1 Pohon Kurma = 1 Ha Pohon Sawit, Percaya ?


Oleh : Muhaimin Iqbal
Dua setengah tahun berlalu sejak saya melalui situs ini mengajak masyarakat untuk mulai menanam kurma. Masalah demi masalah Alhamdulillah mulai teratasi, dan kini bahkan sudah hadir Asosiasi Kurma Indonesia atau Indonesian Date Palm Association – yang per hari ini anggotanya mendekati 700-an orang. Bila pertanyaan besar tentang berbuah-tidaknya kurma di Indonesia sudah saya jawab melalui tulisan Paket Ekonomi Berbasis Kurma dan Domba, pertanyaan besar berikutnya adalah bagaimana masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan-pun bisa ikut bertanam kurma ?
 Saya ada setidaknya dua jawaban untuk ini, pertama adalah menanam kurma dalam pot atau yang dikenal dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Metode ini di Indonesia sudah banyak dilakukan untuk buah-buah lokal Nusantara seperti aneka jambu dan mangga.
 Di Thailand petani kurma juga menggunakan teknik ini untuk mendeteksi kurma jantan dan betina. Jadi kurma-kurma yang dibiakkan melalui biji, ditaruh dahulu dalam pot atau polybag – sampai usia berbunga. Setelah berbunga kelihatan jantan atau betinanya baru ditanam secara permanen di lahan. Diperbanyak tanaman betinanya karena satu jantan cukup untuk membuahi 20-an betina.
 Di kita teknik tabulampot ini bisa untuk menyiasati ketiadaan lahan untuk menanam kurma. Satu pohon kurma idealnya membutuhkan lahan minimal 64 m2 , sedangkan rata-rata masyarakat perkotaan tidak memiliki halaman seluas ini. Lantas bagaimana cara mengakalinya ?
 Menanam kurma di atap rumah dapat menjadi solusinya. Hanya karena atap rumah tidak terbuat dari tanah yang subur, maka menaman melalui pot yang ditaruh di atap rumah dapat menjadi pilihan. Berbagai manfaat dapat diperoleh dengan cara ini.
 Pertama kita tetap bisa menanam kurma di rumah meskipun rumah kita hanya memiliki halaman terbatas sekalipun. Kedua, kurma yang ditanam di atap rumah memiliki akses matahari terbaik – yang memang sangat diperlukannya – sehingga kurma yang ditanam di atap rumah cenderung memiliki pertumbuhan yang baik. Dan ketiga, atap rumah kita-pun menjadi hijau dan sejuk !
 Meskipun menjadi solusi bagi yang ingin menanam kurma sebagai klangenan atau lifestyle, harus diakui bahwa menanam kurma melalui tabulampot belum ideal untuk yang ingin menanamnya secara serius dan professional. Adakah solusi untuk yang kedua ini, khususnya bagi mansyarakat pekerja perkotaan yang tidak memiliki lahan dan juga tidak memiliki waktu untuk menekuni tanaman kurmanya ?
 Yang inipun sudah kami pikirkan dengan jawaban yang kedua. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Anda akan dapat menanam kurma dengan cara menyewa lahan jangka panjang lengkap dengan tenaga yang akan merawatnya setiap hari. System yang kami miliki di iGrow sangat memungkinkan untuk ini, tinggal dicari lahan yang berpeluang terbaik untuk tumbuhnya kurma ini di daerah yang tidak terlalu jauh dari Jakarta dahulu – agar mudah menjangkau pasarnya.
 Beberapa lokasi yang sudah kami survey yang kemungkinan cocok adalah Pandeglang, Indramayu, Subang dan Majalengka – semuanya kini sudah terhubung melalui jalan tol ke Jakarta – kecuali Pandegalang yang jalan tolnya baru akan selesai tahun 2018.
 Apa sih menariknya pohon kurma ini sehingga sering sekali saya ulas di situs ini bahkan saya usulkan menjadi paket ekonomi bersama domba,  untuk menyelamatkan negeri ini dari krisis ekonomi khususnya pangan ?
 Teman baik saya seorang pejabat senior di Bank Indonesia yang ikut mendalami kurma ini – bahkan beliau sempat mempelajarinya langsung dari petani-petani kurma yang sukses di Thailand. Beliau sampai pada kesimpulan satu pohon kurma memiliki nilai ekonomi setara dengan satu hektar sawit !
 Saya sendiri semula kaget dengan hitungan beliau ini, tetapi setelah saya coba hitung sendiri– ternyata memang demikianlah adanya. Satu hektar pohon sawit yang baik rata-rata menghasilkan 30 ton per tahun, saya ambil contoh harga sawit yang berlaku di Kalimantan Timur saat  ini adalah Rp 1,150/kg TBS (Tandan Buah Sawit). Maka hasil tahunan 1 hektar lahan yang ditanami sawit yang baik saat ini adalah Rp 34.5 juta.
 Kurma tropis yang tumbuh di Thailand bisa mencapai 300 kg/pohon per tahun. Rata-rata di dunia – umumnya di tanah empat musim dan kering sekitar 80 kg/pohon per tahun. Saya ambil data yang konservatif saja karena di Indonesia belum memiliki statistic keberhasilan tanaman kurma, sedikit di atas negeri kering empat musim – tetapi masih jauh dari Thailand – misalnya di angka 100 kg/pohon per tahun.
 Teman saya di Indramayu menjual kurma segar panenannya Rp 350,000/kg , di Arab pasarannya SAR 100,- atau sekitar Rp 366,000/kg. Saya ambil harga yang di Indonesia saja Rp 350,000,-. Jadi 1 pohon kurma berpotensi menghasilkan Rp 35 juta per pohon per tahun bila dijual dalam kondisi segar. Sekarang Anda juga bisa melihat, potensi hasil 1 pohon kurma ini bahkan lebih tinggi dari potensi hasil  1 hektar pohon sawit !
Untuk meningkatkan kepastian hasil dan menurunkan tingkat resiko bagi para pioneer penanam kurma di Indonesia, banyak hal yang sudah dan bisa kita lakukan. Misalnya melalui Asosiasi, kini kami sudah bisa mengimpor langsung bibit-bibit kurma yang sudah jelas kelaminnya (betina) dari sejumlah pembibit ternama di luar negeri. Anggota asosiasi bisa memperoleh bibit at cost (tidak ada unusr keuntungan) dengan cara memesannya langsung ke Asosiasi.
 Kemudian secara matematika, resiko juga bisa dikurangi dengan menanam lebih banyak dan menyebar. Bila secara sangat konservatif kita asumsikan keberhasilan tanaman kurma kita hanya 10 % misalnya, maka 1 hektar yang ditanami 160 pohon kurma – masih berpeluang berbuah sebanyak 16 pohon.

