Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan.
Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya
khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.
Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang
hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah
Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan
kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah
bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia
masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi,
kehidupan ibarat roda yang berputar.
>
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada
diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan
50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu
para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji.
Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji
sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan
Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun
baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh
mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di
kompleks perumahan Pesona Depok.
Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang
menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka
bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang
yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.
Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai
berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja
sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek
sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x
15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.
Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana
sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam
jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid
Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis
bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah,
rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau
bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya
digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada
1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang
beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona
Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.
Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini
telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona
khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4
masih dalam tahap pematangan tanah.
Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga
600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat
yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan,
dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang
dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan
pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap
orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat.
Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang
Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka
saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan
atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan
menjadi seperti ini.
“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang
sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua
harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam
bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa
masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah
disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat
menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini
berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata
Fauzi.
Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.
“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk
kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan
selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp
70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.
“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”
sumber http://arifperdana.wordpress.com/2007/10/28/kisah-sukses-mantan-seorang-petugas-keamanan/
Tampilkan postingan dengan label Kisah pengusaha sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah pengusaha sukses. Tampilkan semua postingan
Pedagang Sayur Yang Menyumbang Hampir 3 M
Pedagang sayur di sebuah pasar di Taitung Taiwan sudah menyumbang
hampir Rp 3 M selama 16 tahun ini. Padahal dia juga bukan seorang yang
kaya raya. Apa yang memotivasi dia menyumbang? Dan bagaimana pula dia
mengumpulkan uang hingga sebanyak itu?
Sosoknya
sangat sederhana, selayaknya pedagang sayur di kios kecil. Tapi yang
mencengangkan dari Chen Shu-chu, si pedagang sayur itu, dia sudah
menyumbang hampir Rp 3 M dalam 16 tahun terakhir ini.
Padahal, omzet penjualan sayur Chen Shu-chu tidak jauh beda dengan
pedagang-pedagang lainnya. Namun ada yang membedakan Chen Shu-chu dengan
pedagang lain.
”Ada dua tujuan ketika saya berjualan. Menabung, kemudian mendermakan uang itu,” kata Chen Shu-chu, pedagang sayur di pasar di Taitung, Taiwan. Itulah yang membedakan Chen Shu-chu dengan pedagang-pedagang lainnya.
Dan, karena kedermawanannya itu Chen Shu-chu masuk dalam daftar 100 Orang Berpengaruh versi Majalah Times tahun 2010, katagori pahlawan. Selain itu ia juga menjadi salah satu Hero of Philanthropy versi Forbes Asia.
Padahal dengan rendah hati, Shu-chu selalu berujar bahwa apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang istimewa. ”Ini sesuatu yang sederhana dan setiap orang bisa melakukannya. Di luar sana banyak orang yang melakukan sesuatu lebih hebat dari saya,” katanya merendah.
Tapi, jika ada seseorang yang bisa menyumbang lebih besar dari penghasilannya, hanya sedikit orangnya dan Shu-chu salah satunya. Hidupnya didedikasikan untuk membantu sesama.
Rp 3 M sudah ia sumbangkan kepada sesama. Sekitar Rp 300 juta Shu-chu sumbangkan untuk yayasan anak-anak pada 2004.
Rp 1,3 M didonasikan untuk membangun perpustakaan di sekolah tempat dia bersekolah dulu. Shu-chu juga memberikan Rp 280 juta untuk yayasan anak yatim piatu Kids Alive International dan tambahan Rp 100 juta untuk mengasuh tiga anak di yayasan itu pada 2006.
Tahun ini Shu-chu menyiapkan dana sekitar Rp 2,9 M untuk membantu pendidikan dan kesehatan masyarakat miskin. Nah, jika itu yang ia lakukan, siapa yang bisa menandingi?
Lantas, apa yang memotivasi Shu-chu menyumbang secara rutin dengan jumlah yang sangat besar itu? ”Dulu saya pernah dibantu, sekarang giliran saya membantu,” katanya.
Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal Shu-chu menyumbang. ”Tahun 1994, ayah saya meninggal dan beliau mewariskan uang sekitar Rp 250 juta dari asuransi jiwa. Tapi tidak sepeser pun saya menggunakan uang tersebut, karena itu memang bukan uang saya,” tuturnya.
Karenanya agar uang itu benar-benar bermanfaat, Shu-chu menyumbangkan keseluruhannya ke Fo Guang Shan Monastery sebuah organisasi amal masyarakat Buddha.
Dari jumlah itu Shu-chu menambahkan Rp 34 juta dari tabungannya sebagai bakti kepada ayah yang sudah membesarkannya. ”Dengan uang itu saya berdoa agar arwah saya mendapat tempat yang layak di alam baka,” tambahnya.
Keluarga Miskin
Shu-chu
sendiri terlahir di keluarga miskin. Ayah dan ibunya hanya penjual
sayur di pasar. Ia memiliki enam saudara yang hidupnya sangat bergantung
dari hasil jualan sayur itu.
”Kami benar-benar miskin ketika saya kecil. Saya ingat adik saya
sakit, tapi kami tidak bisa membawanya ke rumah sakit karena kami sama
sekali tidak punya uang,” kenangnya.
Untunglah guru-guru di sekolahnya menggalang dana untuk adik Shu-chu. Hingga akhirnya si adik berhasil sembuh. Sejak saat itu Shu-chu berjanji dalam hati, kelak ia akan membantu sesamanya jika sudah bisa mencari uang sendiri.
Ujian yang diterima Shu-chu ternyata belum berhenti. Ketika berusia 13 tahun, sang ibu meninggal dunia. Sebagai anak tertua, Shu-chu merasa terpanggil untuk membantu ayahnya berjualan.
Ia pun harus berhenti sekolah dan total mengabdikan hidupnya untuk mencari nafkah. Dari penghasilannya setiap hari, Shu-chu selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung.
Hal itu dilakukan setiap hari. Hingga pada jumlah tertentu, Shu-chu mendonasikan kepada anak-anak yatim piatu.
Memang tidak setiap tahun Shu-chu menyumbang, tapi setiap hari dia konsisten menabung. Paling tidak Rp 30 ribu ia sisihkan untuk ditabung.
Demi tabungan Rp 30 ribu setiap hari itu, Shu-chu harus bekerja selama 18 jam sehari. ”Saya bangun jam tiga pagi setiap harinya, kemudian mengambil sayuran dari pasar induk dan dibawa ke pasar kecil tempat saya berjualan,” tuturnya.
Mulai pukul 04.00 hingga 20.00, Shu-chu bekerja di pasar. Ia hanya makan sekali sehari agar bisa menyisihkan uang lebih banyak.
Hal itu dilakukan setiap hari tanpa lelah dan mengeluh selama 46 tahun. ”Memang melelahkan dan kadang membosankan. Tapi, saya berusaha melakukannya dengan ikhlas karena saya memiliki niat untuk menyumbang lebih banyak lagi dari penghasilan saya setiap harinya,” kata Shu-chu.
Rela Tidak Menikah
Demi
mendapatkan uang yang banyak dan tanggung jawab terhadap adik-adiknya,
banyak yang harus dikorbankan Shu-chu. Selain sekolah, Shu-chu juga rela
tidak menikah.
Padahal ketika berusia 20-an tahun, Shu-chu nyaris mendapat
kesempatan itu. ”Iya, saya memang tidak menikah, tapi sempat hampir.
Waktu itu usia saya baru 20-an tahun, kemudian ayah saya mendekati saya
dan menanyakan mana yang lebih penting, kehidupan pribadi saya atau
saudara-saudara saya?” kenang Shu-chu.
Shu-chu pun berpikir ulang, kemudian memutuskan untuk tidak menikah. ”Saya menyadari apa gunanya hidup bahagia sementara saudara-saudara saya menderita. Toh itu juga tidak akan membuat saya bahagia,” katanya.
Dengan ikhlas Shu-chu pun tetap melajang hingga usia hampir enam dasawarsa ini. ”Kebahagiaan keluarga saya lebih penting. Setelah mereka bahagia baru memikirkan kebahagiaan saya sendiri,” imbuhnya.
