri (radang selaput otak) di AS, dengan 20.000 kasus per tahun. Meningitis HiB menyebabkan kematian 600 anak per tahun dan meninggalkan kecacatan berupa tuli, kejang, dan retardasi mental pada anak yang selamat. Pada tahun 2006 kasus meningitis HIB menurun menjadi 29 kasus. Angka penurunan 99.9%.

Hampir 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Rubella saat hamil trimester pertama akan mengalami sindrom Rubella kongenital, berupa penyakit jantung bawaan, katarak kongenital, dan ketulian. Pada tahun 1964 sekitar 20.000 bayi lahir dengan sindrom Rubella kongenital ini, mengakibatkan 2100 kematian neonatal dan 11.250 abortus. Setelah adanya imunisasi hanya dilaporkan 6 kasus sindrom Rubella kongenital pada tahun 2000. Kasus Rubella secara umum menurun dari 47.745 kasus menjadi hanya 11 kasus per tahun pada tahun 2006. Angka penurunan 99.9%.

Hampir 2 milyar orang telah terinfeksi hepatitis B suatu saat dalam hidupnya. Sejuta di antaranya meninggal setiap tahun karena penyakit sirosis hati dan kanker hati. Sekitar 25% anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat diperkirakan akan meninggal karena penyakit hati pada saat dewasa. Terjadi penurunan jumlah kasus baru dari 450.000 kasus pada tahun 1980 menjadi sekitar 80.000 kasus pada tahun 1999. Penurunan terbanyak terjadi pada anak dan remaja yang mendapat imunisasi rutin.

Di seluruh dunia penyakit tetanus menyebabkan kematian pada 300.000 neonatus dan 30.000 ibu melahirkan setiap tahunnya dan mereka tidak diimunisasi adekuat. Tetanus sangat infeksius namun tidak menular, sehingga tidak seperti PD3I yang lain, imunisasi pada anggota suatu komunitas tidak dapat melindungi orang lain yang tidak diimunisasi. Karena bakteri tetanus terdapat banyak di lingkungan kita, maka tetanus hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Bila program imunisasi tetanus distop, maka semua orang dari berbagai usia akan rentan menderita penyakit ini.

Sekitar 212.000 kasus mumps (gondongan) terjadi di AS pada tahun 1964. Setelah ditemukannya vaksin mumps pada tahun 1967 insidens penyakit ini menurun menjadi hanya 266 kasus pada tahun 2001. Namun pada tahun 2006 terjadi KLB di kalangan mahasiswa, sebagian besar di antara mereka menerima 2 kali vaksinasi. Terjadi lebih dari 5500 kasus pada 15 negara bagian. Mumps merupakan penyakit yang sangat menular dan hanya butuh beberapa orang saja yang tidak diimunisasi untuk memulai transmisi penyakit sebelum menyebar luas.

Sebelum vaksin pneumokokus ditemukan, pneumokokus menyebabkan 63.000 kasus invassive pneumococcal disease (IPD) dengan 6100 kematian di AS setiap tahun. Banyak anak yang menderita gejala sisa berupa ketulian dan kejang-kejang.

Dari data di atas para ahli menyimpulkan bahwa imunisasi adalah salah satu di antara program kesehatan masyarakat yang paling sukses dan cost-effective. Program imunisasi telah menyebabkan eradikasi penyakit cacar (variola, smallpox), eliminasi campak dan poliomielitis di berbagai belahan dunia. Dan penurunan signifikan pada morbiditas dan mortalitas akibat penyakit difteri, tetanus, dan pertussis. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan 2 juta kematian anak dapat dicegah dengan imunisasi. Katz (1999) bahkan menyatakan bahwa imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan yang terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan di dunia ini.

Kesalahpahaman Tentang Imunisasi

Meskipun imunisasi telah terbukti banyak manfaatnya dalam mencegah wabah dan PD3I di berbagai belahan dunia, namun masih terdapat sebagian orang yang memiliki miskonsepsi terhadap imunisasi. Secara umum berikut ini adalah beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat:

Kesalahpahaman 1: Penyakit-penyakit tersebut (PD3I) sebenarnya sudah mulai menghilang sebelum vaksin ditemukan karena meningkatnya higiene dan sanitasi.

Pernyataan sejenis ini dan variasinya sangat banyak dijumpai pada literatur antivaksin. Namun bila melihat insidens aktual PD3I sebelum dan sesudah ditemukannya vaksin kita tidak lagi meragukan manfaat vaksinasi. Sebagai contoh kita lihat kasus meningitis HiB di Canada. Higiene dan sanitasi sudah dalam keadaan baik sejak tahun 1990, namun kejadian meningitis HiB sebelum program imunisasi dilaksanakan mencapai 2000 kasus per tahun dan setelah imunisasi rutin dijalankan menurun menjadi 52 kasus saja dan mayoritas terjadi pada bayi dan anak yang tidak diimunisasi.
Contoh lain adalah pada 3 negara maju (Inggris, Swedia, dan Jepang) yang menghentikan program imunisasi pertussis karena ketakutan terhadap efek samping vaksin pertussis. Di Inggris tahun 1974 cakupan imunisasi menurun drastis dan diikuti dengan terjadinya wabah pertussis pada tahun 1978, ada 100.000 kasus pertussis dengan 36 kematian. Di Jepang pada kurun waktu yang sama cakupan imunisasi pertussis menurun dari 70% menjadi 20-40% hal ini menyebabkan lonjakan kasus pertussis dari 393 kasus dengan 0 kematian menjadi 13.000 kasus dengan 41 kematian karena pertussis pada tahun 1979. Di Swedia pun sama, dari 700 kasus pada tahun 1981 meningkat menjadi 3200 kasus pada tahun 1985. Pengalaman tersebut jelas membuktikan bahwa tanpa imunisasi bukan saja penyakit tidak akan menghilang namun juga akan hadir kembali saat program imunisasi dihentikan.

Kesalahpahaman 2: Mayoritas anak yang terkena penyakit justru yang sudah diimunisasi.

Pernyataan ini juga sering dijumpai pada literatur antivaksin. Memang dalam suatu kejadian luar biasa (KLB) jumlah anak yang sakit dan pernah diimunisasi lebih banyak daripada anak yang sakit dan belum diimunisasi.
Penjelasan masalah tersebut sebagai berikut: pertama tidak ada vaksin yang 100% efektif. Efektivitas sebagian besar vaksin pada anak adalah sebesar 85-95%, tergantung respons individu.
Kedua: proporsi anak yang diimunisasi lebih banyak daripada anak yang tidak diimunisasi di negara yang menjalankan program imunisasi. Bagaimana kedua faktor tersebut berinteraksi diilustrasikan dalam contoh berikut. Suatu sekolah mempunyai 1000 murid. Semua murid pernah diimunisasi campak 2 kali kecuali 25 yang tidak pernah sama sekali. Ketika semua murid terpapar campak, 25 murid yang belum diimunisasi semuanya menderita campak. Dari kelompok yang telah diimunisasi campak 2 kali, sakit 50 orang. Jumlah seluruh yang sakit 75 orang dan yang tidak sakit 925 orang. Kelompok antiimunisasi akan mengatakan bahwa persentase murid yang sakit adalah 67 % (50/75) dari kelompok yang pernah imunisasi, dan 33% (25/75) dari kelompok yang tidak diimunisasi. Padahal bila dihitung dari efek proteksi, maka imunisasi memberikan efek proteksi sebesar (975-25)/975 = 94.8%. Yang tidak diimunisasi efek proteksi sebesar 0/25= 0%. Dengan kata lain, 100% murid yang tidak mendapat imunisasi akan sakit campak; dibanding hanya 5,2% dari kelompok yang diimunisasi yang terkena campak. Jelas bahwa imunisasi berguna untuk melindungi anak.