Karena 1 pohon kurma setara 1 hektar sawit hasilnya, maka dengan tingkat keberhasilan 10 %-pun tanaman kurma kita insyaAllah masih memberikan hasil 16 kali dari tanaman sawit !
Ada cara lain lagi untuk mengurangi resiko dan meningkatkan keberhasilan secara jitu, yaitu menunggu saja hasil tanaman kurma para pioneer tersebut. Tunggu setelah para pioneer tersebut berhasil menanamnya dengan baik, dimana dengan cara apa dlsb. baru setelah itu ditiru. Trade-off-nya dari strategi wait and see ini adalah Anda akan ketinggalan waktu sekitar 5 tahun.
 BIla dalam urusan kurma ini di Indonesia, para pioneernya ketinggalan sekitar 17 tahun dari Thailand, Anda yang menunggu kami berhasil akan ditambah 5 tahun lagi – jadi akan ketinggalan 22 tahun dari para petani kurma di Thailand.
 Hitungan saya bisa saja keliru, tetapi satu hal pasti – bahwa di rumah yang ada kurmanya penghuninya tidak akan kelaparan – karena ini adalah sabda Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang kita yakini kebenarannya.
Untuk membuktikan keyakinan inilah saya ajak-ajak sebanyak mungkin orang bisa menanam kurma dan berupaya keras meningkatkan keberhasilannya dengan menggalang kekuatan berbagai sumber termasuk membentuk Asosiasi Kurma Indonesia tersebut di atas.

Berikut adalah panduannya, bila Anda ingin mulai menanamnya di teras atau atap rumah Anda.

Sumber : http://geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/81-gd-articles/entrepreneurship/1673-1-pohon-kurma-1-ha-pohon-sawit-percaya

Pak Malin "Beternak Tanpa Ngarit Tanpa Angon" Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Per Bulan


Pak Malin begitu panggilan pria bersahaja ini. Difoto kelihatan punggungnya saja (celana hitam, baju putih pakai kopiah). Awalnya Pak Malin adalah petani sayuran, cabe dll.  Awalnya tanpa bekal pengalaman sama sekali, ia mengelola kebun cabai yang membawanya pada kesuksesan besar bahkan saat krisis tahun 1998 menghajar perekonomian Indonesia. Hasil panen cabai Malin yang sukses itu mampu membangun rumah untuk keluarganya dan berbuah mobil pick-up untuk mendukung usahanya.
Beberapa tahun setelah masa kejayaannya itu, hama penyakit menyerang perkebunan cabai Malin. Roda bisnis ayah dari lima orang anak ini berubah drastis. Panen tak bisa diselamatkan dan Malin merugi besar. Bermodal sisa laba kebun cabai sebesar Rp 9 juta, Malin banting stir menjadi peternak.