Dengan melajang, Shu-chu juga merasa lebih fokus dalam menjalankan misinya. ”Andaikan saya berkeluarga, tentu saya tidak bisa berdonasi lebih banyak. Karena tentunya banyak kebutuhan yang harus saya penuhi,” kata Shu-chu lagi.
Lantas, adakah saran atau nasihat agar orang lain bersedia mendonasikan uangnya untuk orang lain? ”Aduh, setiap orang kan memiliki prinsip sendiri-sendiri. Saya berkomitmen beramal karena dulu saya pernah dibantu. Kemiskinan itu sangat mengerikan, karena keluarga saya sangat miskin dulu. Jadi, saya ingin mengurangi kemiskinan sesuai kemampuan saya,” sarannya.
Menurut Shu-chu, setiap orang juga bisa beramal. Tidak perlu menjadi kaya untuk bisa melakukannya.
”Ada dua tujuan ketika saya berjualan. Menabung, kemudian mendermakan uang itu,” kata Chen Shu-chu, pedagang sayur di pasar di Taitung, Taiwan. Itulah yang membedakan Chen Shu-chu dengan pedagang-pedagang lainnya.
Dan, karena kedermawanannya itu Chen Shu-chu masuk dalam daftar 100 Orang Berpengaruh versi Majalah Times tahun 2010, katagori pahlawan. Selain itu ia juga menjadi salah satu Hero of Philanthropy versi Forbes Asia.
Padahal dengan rendah hati, Shu-chu selalu berujar bahwa apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang istimewa. ”Ini sesuatu yang sederhana dan setiap orang bisa melakukannya. Di luar sana banyak orang yang melakukan sesuatu lebih hebat dari saya,” katanya merendah.
Tapi, jika ada seseorang yang bisa menyumbang lebih besar dari penghasilannya, hanya sedikit orangnya dan Shu-chu salah satunya. Hidupnya didedikasikan untuk membantu sesama.
Rp 3 M sudah ia sumbangkan kepada sesama. Sekitar Rp 300 juta Shu-chu sumbangkan untuk yayasan anak-anak pada 2004.
Rp 1,3 M didonasikan untuk membangun perpustakaan di sekolah tempat dia bersekolah dulu. Shu-chu juga memberikan Rp 280 juta untuk yayasan anak yatim piatu Kids Alive International dan tambahan Rp 100 juta untuk mengasuh tiga anak di yayasan itu pada 2006.
Tahun ini Shu-chu menyiapkan dana sekitar Rp 2,9 M untuk membantu pendidikan dan kesehatan masyarakat miskin. Nah, jika itu yang ia lakukan, siapa yang bisa menandingi?
Lantas, apa yang memotivasi Shu-chu menyumbang secara rutin dengan jumlah yang sangat besar itu? ”Dulu saya pernah dibantu, sekarang giliran saya membantu,” katanya.
Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal Shu-chu menyumbang. ”Tahun 1994, ayah saya meninggal dan beliau mewariskan uang sekitar Rp 250 juta dari asuransi jiwa. Tapi tidak sepeser pun saya menggunakan uang tersebut, karena itu memang bukan uang saya,” tuturnya.
Karenanya agar uang itu benar-benar bermanfaat, Shu-chu menyumbangkan keseluruhannya ke Fo Guang Shan Monastery sebuah organisasi amal masyarakat Buddha.
Dari jumlah itu Shu-chu menambahkan Rp 34 juta dari tabungannya sebagai bakti kepada ayah yang sudah membesarkannya. ”Dengan uang itu saya berdoa agar arwah saya mendapat tempat yang layak di alam baka,” tambahnya.
Keluarga Miskin
Shu-chu
sendiri terlahir di keluarga miskin. Ayah dan ibunya hanya penjual
sayur di pasar. Ia memiliki enam saudara yang hidupnya sangat bergantung
dari hasil jualan sayur itu.Untunglah guru-guru di sekolahnya menggalang dana untuk adik Shu-chu. Hingga akhirnya si adik berhasil sembuh. Sejak saat itu Shu-chu berjanji dalam hati, kelak ia akan membantu sesamanya jika sudah bisa mencari uang sendiri.