Kesalahpahaman 3: Vaksin menimbulkan efek samping yang berbahaya, kesakitan, dan bahkan kematian.

Vaksin merupakan produk yang sangat aman. Hampir semua efek simpang vaksin bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri pada bekas suntikan atau demam ringan. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) secara definitif mencakup semua kejadian sakit pasca imunisasi. Prevalensi dan jenis sakit yang tercantum dalam KIPI hampir sama dengan prevalensi dan jenis sakit dalam keadaan sehari-hari tanpa adanya program imunisasi. Hanya sebagian kecil yang memang berkaitan dengan vaksin atau imunisasinya, sebagian besar bersifat koinsidens. Kematian yang disebabkan oleh vaksin sangat sedikit. Sebagai ilustrasi semua kematian yang dilaporkan di Amerika sebagai KIPI pada tahun 1990-1992, hanya 1 yang mungkin berhubungan dengan vaksin. Institut of Medicine (IOM) tahun 1994 menyatakan bahwa resiko kematian akibat vaksin adalah amat rendah (extra-ordinarily low).
Besarnya resiko harus dibandingkan dengan besarnya manfaat vaksin. Bila satu efek simpang berat terjadi dalam sejuta dosis vaksin namun tidak ada manfaat vaksin, maka vaksin tersebut tidak berguna. Manfaat imunisasi akan lebih jelas bila resiko penyakit dibandingkan dengan resiko vaksin.
Contoh vaksin MMR (melindungi campak, mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman)
Pneumonia campak: resiko kematian 1:3000, resiko vaksin MMR alergi berat 1:1000.000
Ensefalitis mumps: 1 : 300 pasien mumps. Resiko vaksin MMR ensefalitis 1:1000.000
Sindrom rubella kongenital : 1 : 4 bayi dari ibu hamil kena rubella
Contoh vaksin DPaT (melindungi difteri, pertussis, dan tetanus)
Difteri: Resiko kematian 1 : 20. Resiko vaksin DPaT menangis lama sementara 1 : 100
Tetanus: Resiko kematian 1 : 30. Resiko vaksin DPaT kejang sembuh sempurna 1 : 1750
Pertussis: Resiko ensefalitis pertussis 1 : 20. Resiko vaksin DPaT ensefalitis 1 : 1000.000

Kesalahpahaman 4: Penyakit penyakit tersebut (PD3I) telah tidak ada di negara kita sehingga anak tidak perlu diimunisasi

Angka kejadian beberapa penyakit yang termasuk PD3I memang telah menurun drastis. Namun kejadian penyakit tersebut masih cukup tinggi di negara lain. Siapa pun termasuk wisatawan dapat membawa penyakit tersebut secara tidak sengaja dan dapat menimbulkan wabah. Hal tersebut serupa dengan KLB polio di Indonesia pada tahun 2005 lalu. Sejak tahun 1995 tidak ada kasus polio yang disebabkan oleh virus polio liar. Pada bulan April 2005, Laboratorium Bioofarma di Bandung mengkonfirmasi adanya virus polio liar tipe 1 pada anak berusia 18 bulan yang menderita lumpuh layuh akut pada bulan Maret 2005. Anak tersebut tidak pernah diimunisasi sebelumnya. Virus polio itu selanjutnya menyebabkan wabah merebak ke 10 propinsi, 48 kabupaten. Sampai bulan April 2006 tercatat 349 kasus polio, termasuk 46 kasus VDVP (vaccine derived polio virus) di Madura. Dari analisis genetik virus diketahui bahwa virus berasal dari Afrika barat.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa virus sampai ke Indonesia melalui Nigeria dan Sudan sama seperti virus yang diisolasi di Arab Saudi dan Yaman. Dari pengalaman tersebut terbukti bahwa anak tetap harus mendapat imunisasi karena dua alasan. Alasan pertama adalah anak harus dilindungi. Meskipun resiko terkena penyakit adalah kecil, bila penyakit masih ada, anak yang tidak terproteksi tetap berpeluang terinfeksi. Alasan kedua imunisasi anak penting untuk melindungi anak lain di sekitarnya. Terdapat sejumlah anak yang tak dapat diimunisasi (misalnya karena alergi berat terhadap komponen vaksin) dan sebagian kecil anak yang tidak memberi respons terhadap imunisasi. Anak-anak tersebut rentan terhadap penyakit dan perlindungan yang diharapkan adalah dari orang-orang di sekitarnya yang tidak sakit dan tidak menularkan penyakit kepadanya.

Kesalahpahaman 5: Pemberian vaksin kombinasi (multipel) meningkatkan resiko efek simpang yang berbahaya dan dapat membebani sistem imun

Anak-anak terpapar pada banyak antigen setiap hari. Makanan dapat membawa bakteri yang baru ke dalam tubuh. Sistem imun juga akan terpapar oleh sejumlah bakteri hidup di mulut dan hidung. Infeksi saluran pernapasan bagian atas akan menambah paparan 4-10 antigen, sedangkan infeksi streptokokus pada tenggorokan memberi paparan 25-50 antigen. Tahun 1994 IOM menyatakan bahwa dalam keadaan normal penambahan jumlah antigen dalam vaksin tidak mungkin akan memberikan beban tambahan pada sistem imun dan tidak bersifat imunosupresif. Data penelitian menunjukkan bahwa imunisasi simultan dengan vaksin multipel tidak membebani sistem imun anak normal. Pada tahun 1999 Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), American Academy of Pediatrics (AAP), dan American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasi pemberian vaksin kombinasi untuk imunisasi anak. Keuntungan vaksin kombinasi adalah mengurangi jumlah suntikan, mengurangi biaya penyimpanan dan pemberian vaksin, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan memfasilitasi penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi.

Kesalahpahaman: Vaksin MMR menyebabkan autisme

Beberapa orangtua anak dengan autisme percaya bahwa terdapat hubungan sebab akibat antara vaksin MMR dengan autisme. Gejala khas autisme biasanya diamati oleh orangtua saat anak mulai tampak gejala keterlambatan bicara setelah usia lewat satu tahun. Vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (di luar negeri 12 bulan). Pada usia sekitar inilah biasanya gejala autisme menjadi lebih nyata. Meski pun ada juga kejadian autisme mengikuti imunisasi MMR pada beberapa kasus. Akan tetapi penjelasan yang paling logis dari kasus ini adalah koinsidens. Kejadian yang bersamaan waktu terjadinya namun tidak terdapat hubungan sebab akibat.

Kejadian autisme meningkat sejak 1979 yang disebabkan karena meningkatnya kepedulian dan kemampuan kita mendiagnosis penyakit ini, namun tidak ada lonjakan secara tidak proporsional sejak dikenalkannya vaksin MMR pada tahun 1988. Pada tahun 2000 AAP membuat pernyataan : “Meski kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dengan autisme mendapat perhatian luas dari masyarakat dan secara politis, serta banyak yang meyakini adanya hubungan tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya, namun bukti-bukti ilmiah yang ada tidak menyokong hipotesis bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme dan kelainan yang berhubungan dengannya.

Pemberian vaksin measles, mumps, dan rubella secara terpisah pada anak terbukti tidak lebih baik daripada pemberian gabungan menjadi vaksin MMR, bahkan akan menyebabkan keterlambatan atau luput tidak terimunisasi. Dokter anak mesti bekerja sama dengan para orangtua untuk memastikan bahwa anak mereka terlindungi saat usianya mencapai 2 tahun dari PD3I. Upaya ilmiah mesti terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari autisme. Lembaga lain yaitu CDC dan NIH juga membuat pernyataan yang mendukung AAP. Pada tahun 2004 IOM menganalisis semua penelitian yang melaporkan adanya hubungan antara vaksin MMR dengan autisme. Hasilnya adalah tidak satu pun penelitian itu yang tidak cacat secara metodologis. Kesimpulan IOM saat itu adalah tidak terbukti ada hubungan antara vaksin MMR dengan autisme.