Malin peternak yang rajin menimba ilmu, baik dari buku, majalah, penyuluh maupun peneliti. Awalnya dia menanam lahannya dengan rumput, membuat kandang kapasitas 12 ekor dan sumur. Karena modal habis dia memelihara 2 ekor sapi punya orang dengan sistem bagi hasil. Alhamdulillah hasilnya bagus dan dapat keuntungan yang baik, semakin lama semakin berkembang.

Belajar Beternak Sapi Tanpa Rumput Dengan Peternak Lima Puluh Kota

Beberapa hari lalu saya dan teman mengunjungi salah satu peternakan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dulu kami pernah melakukan pengkajian pemakaian fermentasi jerami di peternakan ini lima tahun yang lalu. Alhamdulillah dapat banyak ilmu dan wawasan baru. Dalam kesempatan ini saya akan berbagi dengan teman teman hasil pengamatan dan wawancara dengan pengelola kandangnya.

Peternakan sapi ini milik salah satu peternak yang sukses di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Selain sapi pemiliknya juga punya peternakan ayam petelur dan pedaging 100.000 ekor lebih. Populasi sapi sebanyak seratus ekor. Seratus ekor ini hanya dikelola dengan 3 orang pegawai saja, hemm efisien tenaga kerja kan? 
Bagaimana caranya? penasarankan? Ok, saya akan mulai satu persatu.

Jual Kebun Sawit dan Lahan Kosong Murah

 foto 1 tahun yang lalu 24 November 2015.

JUAL CEPAT, Kebun sawit dan lahan sawit total luas 23 hektar
1. Sawit Buah Pasir (hasil rata-rata 1 Ton per 20 Hari)
Dijual cepat kebun sawit buah pasir umur sekitar 5 tahun (2 kali tanam). hasil rata rata 1 ton per 20 hari atau 3 kali panen dalam 2 bulan. masih akan meningkat. luas sekitar 3 hektar. jumlah pohon 230 pohon. sepertiga luas tanah masih belum di tanami. hanya 15 menit dari jalan lintas Sumatera (pasar Ternak Dharmasraya). jalan masuk sudah sampai ke dalam kebun. jual semua harga 180 juta nego. ada surat adat, surat jual beli.
2. dijual tanah cocok untuk kebun sawit, karet dll. luas 10 hektar. milik sendiri, SKT notaris, lasak. ada 10 hektar lagi sebelahnya mau dijual milik saudara. lokasi di Kab. Dharmasraya Sumatera Barat. sekitar 40 km dari jalan lintas sumatera/pasar ternak dharmasraya. jalan ke lokasi ada. harga 22 juta per hektar, nego. butuh uang cepat. siapa cepat dia dapat. hp 0852 7257 2011
ini foto 1 tahun yang lalu 24 November 2015.

"Sisi Lain Irwan Prayitno" | Gubernur Sumbar Penuh Prestasi, Santun dan Sederhana

Oleh Yongki Salmeno

Jarum jam menunjukkan pukul  01.43 WIB dinihari,  hari itu adalah malam ke 5 minggu terakhir Ramadhan 1434 H. Kami bersama Ibu Hj. Nevi  Irwan Prayitno dan putra-putri beliau; Jundy Fadhillah,  Waviatul Ahdi, Anwar Jundi.  Atika,  Ibrahim ,  Shohwatul Islah,  Farhana,  Laili Tanzila,  Taqiya Mafaza serta ayahanda Irwan Prayitno, Djamrul Djamal dan Ibu, berada di mushalla gubernuran Sumbar sejak usai shalat tarwih. Kami melakukan iktikaf, dalam rangka  memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan, sekaligus menunggu datangnya malam lailatul qadar.

Mobil dinas gubernur memasuki areal gubernuran dan berhenti persis dekat gerbang mushalla. Terlihat gubernur Sumbar Irwan Prayitno bergegas turun dan memasuki mushalla.  Raut wajah beliau menyiratkan keletihan, namun dengan tetap tersenyum dan bersemangat, beliau langsung bergabung dengan kami di mushalla, ikut melakukan iktikaf.