Ujian yang diterima Shu-chu ternyata belum berhenti. Ketika berusia 13 tahun, sang ibu meninggal dunia. Sebagai anak tertua, Shu-chu merasa terpanggil untuk membantu ayahnya berjualan.
Ia pun harus berhenti sekolah dan total mengabdikan hidupnya untuk mencari nafkah. Dari penghasilannya setiap hari, Shu-chu selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung.
Hal itu dilakukan setiap hari. Hingga pada jumlah tertentu, Shu-chu mendonasikan kepada anak-anak yatim piatu.
Memang tidak setiap tahun Shu-chu menyumbang, tapi setiap hari dia konsisten menabung. Paling tidak Rp 30 ribu ia sisihkan untuk ditabung.
Demi tabungan Rp 30 ribu setiap hari itu, Shu-chu harus bekerja selama 18 jam sehari. ”Saya bangun jam tiga pagi setiap harinya, kemudian mengambil sayuran dari pasar induk dan dibawa ke pasar kecil tempat saya berjualan,” tuturnya.
Mulai pukul 04.00 hingga 20.00, Shu-chu bekerja di pasar. Ia hanya makan sekali sehari agar bisa menyisihkan uang lebih banyak.
Hal itu dilakukan setiap hari tanpa lelah dan mengeluh selama 46 tahun. ”Memang melelahkan dan kadang membosankan. Tapi, saya berusaha melakukannya dengan ikhlas karena saya memiliki niat untuk menyumbang lebih banyak lagi dari penghasilan saya setiap harinya,” kata Shu-chu.
Rela Tidak Menikah
Demi
mendapatkan uang yang banyak dan tanggung jawab terhadap adik-adiknya,
banyak yang harus dikorbankan Shu-chu. Selain sekolah, Shu-chu juga rela
tidak menikah.Shu-chu pun berpikir ulang, kemudian memutuskan untuk tidak menikah. ”Saya menyadari apa gunanya hidup bahagia sementara saudara-saudara saya menderita. Toh itu juga tidak akan membuat saya bahagia,” katanya.
Dengan ikhlas Shu-chu pun tetap melajang hingga usia hampir enam dasawarsa ini. ”Kebahagiaan keluarga saya lebih penting. Setelah mereka bahagia baru memikirkan kebahagiaan saya sendiri,” imbuhnya.
Dengan melajang, Shu-chu juga merasa lebih fokus dalam menjalankan misinya. ”Andaikan saya berkeluarga, tentu saya tidak bisa berdonasi lebih banyak. Karena tentunya banyak kebutuhan yang harus saya penuhi,” kata Shu-chu lagi.
Lantas, adakah saran atau nasihat agar orang lain bersedia mendonasikan uangnya untuk orang lain? ”Aduh, setiap orang kan memiliki prinsip sendiri-sendiri. Saya berkomitmen beramal karena dulu saya pernah dibantu. Kemiskinan itu sangat mengerikan, karena keluarga saya sangat miskin dulu. Jadi, saya ingin mengurangi kemiskinan sesuai kemampuan saya,” sarannya.
Menurut Shu-chu, setiap orang juga bisa beramal. Tidak perlu menjadi kaya untuk bisa melakukannya.
”Beramal itu membahagiakan. Ada perasaan berbeda ketika bisa membuat orang lain tertawa. Wah, benar-benar tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Karenanya saya akan terus beramal,” tegasnya.
”Bagi saya, uang itu akan bermakna jika dimanfaatkan mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
sumber http://pempeknyonya.com/pempek/2011/11/chen-shu-chu-pedagang-sayur-yang-dermawan/
10 Kisah orang Bodoh yang Akhirnya Sukses
Albert Einstein
Sumber : pempeknyonya
Siapa yang belum tahu Albert Einstein?
Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori
relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia
adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme.
Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.
Aristotle Onassis
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari
perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir
dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di
kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia,
tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda,
dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di
antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses
secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus,
bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini.
Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.
Thomas Alva Edison
Suatu hari, seorang bocah berusia 4
tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa
secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu terhenyak membaca surat
ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan
anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tommy kecil adalah Thomas Alva
Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia.
dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun
itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju. Siapa yang
sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta
keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya
adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak
menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
Chris Gardner
Sudah pernah nonton film atau baca
buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul
Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan
tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal
istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah
dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus
berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses,
motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner
Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.