Penutup

Setelah mengkaji berbagai literatur sebagaimana disebutkan di atas, maka secara berangsur kegalauan saya menghilang. Saya semakin yakin akan kebenaran teori ilmiah berbasis bukti yang sudah ditemukan para ahli. Bahkan beberapa waktu lalu ada sejawat saya Dr Julian Sunan, seorang dokter yang masih muda dan amat ganteng (menurut pengakuannya sendiri) telah menelaah bahwa ternyata tokoh-tokoh antivaksin yang sering dikutip kelompok antivaksin di Indonesia ternyata banyak yang fiktif. Mereka melakukan pemelintiran data dan pemutarbalikan fakta. Tak heran kalau yang sangat aman dianggap sangat berbahaya dan penyakit sangat berbahaya nan mematikan dianggap tidak apa apa dan mungkin malah diajak bersahabat karib oleh kelompok antiimunisasi.
Terima kasih.

Bahan bacaan
Ranuh IGNG, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB, Ismoedijanto, Soedjatmiko. Buku Pedoman Imunisasi di Indonesia, edisi ke-4. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta 2011.
Center for Disease Control http://www.cdc.gov
Gangarosa EJ, et al. Impact of anti-vaccine movements on pertussis control: the untold story. Lancet 1998;351:356-61.
Am. Acad. Ped. When Parents Refuse to Immunize Their Children. PEDIATRICS Vol. 115 No. 5 May 2005, pp. 1428-1431 (doi:10.1542/peds.2005-0316)
Diekema DS and the Committee on Bioethics. Responding to Parental Refusals of Immunization of Children. Pediatrics 2005;115:1428–1431
World Health Oranization: http://www.who.int/immunization_safety/aefi/immunization_misconceptions
http://www.quackwatch.com
Halsey NA and others. Measles-mumps-rubella vaccine and autistic spectrum disorder: Report from the New Challenges in Childhood Immunizations Conference Convened in Oak Brook, Illinois, June 12-13, 2000. Pediatrics 107(5):E84, 2001.
National Network for Immunization Information http://www.immunizationinfo.org/
The Red Book http://aapredbook.aappublications.org/
http://juliansunan.blogspot.com/ Bahaya imunisasi, telaah tahap 1 dan tahap 2

Tabel Kandungan Nutrisi Pakan Lengkap

Teman-teman peternak ini ada satu lagi tabel kandungan bahan pakan yang lengkap. silahkan langsung aja ke tkp. klik disini setelah itu klik go
Investasi kambing dan domba klik disini 

Download Tabel Kandungan Nutrisi Bahan Pakan

Teman-teman peternak dimana saja ini daftar tabel komposisi bahan pakan ternak. silahkan di download. Semoga bermanfaat.

Tabel Kandungan Nutrisi Dari Bahan Ransum Pakan klik disini
Buku Tabel-tabel dari komposisi bahan pakan untuk Indonesia klik disini
Tabel kandungan nutrisi bahan pakan dari limbah industri pertanian dan bahan pakan dari pertanian klik disini
Tabel kandungan nutrisi hijauan leguminosa klik disini
Investasi kambing dan domba klik disini

Jangan Ragu Makan Daging Kambing !

Sebentar lagi Idul Adha datang menjelang. Hari raya kurban. Hari dimana umat Muslim sedunia disyariatkan untuk berkurban, mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tentu saja bagi mereka yang mampu. Perintah kurban pertama kali menggunakan kambing. Dan dalam perkembangannya, hewan-hewan ternak yang lain boleh dijadikan hewan kurban, seperti sapi, kerbau atau pun kuda.
Di hari itu seluruh umat Muhammad bergembira. Mereka saling berbagi. Membagi kebahagiaan, berbagi daging kurban. Namun, ada mungkin sebagian dari kita ‘kurang bahagia’ ketika menerima daging hewan kurban tersebut. Terutama daging kambing. Kambing sering menjadi ‘kambing hitam’. Sudah memang kambing, ‘dikambinghitamkan lagi’. Kasihan sekali. J
Seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu. Ketika itu hari sudah siang, dan jam kantor sebentar lagi akan berakhir. Sementara menuggu waktu pulang, beberapa ibu-ibu sedang asyik ngobrol. Mereka membicarakan tentang masalah seputaran hari raya kurban.
Dari obrolan mereka saya menangkap bahwa, banyak efek negatif yang ditimbulkan oleh daging kambing, seperti bisa menyebabkan kulit menjadi gatal-gatal atau alergi. Bisa menyebabkan kadar kolesterol darah kita akan naik karena katanya daging kambing mengandung kadar kolesterol yang tinggi. Cuma, mereka tidak menyebutkan berapa kadar kolesterol daging kambing yang dibilang tinggi itu. Selain itu, daging kambing juga disangka menyebabkan tekanan darah menjadi naik (hypertensi). Dan masih banyak efek buruk yang lain jika kita mengkonsumsi daging kambing. Beda jika kita mengkonsumsi daging sapi. Daging sapi cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan daging kambing. Mungkin banyak dari kita punya pendapat yang sama dengan pendapat ibu-ibu itu.
Baik, mari kita renungkan sejenak. Dalam Islam, ada perintah menyembelih kambing. Yaitu pada saat Idul Adha atau Idul Qurban dan aqiqah. Ada apa dengan kambing? Kenapa kambing yang disyariatkan untuk dipotong? Apa istimewanya kambing yang konon katanya ‘jahat’ karena meningkatkan kolesterol itu?
Sudah pasti Allah tidak pernah mau mencelakakan makhlukNya Nabi Muhammad SAW tentu tidak pernah salah menerima dan menyampaikan wahyu. Kita sebagai umat Muhammad yang beriman, tentu akan selalu menuruti segala perihidupnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, salah satu makanan favorit Rasulullah adalah daging kambing (muda) dan sangat tidak suka akan jeroannya.
Dan jika kita jeli membaca sirah para anbiya, kebanyakan para Nabi dan Rasul adalah penggembala kambing. Binatang kambing sangat dekat dengan kehidupan mereka. Daging kambing dan susunya adalah makanan dan minuman favorit mereka.
‘Ala kulli hal, berikut saya coba ungkapkan fakta-fakta menarik seputar daging kambing secara ilmiah. Menurut Prof.Dr. Ir. Ali Khomsan (2007), seorang guru besar IPB dalam buku “Sehat Itu Mudah”, daging kambing ternyata memiliki kandungan kolesterol yang setara dengan daging sapi, ayam dan babi yaitu 70mg/ 100 gram bahan makanan. Sedangkan yang membedakannya adalah pada kandungan asam lemak jenuhnya.
Sumber lain menyebutkan bahwa, daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang elebih rendah jika dibandingkan dengan daging lain pada umumnya. Kandungan protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya, akan tetapi daging kambing memiliki karakterisitik yang khas dalam hal lemak jenuh dan kolesterol.
Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan yang lebih tinggi lemak mono dan polysaturated-nya. Hal ini dapat dilihat apabila setelah daging kambing dimasak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes.
Kandungan lemak jenuh yang lebih rendah ini dan juga kandungan kolesterolnya yang lebih rendah menunjukkan bahwa daging kambing itu sehat. Disamping itu daging kambing memiliki kandungan iron (zat besi), potassium dan thiamine (vitamin B1) yang lebih tinggi, di lain pihak kandungan sodiumnya lebih rendah dibandingkan dengan daging lain.
Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki lemak 50% lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi dan 45% lebih rendah dibandingkan dengan daging domba, akan tetapi rasanya tetap enak.
Maka itu, kita sebenarnya tidak perlu takut memakan daging kambing karena daging itu ternyata lebih menyehatkan ketimbang jenis daging lainnya. Dalam 100 gram daging kambing, terdapat 154 kalori, 9,2 mg lemak, 3,6 mg lemak jenuh. Sedangkan, pada 100 gram daging sapi terdapat 207 kalori, 14 mg lemak, dan 51 mg lemak jenuh.
Namun demikian sate kambing dan gulai kambing justru kadang menjadi timbunan lemak. Dalam satu tusuk sate biasanya diselipi potongan lemak untuk menambah cita rasa. Demikian juga pada gulai kambing, terselip bahan gulai yang penuh lemak seperti daging tetelan, tulang bersumsum dan ditambah santan. Jadi agar daging kambing aman dikonsumsi, pisahkan terlebih dahulu antara daging dan lemaknya. Dagingnya sehat, tapi lemaknya berbahaya. Selain itu, upayakan jangan menambahkan bahan-bahan yang bisa meningkatkan kandungan lemaknya.
Wallahu a’lam. (Dirangkum dari berbagai sumber).
Penulis : Aslul Khitan