Tak heran jika beliau terlihat lelah, karena baru saja pulang dari kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Pasaman Barat. Jarak Kabupaten Pasaman dengan Kota Padang cukup jauh, perjalanan biasanyanya ditempuh selama 3,5 jam (dibantu forerider). Tanpa forerider, perjalanan bisa memakan waktu 2 jam lebih lama. Karena itu, jika acara Safari Ramadhan di Pasaman selesai pukul 22.00 WIB, tak heran jika beliau sampai lagi di Padang sekitar sekitar pukul 01.30 atau lebih.

Kami yang sebelumnya nyaris tak mampu menahan kantuk, terjaga seketika. Sungkan rasanya beliau yang baru saja dari perjalanan jauh, tak menyerah melawan kantuk dan tampak masih bersemangat. Apakah kami yang tak mengikuti perjalanan mesti menyerah? Segera kami kembali membuka lembaran kitab suci Al Qur’an lalu bertadarus.

Sekitar pukul 03.00 WIB Irwan, tentu saja disusul oleh kami semua mengambil wudhu, bersiap untuk melakukan qiyamullail (shalat malam). Shalat malam biasanya diimami oleh seorang ustad yang biasanya seorang hafiz quran dan baik bacaannya. Usai shalat malam, dilanjutkan dengan ceramah agama.

Setelah ceramah agama kami makan sahur dengan nasi bungkus. Semua sama, termasuk ajudan, pegawai rumah tangga, sopir, satpol PP,  kami makan sahur bersama dengan menu nasi bungkus, termasuk Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Meski Cuma dengan nasi bungkus, namun terasa nikmat dalam suasana kebersamaan diiringi sejuknya udara subuh  ketenangan batin. Usai sahur, kami berwudhu, bersiap-siap melaksanakan shalat subuh. Usai shalat subuh berjamaah, barulah ritual iktikaf berakhir.

Membuat Biogas Plastik Di Kab. Solok

 Assalamu alaikum wrwb. Apa kabar sobat semua? Kali ini saya ingin berbagi tentang pembuatan biogas plastik. Foto-foto ini saya ambil sewaktu pelatihan kelompok tani di Kabupaten Solok Sumatera Barat.
 

Pertama buat lubang dengan ukuran panjang 6 meter, lebar 75 cm dan dalam 35 cm


Bersihkan akar-akar, atau benda tajam yang bisa menembus plastik


Pasang plastiknya, saya menggunakan plastik polyetilen 0,2 ini plastik paling tebal disini.



Ikat ujung plastik dengan pipa 3 inchi 1 meter untuk pipa keluar. saya menggunakan tali dari ban dalam bekas untuk mengikat. sambungkan plasti dengan pipa 1/2 inchi menggunakan soket drat luar (SDD) dan soket drat dalam (SDD). untuk ring nya saya buat dari ban dalam atau selendang ban mobil. maaf fotonya tidak lenggkap. Buat pengaman dengan menggunakan botol bekas yang diisi air buat sambungan T dan masukkan pipa sampai terendam kedasar botol. pasang plastik penampung gas sementara.



Ambil kotoran sapi atau kerbau kemudian tambahkan air kemudian aduk sampai terlarut.


Pasang kompor biogasnya, yang ini menggunakan kompor satu tungku yang dimodifikasi

Alhamdulillah biogasnya sudah berhasil sekarang dan sudah dipakai





10 Penyebab Bisnis Kambing Gagal



 Sobat Peternak Kambing, ini catatan diskusi penyebab kegagalan bisnis kambing dan sudah ditambah pengalaman para senior

Ada Sepuluh (10) Sebab Mengapa Sebuah Bisnis Gagal
1) Tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik (78%)
2) Terlalu optimistis pada sales dan dana yang diperlukan (73%)
3) Tidak mengenali atau mengabaikan kelemahan-kelemahannya dan tidak berusaha mencari bantuan (70%)
4) Lemah dalam keterampilan dan pemahaman manajemen arus kas (82%)
5) Tidak memiliki pengalaman bisnis yang cukup atau bisnisnya tidak relevan dengan pengalaman
berbisnis sebelumnya (63%)
6) Tidak punya kebijakan harga dengan baik (77%)
7) Tidak berusaha memahami atau bahkan mengabaikan kompetitornya (55%)
8) Merekrut karyawan yang tidak tepat (56%)
9) Tidak mempromosikan bisnisnya dengan baik (64%)
10) Tidak melakukan positioning perusahaannya dengan baik (71%)
(Angka berdasarkan riset John Murphy
Peternakan Kambing Umbansari Pekanbaru 