Ludwig Van Beethoven
Jika anda mengenal seorang wanita yang
sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua
buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap
sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan
kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah
satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu
tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung
dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia
menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5
piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet
gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.
Louis Braille
Louis Braille mengalami kerusakan pada
salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak
sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari
perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic
ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang
lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad
Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang
tidak tahu Abjad Braille?
Abraham Lincoln
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik
orang-orang yang benar-benar berani gagal. Dari semua kegagalan yang
pernah dia alami, berikut ini diantaranya :
- Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
- Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
- Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
- Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
- Gagal memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
- Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
- Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
- Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
- Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
- Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
- Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
- Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860 dilantik
sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden yang
sukses dalam sejarah Amerika.
Bill Gates
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates?
William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah
pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak
AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya
di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam
orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga
2007). Siapa sangka dia DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja
sebagai Office Boy
Mark Zuckerberg
Nah, yang satu ini dinobatkan sebagai
miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.
Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard,
ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak
seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs
tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark
pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta
US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari
viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling
mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp.
9,500,000,000,000).
Adam Khoo
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia
adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan
TV. Baik main PS atau nonton TV.Adam Khoo pun dikenal sebagai anak
bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk
ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam
SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di
Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan
membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya
memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis
ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis
dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.Kisah bisnis Adam
dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis
berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam
Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah
para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura.
Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
Sumber : pempeknyonya
Jangan Menilai Orang Dari Bajunya
Seorang
wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian
sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan
dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
Mereka meminta janji. Sang
sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang
kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan
mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan
Harvard”, kata sang pria lembut. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang
Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu
mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan
patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai
frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang
pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui
mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang
Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan
mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.
Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian
usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul.
Sang Pemimpin Harvard, dengan
wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami
memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat
menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia
meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya,
di suatu tempat di kampus ini, bolehkan?” tanyanya, dengan mata yang
menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak
tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,”
katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap
orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat
ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita
menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan.
Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar
matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang
mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa
harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya
untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita
terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari
mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan,
“Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa
tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin
Harvard menampakkan kebingungan.
Mr. dan Mrs. Leland Stanford
bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto,
California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang
nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi
diperdulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford
University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
Kita, seperti pimpinan Harvard
itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa
yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita
selalu abai, karena baju-baju,acap menipu.
Sumber : pempeknyonya.com
http://maskolis.blogspot.com/2011/11/jangan-menilai-seseorang-dari-bajunya.html
KISAH SUKSES CIPUTRA MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA
KISAH SUKSES CIPUTRA MAESTRO REAL ESTATE INDONESIA

Ciputra adalah pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast internasional. Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang menguntungkan. Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing.
Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno. Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi. Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf. Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21. Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.
sumber : http://kisah-kisah-inspiratif.blogspot.com/2010/08/kisah-sukses-ciputra-maestro-real.html
Sukamdani Sahid Gitosardjono
Sukamdani Sahid Gitosardjono



Bermula dari Percetakan
Mulai terjun dalam dunia wiraswasta setelah menikah dengan Juliah, putri Mangkunagaran, Solo. Ketika itu, 1953, Sukamdani S. Gitosardjono mendapat pinjaman uang Rp 25 ribu dari mertuanya. Mas Kam -- demikian panggilan akrabnya -- mendirikan percetakan yang letaknya di rumah sederhananya di Jakarta. Tempat itu kemudian berubah menjadi hotel megah, Hotel Sahid Jaya, miliknya.
Usahanya ketika itu hanya dengan dua buah mesin cetak hand press, dengan bantuan dua orang pekerja. Mas Kam sendiri yang membeli kertas ke Jalan Tiang Bendera, Jakarta. Ia pula yang mengantar dan menjemput pesanan cetak, termasuk menagih biaya cetak. ''Naik turun oplet, tak heran, saya banyak kenalan nonpri,'' katanya mengenang masa dulu.