Ternyata Daging Kambing Rendah Kolesterol dan Lemak

Ternyata Daging Kambing Rendah Kolesterol dan Lemak


daging kambing rendah kolesterol
Benarkah daging kambing rendah kolesterol ? Pertanyaan ini sering diajukan oleh pera penyuka kambing, yang memiliki keraguan untuk mengkonsumsi daging kambing dalam jumlah banyak, karena mitos daging kambing yang tidak baik untuk kesehatan. Namun, beberapa tahun terakhir mitos tersebut dibantah oleh para peneliti.
Moment hari raya Idul Adha, adalah moment dimana umat muslim melaksanakan qurban. Qurban yang diberikan, biasanya dalam beberapa bentuk, bisa sapi, kerbau, domba ataupun kambing. Akhir-akhir ini, pemilihan sapi atau kerbau sebagai hewan qurban semakin digemari, hal ini dikarenakan pendapat banyak orang bahwa daging sapi dan kerbau sedikit pantangannya untuk kesehatan dibanding daging kambing, sehingga yang mengkonsumsinya lebih meluas. Namun, setelah banyak dipelajari oleh beberapa peneliti, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan, setelah diteliti terbilang daging kambing rendah kolesterol.

Daging kambing rendah kolesterol dibanding daging Sapi

Kekhawatiran banyak orang tentang kandungan lemak dan kolesterol pada daging kambing, dibantah oleh beberapa hasil penelitian. Daging kambing, justru memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi ataupun domba, jika dibandingkan dalam kadar dan bentuk yang sama. Pemilihan kambing muda, akan lebih baik dibandingkan kambing dewasa, dimana kadar lemaknya lebih rendah dibandingkan kambing dewassa.
Menurut beeberapa sumber, didapatkan data bahwa kandungan lemak rata-rata pada kambing adalah 20%, sedangkan pada sapi adalah 25 %. Angka lemak pada domba justru paling tinggi, yaitu 30%. Data ini dipublikasikan pada  Procedings Nutrition Society of Australia, Desember 1997.
Tidak hanya data lemak yang termuat dalam prosiding tersebut, di dalamnya juga membahas kadar kolesterol dari daging kambing. Hasilnya adalah kadar kolesterol kambing hanya 5-39mg/100 gr, sedangkan sapi adalah 42-78 mg/100 gr. Ini membuktikan bahwa, pada komposisi, berat, bentuk sampel yang sama, ternyata daging kambing rendah kolesterol dibanding daging sapi.
Tidak hanya dinyatakan daging kambing rendah kolesterol, daging kambing juga mengandung beberapa vitamin dan mineral, terutama pada daging kambing muda yang berusia di bawah ssatu tahun. Kandungan di dalamnya meliputi zat besi, seng, protein, dan vitamin B12.
Kapan Daging Kambing menjadi Berbahaya?
Jika memang daging kambing rendah kolesterol, lalu mengapa kerap timbul gangguan kesehatan setelah mengkonsumsinya?
Selayaknya makan daging pada umumnya, daging kambing pun kerap kali diolah dalam berbagai bentuk hidangan. Hidangan yang paling umum dibuat adalah sate kambing dan gulai kambing. Disamping itu, ada juga olahan lain seperti nasi kebuli dan nasi goreng kambing.
Olahan kambing seperti ini yang justru meningkatkan kadar lemak kambing, bukan karena daging kambingnya, tetapi dari bahan yang digunakan untuk memasak daging kambing tersebut, atau tambahan lain di dalam masakan tersebut.
Misalnya saja sate kambing. Penjual sate kambing seringkali menggunakan sate kambing yang tidak lagi muda, disamping itu, daging yang digunakan tidak murni daging kambing saja, tetapi juga disertai bagian lemak-lemak dari kambing, atau gajihnya, yang jelas merupakan lemak tinggi. Untuk menghindari kadar lemak yang tinggi, maka gunakan daging kambingnya saja.
Begitupulan dengan gulai kambing. Untuk menutupi bau, biasanya gulai kambing dimasak dengan beraneka rempah-rempah, ditambah dengan santan kental. Hasilnya adalah gulai kambing yang sangat lezat. Sayangnya, lagi-lagi kambing disalahkan sebagai penyebab terjadinya hipertensi setelah memakan gulai kambing, padahal belum tenta kambing pencetusnya. Bisa saja penggunaan santan kental menjadi faktor pemicunya.
Jika ditemukan berita, bahwa seseorang menderita jantung setelah mengkonsumsi kambing, maka perlu diperhatikan faktor-faktor lainnya. Bisa jadi si penderita sudah memiliki bakat jantung, dan pada saat bersamaan mengkonsumsi daging kambing terlalu banyak. Nyaris semua daging merah memang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu banyak, tidak hanya daging kambing saja.
Kambing Meningkatkan Stamina dan Menghangatkan Badan
Walaupun penelitian mengenai khasiat kambing untuk meningkatkan stamina belum banyak dipublikasikan, namun pengalaman empiris telah banyak membuktikan hal tersebut. Beberapa ahli menyebutkan, hal tersebut dikarenakan kandungan energi yang tersimpan dalam daging kambing sangatlah tinggi. Hal ini yang menyebabkan seorang pria yang baru saja mengkonsumsi daging kambing, seperti menemukan kembali energi yang baru saja hilang.
Rasa hangat, atau panas yang terjadi setelah mengkonsumsi kambing pun sebenarnya tidak perlu terlalu dirisaukan. Di negara-negara lain, seperti Taiwan, efek hangat setelah makan kambing, justru dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh. Namun, memang mengkonsumsinya jangan berlebihan, karena rasa panas yang berlebihan bisa menimbulkan pusing di kepala.
Tips mengolah daging kambing agak sehat dan tidak berbau
Ada beberapa tips, yang diisajikan oleh ahli kuliner untuk mengolah daging kambing, agar masakan yang dihailkan nikmat dan bebas bau, tips tersebut antara lain:
TIPS
Usahakan agar kambing yang baru dipotong, tidak langsung diolah. Biarkan kambing tersebut, sampai darahnya turun terlebih dahulu. Setelah didiamkan beberapa waktu, baru daging diolah. Menurut beberap ahli, mencuci daging kambing justru meningkatkan aroma tajam dan brengus dari si daging kambing. Oleh karena itu lebih disarankan untuk melumurinya dengan jeruk nipis saja
Saat mengolah menjadi masakah, campurkan beberapa rempah yang bisa menutupi bau kambing tadi, seperti bawang putih, jahe, lngkuas, dan dau salam.
Tips ini mungkin belum bisa ditujukan pada daging yang menempel di tulang. Daging ini biasanya lebih beraroma. Karenanya merebus tulang dengan beberapa rempah-rempah seperti diatas, akan lebih baik. Biarkan perebusan dilakukan lama, agar hasilnya sempurna
Ada beberapa saran, dimana sebelum memasak daging kambing, bungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya. Hal ini untuk membuat hasil olahan kambing tidak alot , justru memberikan rasa empuk pada dagingnya.
Mengingat mengkonsumsi daging secara berlebihan memberikan dampak yang tidak baik, maka disarankan untuk mengkonsumsi daging kambing pun secukupnya. (dbs)
sumber : http://www.manjur.net/26/10/2012/ternyata-daging-kambing-rendah-kolesterol

Nah, tapi kalo soal kambing mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, bisa jadi. Tapi berdasarkan beberapa jurnal ilmiah yang tercantum di beberapa hasil penelitian tetap dikatakan bahwa kandungan lemak dan kolesterolnya dibawah sapi dan domba.Jadi kalau mau memakan daging kambing, ya tidak apa-apa. Namun, perlu diingat, jika dikembalikan ke agama…tetap agama memberikan saran, jangan berlebihan. Bukan hal daging kambing saja, tapi juga yang lain. Sesuatu yang berlebihan bukankah tidak baik?


