Membuat Biogas Plastik



 Bahan yang diperlukan : plastik putih tebal, kalo disini adanya 0,2 panjang 7 meter untuk digester dan 3 meter untuk penampung gas. pipa 4 inchi 1 meter dua buah, pipa 1/2 inchi 3 batang (sesuai dengan jarak ke kompor) botol bekas dengan permukaan halus, botol air mineral 1600 cc, sambungan pipa L 4 dan T : 2 buah, stop kran 2 buah, kompor rakitan, tali dari ban dalam

 Langkah pertama buat lubang lebar 60 cm, dalam 50 dan panjang 6 meter
buat lubang keluargasnya dengan drat pipa setengah. gunakan ban dalam dan bekas botol untuk membuat ringnya. kemudian ikatkan pipa 4 inchi dengan plastik untuk membuat lubang masuk dan keluar.  setelah semua ok letakkan dilubang yang telah dibuat. sebaiknya lubang disemen biar aman. sebaiknya pipa masuk dan keluar ini disemen akar kuat. prinsipnya pipa keluar harus lebih rendah dari pada pipa masuk. atur ketinggioan cairan 3/4 dan 1/4 nya ruang untuk gas, caranya dengan menyetel ketinggian pipa keluar.
buat juga  pengaman agar tidak meledak sekaligus sebagai penjebak uap air. selanjutnya silahkan lihat gambar. bila belum jelas silahkan telepon ke no hpku diatas.


Menu Pakan Kering Untuk Menyambut Lebaran


Bagi peternak menyambut lebaran tidak hanya cukup menyiapkan baju baru dan kue lezat. Pakan kambing juga harus disiapkan, kalo tidak bisa terganggu jadwal silaturahim dan jadwal wisata dengan keluarga. Kita sebagai peternak harus punya stok pakan minimal seminggu. Ada beberapa alternatif yang bisa kita lakukan adalah membuat hay (hijauan kering) dan silase.
Saya akan berbagi pengalaman tentang pemakaian hay (hijauan kering). Kebetulan pada akhir Ramadan kantor lagi panen kedelai dan memotong rumput dilingkungan kantor. Jerami kedelai dan rumput kering inilah yang saya jadikan pakan kambing saya. Saya tidak melakukan perlakuan apa-apa pada jerami kedelai dan rumput kering baik amoniasi, silase maupun fermentasi. Saya hanya menambahkan comboran dedak dan ampas tahu tambah garam dan mineral serta  saya siapkan air minum yang cukup. Ini adalah beberapa fotonya.
Rumput kering dan jerami kedelai
Kambing sedang makan jerami kedelai
Kambing dan domba sedang makan rumput kering
Kambing dan domba sedang makan rumput kering
Kambing sedang makan jerami kedelai
Kambing sedang makan jerami kedelai
Kambing bebas keluar masuk kandang, disediakan tempat pakan diluar
Air minum tersedia setiap saat

Leguminosa Pakan Ternak

 1. Calliandra calothyrsus/kaliandra
Deskripsi
- Leguminosa pohon, perennial
- Daun majemuk
- Bunga berbentuk kupu-kupu
- Batang bercabang banyak dan berkayu


 2. Centrosema pubescens
Asal : Amerika Selatan
Deskripsi
- Legume perennial, batang menjalar
- Daun trifoliat
- Batang tidak berkayu meskipun telah berumur 18 bulan
- Tahan kering
- Perbanyakan dengan biji


 3. Clitoria ternatea
Asal : Asia bagian tropis
Deskripsi
- Legume perennial, dapat menjalar tinggi
- Sebagai pencegah erosi
- Daun dan polongan yang masih muda dimakan ternak
- Sistem perakaran dalam


 4. Gliricidia sepium/gamal
Asal : Amerika Tengah
Deskripsi
- Leguminosa pohon, perennial
- Batang berkayu dan cepat tumbuh
- Daun majemuk warna hijau
- Bunga warna ungu sampai ungu muda bercampur putih