NV Harapan Massa, percetakan yang didirikannya itu, berjalan lancar. Tahun 1958, Mas Kam pun berhasil mengembangkan usahanya. Ia mendirikan, sekaligus menjadi Presiden Direktur, PT Tema Baru yang juga bergerak dalam bidang percetakan dan penerbitan. Perusahaan itu mendapat order dari Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan. Mesin cetaknya pun sudah lebih modern. Dan pada tahun 1962, Mas Kam sudah punya tiga percetakan di Jakarta, serta satu lagi di Solo.
Sehari-hari ia berkantor di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. Kalau di sana tak dijumpai, Mas Kam bisa ditemui di kantornya yang lain, Kadin Indonesia. Menjadi Ketua Umum Kadin sejak 1982, mengalahkan saingan kuatnya, Probosutedjo. Tahun 1985 ia terpilih lagi menjadi Ketua Umum Kadin.Begitu terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia, yang dibenahinya pertama kali adalah hubungan antara pengusaha pri dan nonpri. Jika hal itu tidak ditangani secara berhati-hati, katanya, akan bisa menimbulkan gejolak sosial. Di bawah pimpinannya, Kadin merintis hubungan dagang langsung dengan RRC. Penandatanganan perjanjian perdagangan antara Kadin dan Badan Promosi Perdagangan Internasional RRC dilaksanakan di Hotel Shangrila, Singapura, Juli 1985. Ini boleh disebut karya besar Mas Kam, walaupun dalam hal ini, ia sangat berhati-hati mengeluarkan komentar.
Didampingi oleh Juliah yang dinikahinya pada 1953, Sukamdani disiplin dalam bekerja. Ia mengaku, sehari bekerja 15 jam, 12 jam disebutnya bekerja produktif, dan tiga jam nonproduktif. Pukul lima pagi hingga setengah delapan, ia menyiapkan pembagian kerja, yang mana untuk Sahid Group, dan yang mana untuk Kadin. Pukul delapan ia berangkat ke kantor dan bekerja hingga pukul enam petang. Sesudah itu ia mulai bekerja nonproduktif, yakni menghadiri undangan atau kegiatan sosial.
Hotelnya kini berpencar di kota-kota: Solo, Semarang, Yogya, Surabaya, Manado, dan Jakarta. Seluruhnya ada 823 kamar. Semua hotelnya memakai nama Sahid, untuk mengenang nama ayahnya, Sahid Djogosentono. ''Saya tak pernah berputus asa. Mengerjakan sesuatu selalu sampai tuntas,'' katanya tentang sukses bisnisnya.
Sebuah contoh adalah usahanya mendirikan pabrik semen di Palimanan, Cirebon. Pabrik yang dirintis sejak 1974 itu macet karena tidak ada kecocokan dengan mitra asingnya dari Swiss. Ia kemudian mengadakan introspeksi. ''Kok harus selalu dengan asing, mengapa tidak dengan swasta nasional?'' Ia lalu menggandeng Liem Sioe Liong. Dan berhasil.
Berdirilah PT Tridaya Manunggal Perkasa Semen, sebuah usaha patungan yang mengelola pabrik semen Palimanan. Pabrik yang bernilai sekitar 300 juta dolar AS itu, tahun 1985 sudah berproduksi 1,2 juta ton.
Ayah lima anak ini selalu menyiapkan kader-kader untuk melanjutkan usahanya. Kader itu bukan saja dari keluarga dekat, tetapi juga dari para karyawannya sendiri. Sudah banyak karyawannya yang dididik untuk menduduki jabatan pimpinan. Di bidang perhotelan, Sahid Group bahkan mempunyai akademi sendiri.
Mas Kam juga gemar golf. ''Untuk mengalihkan konsentrasi pikiran dari tugas rutin,'' katanya.
***
Prof. DR. H. Sukamdani S. Gitosardjono
Sukamdani's name is often connected with hotels. In several big cities in Indonesia, people can easily find Sahid hotel as one of the big famous hotels in that city. The existence of Sahid hotel network could not be separated from the founder's profile, Sukamdani Sahid Gito Sardjono. Mr. Sardjono is not only active as a national entrepreneur, but he is also known as an active person in state activities, also as a person who has special attention to state problems.