Komentar tentang Kolesterol
1.Studi di Famingham sejak 1948, selama ini dijadikan pijakan bahwa kolesterol menyebabkan penyakit jantung. Di lembaga ini ternyata menemukan bahwa laki-laki yg mengasup kolesterol diatas rata, kolesterol darahnya sama saja dengan mereka yang mengasup di bawah rata2. Padahal rata2 asupan kolesterol mereka adalah 704 – 220,9 mg/dl.(Lebih tinggi dari anjuran AHA 300 mg/dl). Sementara untuk wanita yg mengasup kolesterol diatas rata-rata, kolesterol darah mereka lebih rendah dibandingkan dengan yg mengasup di bawah rata-rata. Rata-rata asupan kolesterol mereka adalah 492-170 mg/dl.
“Kenapa Teori Penyakit Jantung dan Kolesterol itu Keliru” bisa dibaca di link ini.
http://www.thincs.org/Malcolm.choltheory.htm
Penelitian di Universitas Tecumseh juga sama.Mereka membagi subyek penelitiannya menjadi 3 yakni, yg kolesterol darahnya rendah, menengah dan tinggi. Ternyata yg kolesterol darhnya tinggi, asupan kolesterolnya lebih rendah daripada yg berkolesterol rendah dan menengah.
Yang berkolesterol tinggi, asupan lemak totalnya lebih rendah daripada yg berkolesterol menengah.
Yang berkolesterol tinggi, asupan lemak jenuhnya sama dengan yg berkolesterol menengah.
Kalau kita coba runut kembali sejarah kolesterol, kita akan menemukan tokoh yang bernama Ancel Keys. Dialah yang pertama kali meneliti bahwa asupan lemak jenuh berhubungan dengan kematian karena sakit jantung. Studi ini dikenal denga Six Countries Study dan kemudian diubah menjadi Seven Countries Study . Ancel Keys inilah yang dikenal dengan “Bapak Kolesterol”.
Tetapi dengar apa yg dia katakan di tahun 1997: “There’s no connection whatsoever between cholesterol in food and cholesterol in blood. And we’ve known that all along. Cholesterol in the diet doesn’t matter at all unless you happen to be a chicken or a rabbit.” Ancel Keys, Ph.D., professor emeritus at the University of Minnesota 1997.”
Bukankah ini mengejutkan? Bapaknya sendiri tak lagi mengakui hasil temuannya,bahwa mengasup kolesterol menyebabkan penyakit jantung, sementara kita semua mendukung teriakan “hindari lemak” dan menaruh lemak dipucuk piramid sebagai lambang boleh dimakan, tetapi sedikit.
Belum cukupkah kita belajar nutrisi dari Amerika dengan mengadopsi Piramida Makanan? Piramida Makanan telah berhasil menurunkan asupan lemak Amerika, tetapi meledakkan kegemukan mereka sejak th 1981.
Kenapa kita tidak belajar dari air kasih sayng ibu, ASI,mengikuti komposisi ASI yakni 50% makanan dari lemak?
Gilakah ide ini?
Tidak juga. Suku Tokelau di Polinesia mengasup kelapa dan ikan untuk hidup. Asupan lemak jenuh mereka 56%. Mereka tak mengenal kegemukan, tak ada diabetes dan penyakit jantung. Suku Masai di Afrika mereka mengasup lemak, darah,susu dan daging hingga asupan lemak jenuh mereka berkisar 33%. Kolesterol darah mereka rendah, tak ada obesitas, tubuh mereka lebih tinggi dibandingkan suku yg sama tetapi menetap sebagai petani. Prancis asupan lemak jenuh mereka berkisar 17% tetapi kematian karena penyakit jantung 1/3 dari orang Amerika yang menyukai senandung “rendah lemak”
Sebagai penutup aku ingin menuturkan hasil penelitian dari laboratorium yang dilakukan oleh Dariush Mozaffarian. Dia mengatakan “Semakin banyak kita mengasup lemak jenuh, semakin lebar pembuluh darah orang itu. Semakin banyak dia mengasup karbohidrat semakin sempit pembuluh orang itu.”
Aku anjurkan belajar disini sebelum buka jurnal aslinya yg biasanya membosankan.
http://drbganimalpharm.blogspot.com/2009/06/benefits-of-high-saturated-fat-diets-in.html
Tentang kolesterol, “Kolesterol Rendah, Menyebabkan 75 Persen Serangan Jantung” kita baca hasil penelitian dari UCLA di sini juga gak apa.
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/02/09/kolesterol-rendah-menyebabkan-75-persen-serangan-jantung-532265.html

Daging Kambing Aman untuk Penderita Hipertensi

Daging Kambing Aman untuk Penderita Hipertensi

Ilustrasi menu masakan sate kambing.
Ilustrasi menu masakan sate kambing. (sumber: RNW.nl)
Jakarta - Ternyata mitos yang menyatakan bahwa daging kambing akan memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) tidaklah benar. Sebab, daging kambing tidak memiliki kandungan bahan yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Oleh karena itu, daging kambing dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi.
"Sebenarnya, daging kambing itu sedikit sekali menaikan tekanan darahnya. Karena kandungan bahan yang ada pada daging kambing dan sapi itu sama saja," ungkap dr. Ika Prasetya Wijaya, ApPD, K-KV, FINASIM, di sela-sela konferensi pers "Bulan Kewaspadaan Terhadap Hipertensi", di Jakarta, Senin (8/4).
Menurut Ika, tekanan darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing disebabkan oleh banyaknya bumbu-bumbu yang digunakan dalam mengolahnya. Mulai dari penggunaan kecap, hingga vetsin. Padahal, lanjut dia, bumbu-bumbu tersebut banyak mengandung garam dan natrium. Ia menambahkan, kandungan tersebutlah yang sebenarnya membuat jantung berdebar-debar.
"Pengolahan makanan sate kambing yang dibakar itu biasanya dikasih bumbu-bumbu yang berulang kali, agar enak dan tidak berbau. Mulai dari kecap, minyak, mentega, dan lain-lain. Padahal semua itu mengandung natrium yang diawetkan. Sehingga, saat mengonsumsi daging kambing, langsung menaikkan darah, membuat berdebar-debar," paparnya.
Untuk itu, Ika menyarankan apabila ingin mengonsumsi daging kambing, sebaiknya dalam pengolahan tidak diberikan bumbu-bumbu tersebut. "Namun, biasanya orang tidak mau. Sebab, baunya dan rasanya yang tidak enak. Karena masakan daging kambing itu bumbunya bukan dagingnya saja. Padahal itu yang bikin masalah," ujarnya pula.

Penulis: IIN/SIT

Kandungan Nutrisi Daging Kambing


Ilustrasi menu masakan sate kambing.