Agus Wawan Mblitar Nah....menarik ini....usaha peternakan itu kan modalnya besar.....pernahkah kita membuat perencanaan bisnis ( farm bussines plan) sebelumnya ?
78% usaha ternak gagal karna tdk memiliki perencanaan bisnis ternak yang baik !
Peternakan Kambing Umbansari Pekanbaru Betul akibat tdk mdi rencanakan yg baik , satu kandang pembibitan kambing jawa randu tinggal album foto
Marsono Gembala Farm Direncana baik aja meleset apalagi yg tidak
Yudi Kampong Embik menyusun rencana berarti berusaha secara sistematik memutuskan hal-hal yang akan dilakukan, gali ilmunya, bgmn ttg bibit yg baik, kandang yg baik, pakan yg baik, bgmn penyakitnya, cara menghindarinya, cara mengobatinya, dll, persiapkan dengan sumberdaya yang ada, tdk usah memaksakan diluar kemampuan, segera lakukan, evaluasi, rencanakan lagi berukutnya, dst....
Fahmi Thalib kalo ada yg bisa membuat bisnis plan untuk peternakan agar peternak pemula dapat memetakan usahanya!
Agus Wawan Mblitar Point 4. Ini tentang manajemen cash flow farm......cash flow itu segala nya....ibaratnya jantung perusahaan. Perputaran uang Harus di kelola dg baik agar tdk cash bleeding alias tidak mampu bayar....akhirnya jual ternak dg harga murah untuk nutupi cash flow...
Point 6. Ini tentang pricing strategy.....bagaimana produk farm anda bisa memperoleh harga jual yang bagus. Selain strategi pemasaran, strategi harga juga sangat berperan dalam mendapatkan keuntungan bagi farm
Point 10. Ini tentang strategy farm positioning.....siapa nama farm yang kawan kawan ingat ketika saya sebut " pabrik cempe " ? Pasti farm nya pak didik Bhumi Nararya Farm kan ? Atau.....yang anda ingat ketika saya sebut " farm spesialis kambing kontes".....pasti farm nya kang yanto Lurisae kan ? Nah.....itulah strategi farm positioning....positioning tidak hanya perlu di CIPTAKAN tapi JUGA PERLU DI REALISASIKAN dan DIKOMUNIKASIKAN dengan cara yang jitu !
Point 10 memudahkan konsumen menemukan anda ! .....coba test....saat nama farm.anda disebutkan, apa yg terlintas di benak konsumen anda.....itulah kekuatan farm positioning !
Bhumi Nararya Farm Monggo kita bedah hasil survey tsb di atas... Ternyata penyebab tertinggi bisnis gagal adalah nomor 4 dan terrndah adalah nomor 7. Artinya apa? Artinya penyebab utama bisnis gagal adalah karna kita sembrono dan tidak disiplin dalam hal keuangan
Mari kita survey secara sederhana saja, siapa diantara kita yg memisahkan uang kandang dg uang bukan kandang atau punya rekening bank khusus kandang? Saya yakin, pasti tidak banyak... (Saya salah satu yg kadang masih mencampur adukan)
.prinsip yg harus diingat dalam berusaha adalah sistem yg dbuat harus bisa dkerjakan dan sesuai dg kebutuhan kita. Salam sukses..
Lurisae Yang penting terus aja dijalani satu tujuan dulu dicermati dan ditekuni pasti selalu ada perbaikan. belajar langsung ke kandang juga harus and wajib.banyak ilmu disana
Ternak kambing sebenarnya mudah.saya orang bodoh aja bisa walau tak sempurna.....yang rumit itu malah TEORINYA
Peternakan Kambing Umbansari Pekanbaru Perencanaan bisnis yg baik itu bukan mesti pakai kalkulator, kalau kata Kambingetawa Galeri, menentukan arah beternak yg mau di garap , daging, susu, kontes, pembibitan, pengemulkan, atau yg lainnya. Kemudian setelah menentukan arah tentunya memilih dan memilah ternak yg bisa memaksimalkan tujuan tadi. Dll sebgainya
Kampoeng Cibinong Farm boleh saya tambahkan... pak Peternakan Kambing Umbansari Pekanbaru, dari ke 10 point memang berperan dalam keberhasilan maupun ke gagalan dalam usaha/ternak kalau tidak di manage dengan baik.... tapi menurut saya ada faktor lain yg tidak kalah penting lainnya yaitu "MENTALITAS" pengusaha.
Coba kita lihat pengusaha yg sukses, pasti mereka pernah mengalami yg namanya kerugian bahkan kebangkrutan tapi mereka bangkit, karena mereka mempunyai mental pengusaha.
Beda dengan orang yg bermental pekerja mereka "ALERGI" dengan kata "rugi" apalagi "bangkrut". Mereka lebih senang disuruh2 bos, tiap akhir bulan gajian, tiap tahun ngerengek minta naik gaji.
Nah jika mentalitas pekerja masih di bawa ke dunia usaha pasti ra karu karuan... untuk memulai usaha saja ngitungnya lamaaaa bingit, setelah berjalan, yang ada baru sekali rugi sudah nyerah...