As an entrepreneur, Sukamdani is a successful national figure in various areas, from hotels, property, trade, industry, etc.
As a well-known organizer, Sukamdani successfully led Indonesia's Chamber of Commerce for two periods, from 1982-1998, while at the same time he also took part in the release of Law No. I/1987 about Indonesia's Chamber of Commerce. He is also entrusted by a lot of other business organizations with the chairman position.
His involvement in state matters has taken him to the position as member of the Supreme Advisory Council and he was also Vice-Chairman for Economy, Finance and Industry Commission (EKUIN), in 1988-1993. Mr. Sukamdani was also active as the People's Consultative Assembly member in 1987 - 1999 period.
With his tons of activities, it is not a surprise to find Mr. Sukamdani rewarded by various medal/star of honor from Indonesian government, and the highest is Mahaputera Medal of Star. From abroad, he received honors from Japanese Government and the People's Republic of China Government. As an appreciation for Mr. Sukamdani's role in improving Indonesia and Japan's trade and investment relations, the Japanese Government rewarded him medal of honors: Order of Rising Sun, Gold and Silver Star (1993). On 1994, Chinese government rewarded him the honor of People's Friendship Ambassador for Mr. Sukamdani's role in promoting the recovery of Indonesia-China direct trade relations, a start for the re-establishment of Indonesia and the People's Republic of China diplomatic relations back in 1990.
His concern for education has inspired him to establish Sahid Jaya Foundation, a foundation with concern in prosperity, education and social areas. As the founder of Indonesia's Hotel and Restaurant Association, Mr. Sukamdani always have his eyes in tourism issues. Sahid Tourism Education Institution is a pioneer for the establishment of other tourism schools, because at that time there was no formal education institution in tourism. In the past, Sahid education institution was the only integrated tourism education institution, with its relatively short course-time, high-school, academy, Tourism High School (STP) until university for Bachelor and Master Degrees.
As a reward for his contribution to education, in 1986, Sukamdani was rewarded doctor honoris causa degree in Economy and Social Sciences from Takoshoku University, in Tokyo, Japan and doctor honoris causa degree in Social, Education and Economy Sciences from European University, Antwerpen, Belgium in the same year. In 1997, before his 70th birthday, Mr. Sukamdani had the honor to receive Professor degree for Economy Sciences from Luohe University, Henan, People's Republic of China.
Various activities and the honors he received reflected his involvement in various aspects of life. Sukamdani said, the key to his success is balance in everything, physically and mentally, materially and spiritually.
Sahid's Projects
Hotels, apartments and offices build by Sahid Group are property businesses. PT. Hotel Sahid Jaya International is the flag of Sahid's core business in hotel industry has been registered in the stock exchange (go public). With the intention of exercising effectiveness and efficiency in similar business, PT. Hotel Sahid Jaya International made a liquidation of 8 Sahid hotels all over Indonesia, so in the future there will be only one company in hotel industry which has hotel network every where, in Indonesia and abroad. Right now, Sahid has 18 hotels, where the management contract is owned wholly or partially, also the ones where the management contract is under Sahid Hotel Network management.
Besides Sahid Jaya Hotel and Istana Sahid Apartment, located in an area of 5,5 hectares in the Jenderal Sudirman golden triangle, soon they will build Sahid Tower for office and Sahid Perdana as boutique hotel, shopping center, supermarket and food center. The four buildings will be integrated in one area called Sahid City Superblock or Sahid Pura Kencana, which will be an answer to executives need for a total activity in one area to make the best of their time. The whole project hopefully will be fully established in next 5 years.
Projects
• Hotel Sahid Jaya Jakarta
• Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang
• Hotel Sahid Bandar Lampung
• Hotel Sahid Raya Solo
• Hotel Sahid Kusuma Raya Solo
• Hotel Sahid Raya Yokyakarta
• Hotel Sahid Surabaya
• Hotel Sahid Legi Mataram
• Hotel Sahid Kawanua
• Hotel Sahid Manado
• Hotel Sahid Toraja
• Hotel Sahid Mariat Sorong
• Hotel Sahid Jaya Makasar
• Hotel Sahid Raya Pekanbaru
• Hotel Sahid Medan
• Hotel Sonni Putri Galeria, Bali
• Hotel Sahid Rasinta Batam
APA yang Anda lakukan di bulan madu?