Salah kaprah tentang daging kambing sudah terlanjur terjadi di tengah-tengah masyarakat. Daging kambing dituding sebagai biang dari penyakit. Benarkah demikian? Berikut adalah fakta nutrisi daging kambing :

Daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lain pada umumnya. Kandungan protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya, akan tetapi daging kambing memiliki karakterisik yang khas dalam hal lemah jenuh dan kolesterol.

Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan yang lebih tinggi lemak mono dan polysaturated nya. Hal ini dapat dilihat apabila setelah daging kambing dimasak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes.

Kandungan lemah jenuh yang lebih rendah ini dan juga kandungan kelesterolnya yang lebih rendah menunjukkan bahwa daging kambing itu sehat. Disamping itu daging kambing memiliki kandungan iron, potassium dan thiamine yang lebih tinggi, dilain pihak kandungan sodiumnnya lebih rendah dibandingkan dengan daging lain.

Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki lemak 50% lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi dan 45% lebih rendah dibandingkan dengan daging domba, akan tetapi rasanya masih tetap enak.

Kandungan nutrisi daging kambing setiap 1 porsi saji (sekitar 4 ons )

======================================
Kalori ------------------ 124
Lemak total ?-------------- 2,6g
Lemak jenuh ?-------------- 0,8
Aseam stereat ?------------ 0 g
Monounsaturated ?---------- 0g
Kolesterol ?-------------- 64 mg
Sodium ?------------------- 92 mg
Potassium ?--------------- 436 g
Karbihidrat ?--------------- 0 g
Dietary fiber -----------?-- 0 g
Soluble fiber ?------------- 0 g
Gula ?---------------------- 0 g
Alkohol gula ?-------------- 0 g
Karbohidrat lain ?---------- 0 g
Protein ------------------- 25 mg
Vitamin A ------------------ 0%
Vitamin C ------------------ 0%
Calcium -------------------- 2%
Iron ---------------------- 18%
Vitamin E ------------------ 0%
Thiamin -------------------- 8%
Riboflavin ----------------- 33%
Niacin --------------------- 21%
Vitamin B6- ---------------- <1%
Folate --------------------- <1%
Vitamin B12 ---------------- 21%
Pantothenic Acid Phosphorus - 20%
Iodine Magnesium Zinc ------- 30%
Copper ---------------------- 15%
=======================================
http://www.elkusa.com/Goat_meat_nutrition.html


Nilai nutrsi daging kambing (setelah semua lemak bagian luar dibuang)

====================================================
Nutrisi (setiap 100 g) - Unit - Nilai per 100 g
====================================================
Air------------- g ---75.84
Energi ------ kcal ----109
Energi--------- kj ----456
Protein -------- g ----20.60
Lemak total ---- g ----2.31
Abu ------------ g ----1.11
Karbohidrat ---- g---- 0.00
Serat ---------- g -----0.0
--------------------------------------------------------------------
Minerals
--------------------------------------------------------------------
Kalsium, Ca -------- mg ----13
Besi, Fe ----------- mg ---- 2.83
Fofpor, P ---------- mg ---- 180
Potassium, K ------- mg ---- 385
Sodium, Na --------- mg ---- 82
Zinc, Zn ----------- mg ---- 4.00
Copper, Cu --------- mg ---- 0.256
Manganese, Mn ------ mg ---- 0.038
Selenium, Se ------ mcg ---- 8.8
----------------------------------------------------------------------
Vitamins
----------------------------------------------------------------------
Vitamin C, -------- mg ----- 0.0
Thiamin ------------ mg ----- 0.110
Riboflavin -------- mg ----- 0.490
Niacin ------------ mg ----- 3.750
Folate, total ----- mcg ----- 5
Folic acid ------- mcg ---- 0
Folate, food ------ mcg ---- 5
Folate, DFE ------- mcg_DFE ---- 5
Vitamin B-12 ------ mcg ---- 1.13
Vitamin A, IU ------ IU ----- 0
Vitamin A, RAE ----- mcg_RAE-----0
Retinol ----------- mcg ----- 0
---------------------------------------------------------------------
Lipids
---------------------------------------------------------------------
Fatty acids, total saturated ----------- g ----- 0.710
10:0 ----------------------------------- g ---- 0.000
12:0 ----------------------------------- g ---- 0.000
14:0 ----------------------------------- g ----- 0.030
16:0 ----------------------------------- g ---- 0.330
18:0 ----------------------------------- g ----- 0.330
Fatty acids, total monounsaturated ----- g ---- 1.030
16:1 undifferentiated ----------------- g ----- 0.040
18:1 undifferentiated ----------------- g -----0.940
Fatty acids, total polyunsaturated------ g ----- 0.170
18:2 undifferentiated ------------------ g ---- 0.100
18:3 undifferentiated ------------------ g ----- 0.020
20:4 undifferentiated ----------------- g ----- 0.060
Cholesterol --------------------------- mg -----57
----------------------------------------------------------------------
Asam Amino
----------------------------------------------------------------------
Tryptophan -------- g ----- 0.306
Threonine ---------- g ---- 0.981
Isoleucine -------- g ----- 1.042
Leucine ----------- g ---- 1.716
Lysine ------------ g ----- 1.532
Methionine -------- g ----- 0.552
Cystine ------------ g ----- 0.245
Phenylalanine ----- g ------ 0.715
Tyrosine ---------- g ----- 0.633
Valine ------------ g ------ 1.103
Arginine ----------- g ---- 1.512
Histidine ---------- g ----- 0.429

====================================================
Sumber : USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 20 (2007)

Daging kambing rendah dalam hal kandungan asam lemak jenuhnya dan kandungan kolesterolnya sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan daging merah lainnya.

Perbandingan Kandungan Nutrisi Daging (Sumber :
"The Wild Diet" Outdoor Life, 8/02, by Kathy Etling.)

================================================================================
Spesies - % Saturated (bad fat) - % Fatty Acids Mono unsaturated (good fat)- % poly unsaturated (good fat)
================================================================================
Elk ---------------- 48.4 ---- 26.6 ----- 24.9
Mule Deer ---------- 48.0 ---- 31.8 -----20.2
Caribou ------------ 46.6 ----- 36.4 ---- 17.0
Whitetail Deer ----- 45.6 ---- 30.6 ----- 23.9
Sapi --------------- 46.3 ---- 45.5 ---- 8.2
Kerbau ------------- 43.2 ----- 45.0 ---- 11.8
Antelope ----------- 41.2 ----- 27.1 ---- 31.6
Kelinci ------------ 39.0 ---- 35.6 ----- 25.4
KAMBING ------------ 36.9 ---- 54.0 ---- 9.1
Moose -------------- 36.6 ---- 24.3 ----- 39.1
Babi hutan --------- 35.7 ----- 47. ----- 17.3
Squirrel ----------- 15.2 ---- 47.2 ---- 37.6
=========================================================================
Sumber : North Dakota Sate University and U.S. Department of Agriculture