 5. Leucaena leucocephala/lamtoro
Asal : Amarika Tengah
Deskripsi
- Berupa pohon tidak berduri dan selalu hijau
- Perakaran dalam, tinggi antara 2-10 meter
- Daun berkarang, bunga membentuk pola warna putih kekuningan
- Dikembangkan dengan biji


 6. Sesbania sesban
Deskripsi
- Pertumbuhannya cepat
- Perakarannya dangkal
- Tidak tahan kering
- Dapat tumbuh baik di daerah tropis yang lembab


 7. Sesbania grandiflora/turi
Asal : Srilanka
Deskripsi
- Pertumbuhannya cepat
- Cabang sedikit, polong panjang
-Tumbuh subur di tanah sawah
- Dapat tumbuh baik di daerah tropis yang lembab dengan curah hujan 2000 mm/tahun
st

8. Stylosanthes guianensis
Asal : Amerika Tengah, Amerika Selatan
Deskripsi
- Leguminosa perennial, dengan tumbuh tegak atau semi tegak
- Tinggi dapat mencapai 1,5 meter
- Daunnya trifoliat dengan anak daun warna hijau berbantuk langset dengan ujunya meruncing
- Bunganya kecil berwarna kuning atau putih
- Buahnya berbantuk polong

Teknologi Biogas

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Sumber energi Biogas yang utama yaitu kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain 1 m3 Biogas setara dengan :

Tabel kesetaraan biogas dengan sumber bahan bakar lain

Bahan Bakar
Jumlah
Elpiji
0,46
Minyak tanah
0,62
Minyak Solar
0,52
Bensin
0,80
Gas Kota
1,50
Kayu Bakar
3,50 kg

Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian. Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.

Di negara Cina Sejak tahun 1975 "biogas for every household". Pada tahun 1992, 5 juta rumah tangga di China menggunakan biogas. Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian. Kemudian di negara India Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biogas Development" oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tangga menggunakan biogasReaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan dengan drum serta dengan bahan baku kotoran ternak dan limbah pertanian. Dan yang terakhir negara Indonesia Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek Pengembangan Biogas dengan dukungan dana dari FAO dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi. Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yang diperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar. Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah.

sumber : http://www.alpensteel.com/article/67-107-energi-bio-gas/263--teknologi-pembuatan-biogas-secara-sederhana

Pembuatan Pupuk Cair Plus Dari Urine



Oleh : Supriyadi
HP : 085272572011
Blog : supriyadi-teknologi.blogspot.com
FB : Supriyadi Prima Farm

Bahan :
1.       Urine 100 liter
2.       Air kelapa 30 liter
3.       Gula 1 kg
4.       Urea 1 kg
5.       Stardek 1 kg/ EM 4 1 liter

Cara pembuatan

1.       Campurkan 30 liter air kelapa + 1 kg gula + 1 liter EM4 atau stardek 1 kg
2.       Campurkan larutan no 1 dengan urine 100 liter
3.       Taburkan urea dalam larutan no 2
4.       Peram selama minimal 1 minggu
5.       Pupuk cair plus bisa digunakan

Cara penggunaan
1.       Dapat disemprotkan melalui daun dengan dosis 1-2 liter pupuk cair plus per 15 liter air/1 tangki semprot
2.       Dikocor dengan dosis 1-2 liter ditambah dengan 10-15 liter air. Dikocor ke akar sebanyak 200-240 cc atau 1 gelas untuk tanaman sayur (cabe, tomat dll)
3.       Untuk menghemat tenaga, bisa dilakukan bersama dengan waktu kocor NPK

Manfaat kompos
1.       Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
2.       Sebagai sumber hara makro dan mikro
  1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah,
  2. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya.
  3. Mengurangi polusi udara
  4. Meningkatkan kesuburan tanah,
  5. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah,
  6. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah,
  7. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen),
  8. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman,
  9. Mengurangi pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman,
  10. Meningkatkan ketersediaan hara di dalam tanah.