Dari ke 10 poit diatas, menurut saya yg paling penting adalah point 1, yg lain bisa dibenahi setelah usaha berjalan. Tentukan fokus ternak breeding, fattening or milk.
Maaf jika ada yg tidak berkenan.
Peternakan Kambing Umbansari Pekanbaru KEPANTASAN SUKSES
* Salah satu yg membuat kita pantas sukses adalah miliki Prinsip PUASA DULU..BARU MERAYAKAN.
* Managemen keuangan, cash flow, dll, merupakan syarat penting kesuksesan bisnis, tetapi menahan diri dari keinginan DIANGGAP KAYA jauh lebih penting. Seuatu yg dogmatis bagi Businessman adalah menangguhkan kesenangan.
* sifat terburu- buru dlm bisnis ( Al Aj'lu Fil Tijaroh) tidak hanya akan memangkas nafas kesuksesan kita, tetapi memaksa kita menghadirkan karakter syetan dlm diri kita. Dan sifat AL Aj'lu itu merupakan sifat unik syetan yg melahirkan kesombongan dan membuat syetan terlempar dari komunitas surga (mahluq sukses).
* Businessman atau Investor adalah orang yang sadar untuk tidak menikmati semua kesenangan & kenikmatan pada saat ini dan ditukar dengan kesenangan & kenikmatan berlipatganda pada waktu yang akan datang.
* Seorang petani akan menyisihkan sebagian hasil panennya untuk ditanam kembali pada musim yang akan datang. Dia menangguhkan kesenangan untuk menjual semua hasil panen hari ini.
* Disebuah gurun pasir yang gersang terdapat satu-satunya pompa air tua dan disisi pompa tadi terdapat satu buah ember kecil berisi air dan diatas ember tadi terdapat tulisan “Jika anda menginginkan air maka jangan minum air ember ini. Tuangkan air ini ke dalam pompa untuk memancing air keluar dari pompa tadi. Dan setelah anda puas maka isi ember ini kembali”.
Bagaimana seandainya kita tidak mampu menangguhkan keinginan kita untuk langsung minum air dari ember tadi ?
* Semua sifat dari investasi adalah :
Memberi dulu baru mendapat. Menanam dulu baru panen. tak sedikit, kita temukan kegagalan businisman bukan krn lemahnya competence tetapi rapuhnya mental shg mrk rela membuat lubang dan jebakan yg menjungkalkan bisnis dan masa depannya.
* Seberapapun besar omset dan keuntungan kita.. jika " pasak lebih besar daripada tiang".. Pasti...bisnis kita cepat menemui ajalnya.
🍒allahu a'lam Bisshowab..
Dinok Rejeki Pinginnya ikut nyampaiin uneg2 hati dan di pikiran ini tp kok sungkan tp saya suka sekali mengikuti pembahasan ttg bisnis berternak yg bkn sekedar hobby tp menguntungkan di masa depannya.efektif biaya,waktu dan penjualan hasil yg tdk ribet agar ada perputaran modal yg seimbang,dulu saya kepincut berternak modal 500 rb bisa kaya,pada kenyataan stlh di jalani 5jt,50jt,100 jt masih aja kurang....hihi,kadung basah antara hidup dan tenggelam kita blm tahu,wacana pembahasan ini yg saya maksut sangat bermanfaat.
Suryono seperti "menanam padi. ..udah pasti rumput ikut tumbuh jika menanam rumput jangan harap tumbuh padi..". dalam suatu usaha yg barokah menurut saya bukan mutlak menghasilkan laba yg besar tapi seberapa besar manfaatnya untuk orang lain dan diri kita.