Kandungan Nutrisi Daging KAmbing Dibandingkan dengan Daging lainnya
======================================================================
Species Protein %--- Fat %---Cholesterol (mg/100g*)----Calories (Kcal/100g*)
======================================================================
Kambing ------------------ 22.0 ---- 3.0 ---- 75 ---- 144
Sapi (USDA choice) ------- 22.0 ----- 6.5 ---- 72 ---- 180
Sapi (USDA standard) ----- 22.7 ---- 2.0 ---- 69 ----- 152
Domba -------------------- 20.8 ---- 5.7 ---- 66 ---- 167
Babi --------------------- 22.3 ---- 4.9 ---- 71 ----- 165
Babi hutan --------------- 28.3 ----- 4.38 ---- 109 ---- 160
Kerbau --------------------21.7----- 1.9----- 62----- 138
Whitetail Deer ----------- 23.6---- 1.4---- 116 ----- 149
Mule Deer ---------------- 23.7----- 1.3----- 107---- 145
Elk------------------------22.8----- .9 ----- 67 ----- 137
Moose -------------------- 22.1 ----- .5 ----- 71---- 130
Antelope ----------------- 22.5---- .9 ----- 112 ---- 144
Squirrel ----------------- 21.4 --- 3.2 ---- 83 ---- 149
Cottontail --------------- 21.8 ----- 2.4 ----- 77 ----- 144
Jackrabbit --------------- 21.9 ---- 2.4 ----- 131 ----- 153
Ayam --------------------- 23.6 -----.7----- 62 ----- 135
Kalkun (domestic) -------- 23.5 ----- 1.5 ----- 60 ----- 146
Wild Turkey -------------- 25.7 ----- 1.1 ----- 55 ----- 163
Burung dara (domestik) --- 23.9 ---- .8 ----- 71 ---- 144
Burung dara (liar) ------- 25.7 ----- .6 ---- 52 ----- 148
Gray Partridge ----------- 25.6 ----- .7 ----- 85 ---- 151
Sharptail Grouse --------- 23.8 ----- .7 ----- 105 ---- 142
Sage Grouse -------------- 23.7 ----- 1.1 ----- 101 ---- 140
Dove --------------------- 22.9 ----- 1.8 ----- 94 ---- 145
Sandhill Crane ----------- 21.7 ---- 2.4 ---- 123 ---- 153
Snow Goose ----------------22.7 ----- 3.6 ---- 142 ----- 121
Duck (domestic) ---------- 19.9 ----- 4.25 ----- 89 ---- 180
Mallard ----------------- 23.1 ----- 2.0 ---- 140 ----- 152
Widgeon ----------------- 22.6 ---- 2.1 ----- 131 ---- 153
============================================================================
Sumber: North Dakota State University

*) Penulis : Ronny Rachman Noor, Bagian Pemuliaan dan Genetika Fakultas Peternakan IPB.

Sumber Utama :
http://www.elkusa.com/Goat_meat_nutrition.html
http://web.ipb.ac.id/~lppm/ID/index.php?view=warta/isinews&id=647

Buah Pisang Buah Surga dan Keistimewaannya

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

BUAH PISANG DALAM AL-QUR’AN & KEISTIMEWAAN

.
 
Al-Qur`an juga menyebut buah pisang sebagai salah satu buah-buahan surga,

"Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (al-Waaqi'ah [56]: 28-33)


Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini pun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.

Buah Pisang, buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.


Buah Pisang menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi. Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistem kerja saraf dan otot. Itu sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah, maka keseimbangan ini perlu tetap dijaga.16

Buah Pisang, yang kaya vitamin B6, juga memainkan peran penting dalam menggugah reaksi-reaksi unsur kimia dari protein dan asam amino, dan merupakan alat penting untuk menjaga otak berfungsi normal. Unsur-unsur kimiawi ini meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kimia dalam cairan tubuh, membantu produksi energi, dan memberikan kemampuan bertahan terhadap tekanan (stres). Karbohidrat berfungsi sebagai enzim penolong dalam proses metabolisme lemak dan protein. Selain itu, pisang menyembuhkan banyak jenis penyakit anemia (kekurangan sel darah merah dalam darah atau dalam kadar hemoglobin penderita), adalah instrumental dalam pembangunan sel dan otot, memelihara keseimbangan cairan tubuh, dan menyembuhkan penyakit-penyakit pada jantung. Sebaliknya, kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan letih, mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi seseorang, insomnia, anemia, penyakit kulit, dan lain-lain.17

Sang pencipta manusia telah menciptakan buah bermanfaat ini dan menjuruskan perhatian kita pada manfaatnya. Allah menegaskan bahwa Dia sudah memberikan kepada manusia apa saja yang diinginkan dan perlukan, dan telah mengingatkan mereka agar tidak bersekutu dengan mereka yang tidak bersyukur,

"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Ibrahim [14]: 34)

Buah pisang ini termasuk makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Tidak hanya enak rasanya, namun juga kaya manfaat sebagai penyembuh berbagai penyakit.
Para saudagar Islam menyebarluaskan pertumbuhan tanaman ini hingga ke Afrika Barat, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Akhirnya tanaman pisang ini pun menyebar luas ke berbagai penjuru dunia.
Begitu istimewanya buah pisang sehingga disejajarkan dengan buah surga lainnya yaitu Kurma, Delima, Zaitun, dan Anggur. Sangat mengagumkan informasi (kandungan) Al-Quran, Ia telah telah menginformasikan kepada kita jauh hari sebelum penelitian tentang khasiat buah pisang dilakukan dewasa ini.
Dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)” (QS. Al-Waqiah 56:27-29)

|
Berikut ini alasan mengapa kita patut berharap bertemu pisang di SURGA
Pertama, Secara umum, lewat ayat pertama yang Allah wahyukan kepada Nabi SAW, kita diminta selalu membaca ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis.
Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang menciptakan, (QS. Al-‘Alaq 96:1)
Kedua, Secara umum, kita diminta jangan seperti orang kafir,
yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memerhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku” (QS. Al-Kahfi 18:101)
Ketiga, Secara umum, kita diminta bahwa
Hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya” (QS. ‘Abasa 80:24)
Keempat, Secara khusus, ternyata pisang tergolong ‘beruntung’ karena termasuk nama buah yang disebut Al-Qur’an. Pisang disebut bersama-sama Kurma, Anggur, Zaitun, dan Delima.
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau,
Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan [Kami keluarkan pula] zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa.
Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan [perhatikan pulalah] kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi orang-orang yang beriman. (QS. Al-An’aam 6:99)
Kelima,
Secara khusus, pisang termasuk buah yang tersedia di surga. Saat Al-Qur’an memberikan gambaran tentang isi surga di (QS. Al-Waaqi’ah 56: 10-40)
Pisang termasuk yang disebut secara eksplisit sebagai salah satu ‘warga’nya.
Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
(QS. Al-Waaqi’ah 56: 29)
|

Keistimewaan

Buah pisang yang ada di surga tersebut belum tentu sama dengan buah-buahan yang ada di dunia. Namun keterangan al Quran tentang buah-buahan khas surga tersebut mengingatkan kita kepada janji Allah Swt. tentang surga dan segala kenikmatannya.
Sedikit Informasi tentang khasiat buah pisang ini,
  • Mencegah gangguan jantung dan pembuluh darah
  • Mengobati gangguan pencernaan
  • Mengobati hipokalimea
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Mengurangi mual
  • Mencegah depresi dan mengobati insomnia
Khasiat pisang sebenarnya tidak hanya sebatas sumber kalori bagi tubuh, khasiat pisang bisa kita manfaatkan dari mengobati luka bakar hingga menormalkan detak jantung. Berikut kandungan zat-zat gizi yang terdapat pada 100gr buah pisang :
  • 1.2 gm protein
  • 0.3 gm lemak
  • 17 mg kalsium
  • 78 mg karotin
  • 88 mg kalium
  • 27.2 gm karbohidrat
  • 0.4 gm fiber
  • 116 kcal tenaga
Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistim kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir.
Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.
Pisang menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi.
Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistim kerja saraf dan otot.
Itulah sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah. Maka, keseimbangan ini perlu tetap dijaga.
Ada catatan, bahwa kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan letih, memengaruhi kemampuan berkonsentrasi seseorang, insomnia, anemia, penyakit kulit, dan lain-lain.
Sementara, pisang kaya vitamin B6. Pisang memainkan peran penting dalam menggugah reaksi-reaksi unsur kimia dari protein dan asam amino dan merupakan alat penting untuk menjaga otak berfungsi normal.
Unsur-unsur kimiawi ini meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kimia dalam cairan tubuh, membantu produksi energi, dan memberikan kemampuan bertahan terhadap tekanan (stres).
Karbohidrat berfungsi sebagai enzim penolong dalam proses metabolisme lemak dan protein.
Selain itu, pisang menyembuhkan banyak jenis penyakit anemia (kekurangan sel darah merah dalam darah atau dalam kadar hemoglobin penderita), instrumen dalam pembangunan sel dan otot, memelihara keseimbangan cairan tubuh, dan menyembuhkan penyakit-penyakit pada jantung.
Sungguh, Allah telah menciptakan pisang -buah bermanfaat- dan menjuruskan perhatian kita pada manfaatnya. Maka, atas nikmat ini, hendaklah kita tak termasuk manusia yang “Sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (QS. Ibrahim 14:34). Demikian, Harun Yahya menutup kajiannya.
Dan Dia telah memberikan kepadamu [keperluanmu] dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakann ya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari [ni’mat Allah]. (QS. Ibrahim 14:34)
|

Dari Pisang kita mendapatkan pelajaran

Pertama, sebagaimana ciptaan Allah yang lain, pisang juga hebat.
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya (QS. As-Sajdah” 32:7)
Kedua, jangan biarkan ‘fenomena’ pisang berlalu tanpa iman kita bertambah karenanya.
Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda – tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)” (QS. Al-An’aam 6: 65)
Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Shaad 38:29)
Ketiga, setelah berkesempatan membaca ayat Allah –tertulis dan yang tak tertulis- maka janganlah kita mengingkari-Nya.
Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memerlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)” (QS. Al-An’aam 6:46)
  Limbah jadi pakan

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hernawati dan Any Aryani, fakultas pendidikan Matematika dan IPA, Universitas Pendidikan Indonesia, potensi tepung kulit pisang sebagai pakan alternatif pada ransum ternak unggas, penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tepung kulit pisang sebagai hasil pengeringan oven dan jemur daripada limbah kulit pisang sebagai pakan alternatif ternak, pada suatu kesimpulan, kulit pisang hasil pengeringan oven dan jemur menghasilkan tepung yang mempunyai kualitas yang cukup baik dan berpotensi sebagai alternatif bahan pakan ternak unggas.      

Bersumber daripada Blog http://mrhaen03.blogspot.com, pada kulit pisang adalah terkandung nutrisi yang sangat berpotensi sebagai sumber karbohidat yang baik pada semua fase kehidupan ternak. Kandungan karbohidrat terutama bahan ekstrak tanpa nitrogen sebesar 66,20 % (Heruwatno, dkk. 1993) dan masih mengandung selulosa dan hemiselulosa sebesar 40 % dari total serat kasar yang dikandungnya (Parakkasi, 1990) dengan kandungan serat kasar kulit pisang sebesar 13 % (Gohl, 1981). Van Soest (1994) bahwa selulosa dan hemiselulosa merupakan komponen dinding sel tanaman yang masih dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia.

Hasil analisis kulit pisang yang dilakukan di Laboratorium nutrisi dan makanan Ternak Universitas Brawijaya (Susilowati, 1997) diperoleh komposisi nutrient sebagai berikut : BK = 12,6 %; BO = 80,36%; PK = 8,36 %; gula reduksi = 42,34 % dan gula terlarut = 5,41 %. Kandungan karbohidrat yang besar terutama gula reduksi pada kulit pisang ambon termasuk dalam Readily Available Carbohidrates (RAC) dengan energy bruto sebesar 3724,32 Kcal/kg.
Untuk selanjutnya, di setiap kita ‘bertemu’ dengan pisang,
hadirkanlah bayangan bahwa lantaran ridha Allah
dengan semua amal shalih kita, maka kelak
- Insya Allah -
kita akan dipertemukan lagi dengan pisang di surga!

Penyakit Kembung atau Timpani

Penyakit  kembung (bloat) adalah penyakit yang sering menyerang kambing.  Walapun terlihat sepele namun jika tidak tertangani dengan segera dampaknya akan fatal dan berakibat kematian.   Kembung disebut  juga Bloat atau Timpani yang merupakan  suatu kondisi mengembangnya rumen akibat terisi oleh gas yang berlebihan. Percernaan bahan pakan  ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba adalah oleh mikroorganisme yang secara alamiah ada di dalam perut yang bertugas melakukan pencernaan awal terhadap bahan makanan dan terutama protein. Proses pencernaan protein oleh mikroorganisme ini akan menghasilkan berbagai enzim dan asam amino yang dapat diserap oleh dinding usus ternak. Tanpa adanya mikroorganisme ini dapat dipastikan proses pencernaan makanan di dalam perut ternak tidak akan dapat terjadi. Namun di sisi lain, proses pencernaan bahan makanan oleh mikroba juga mengeluarkan eksreksi lain berupa gas yang sebagian besar adalah karbondioksida (CO2) dan metana (CH4).
Penyakit Kembung atau timpani dipicu oleh kegagalan tubuh kambing dalam mengeluarkan  produk berupa gas yang berasal dari proses pencernaan di dalam lambung. Adanya penyumbatan di salah satu saluran pengeluaran atau konsumsi bahan pakan yang terlalu banyak, diduga merupakan penyakit kembung ini.

Gejala Klinis
- sakit, diam dan tidak mau makan, sulit bernafas, gelisah
- sisi perut kiri mengembung/menonjol, jika ditepuk bersuara seperti drum
- gerakan rumen berlangsung terus sampai bagian dalam dari mulut dan daerah sekitar mata menjadi biru : kekurangan oksigen, mendekati kematian

Penyebab
- ketidakmampuan menghilangkan gas yang dihasilkan rumen
- gas : murni atau tercampur makanan (lambung berbuih/frothy bloat)
- disebabkan oleh pemberian buah polongan/legumes (kaliandra, cebreng) dan sedikit padi-padian (jagung, kedelai)
- terlalu banyak konsentrat yang mengandung pati
- setiap makanan bisa menyebabkan bloat jika hewan tidak bisa menyerdawa gas karena menyumbat kerongkongan/oesophagus oleh makanan, buih/benda asing
- kematian : kemampuan pertukaran oksigen dalam darah menurun

Pengobatan dan pencegahan
- paksakan hewan berdiri atau berjalan
- ikatkan kayu/tali dalam mulut agar mengunyah : merangsang pengeluaran liur dan membantu mengurangi kembung
- jika dalam kondisi kritis : masukkan selang karet lewat kerongkongan sampai lambung (berdiameter 1-2 cm)
- tuangkan/pompakan 100-200 ml (1-1,5 cangkir) minyak mineral/nabati melalui selang karet
- poloxalone 10 mg/Kg per oral dapat mengurangi gas berbuih
sumber : Manglayang Farm Online
Buku Meningkatkan Produksi Susu Kambing PE

Mencret/Diare Pada Kambing Dan Cara Mengatasianya



Mencret seringkali dialami oleh kambing, kemarin kambing di kandang saya ada yang kena. Ada beberapa penyebab mencret,

1. Cacingan
Cacingan sering menyerang pada kambing terutama yang sering dilepas atau pakannya rumput lapangan. Untuk menghindarinya berikan obat cacing secara berkala misalnya 6 bulan sekali, hindari menyabit rumput yang masih ber embun atau basah karena hujan, direkomendasikan untuk memakai daun-daunan/rambanan dan hijauan yang tinggi misalnya rumput gajah, rumput raja

2. Makanan
Selain cacingan, factor pakan juga sering menjadi penyebab mencret. Pakan hijauan yang terlalu muda, pakan basah, atau rumput yang baru di pupuk urea dapat menyebabkan mencret

Pengendalian


  1. Berikan pakan yang kering/tidak basah
  2. Berikan daun jambu, daun pisang
  3. Berikan obat diare misalnya entrostop, norit, diapet, molagit dll
  4. Caranya pemberian masukkan obat dalam buah pisang, papaya, nangka atau maukkan dalam roti atau bungkus dengan daun yang disukai ternak kemudian berikan ke ternak