"Kalau mereka, ternyata bukan bermesra-mesraan, melainkan langsung mendirikan perusahaan dan bekerja keras. Maka sampai sekarang, kita boleh saja iri melihat mereka sejak pagi di lapangan golf, siang sampai malam selalu berdua terus," kata Menko Kesra Jusuf Kalla.
Sementara Aburizal Bakrie, Ketua Kadin, melukiskan, "Kalau umur saya baru 25 tahun, tidak mungkin saya berani menikah dengan gadis berusia 19 tahun. Minta keluar dari pegawai negeri, kawin, dan mendirikan perusahaan berdua...."
Tetapi, itulah yang dilakukan oleh pasangan Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Juliah. Hasilnya, "... Pak Sukamdani sukses dalam merintis bisnis, benar-benar sebuah keberanian luar biasa," kata Jusuf Kalla, Senin (2/6) malam, di Hotel Sahid Jaya Jakarta, ketika memperingati 50 tahun Sahid Group.
"Saya memang sudah bekerja di Kementerian Dalam Negeri. Namun, kariernya nanti paling jadi camat, maksimal bupati. Apa cukup uang kalau sudah kawin dan punya banyak anak?" kata Sukamdani. Bisnis pertama yang dia tekuni adalah membikin percetakan dengan dua mesin cetak hand press buatan Solo, Juni tahun 1953, hanya beberapa hari sesudah menikah.
Pengusaha berusia 75 tahun dan punya beragam usaha, dari hotel sampai pertekstilan, mengatakan," Wah kalaumengapa percetakan, saya sendiri juga enggak tahu. Tetapi, apa pun bisnis yang kita terjuni, syaratnya satu, jujur dan harus bekerja dengan tekun...." (jup)
Kawin Emas Prof Dr Sukamdani SG
PENGUSAHA Prof Dr H Sukamdani Sahid Gitosardjono, kemarin memperingati perkawinannya yang ke-50 atau Kawin Emas di Sala. Peringatan ditandai dengan penanaman pohon beringin sebanyak 50 batang di lingkungan kampus Akademi Pariwisata Sahid, Sala. Pada acara itu, Sukandami menceritakan perjalanan perkawainannya dengan istrinya, Ny Juliah. Malam harinya bertempat di Hotel Sahid Kusuma, satu dari dua hotelnya di Sala, diadakan buka bersama bersama anak yatim piatu dan pemberian santunan dilanjutkan syukuran. ►e-ti, dari berbagai sumber.
Perjalanan Sukses John Fredriksen, Taipan Kaya Dari Norwegia
Dengan mendekap harta senilai US$ 7,7 miliar, majalah Forbes menempatkan Fredriksen sebagai orang terkaya di dunia urutan ke-88. Fredriksen juga adalah orang dengan pendapatan terbesar di Norwegia.
Pundi-pundi kekayaannya terus terisi setelah pada 2006, melalui Seadrill, Fredriksen membeli saham Smedvig, perusahaan minyak lepas pantai terbesar dan tertua di Norwegia. Dengan akusisi tersebut, ia menguasai 51,24% suara dan 52,27% saham Smedvig.
Tapi akhirnya Fredriksen menjadi pemegang saham tunggal Smedvig setelah Noble Corp menjual kepemilikannya kepada Seadrill. Valuasi Seadrill terus menanjak dari sebelumnya hanya US$ 200 juta pada 2005 menjadi US$ 3,25 miliar di 2010.
Maklum, di bisnis pengeboran laut dalam, Seadrill memang memiliki modal yang kuat untuk bersaing. Dari 39 alat bor tercanggih di dunia, 12 di antaranya milik Seadrill. Alat bor tersebut mampu melakukan operasi hingga kedalaman 7.500 kaki di bawah laut.
Kelebihan Seadrill dalam penguasaan teknologi membuatnya memiliki kemampuan lebih dalam menentukan tarif sewa. Saat ini, Seadrill menetapkan tarif sewa sebesar US$ 600.000 per hari untuk satu alat atau mesin bor.
Alat bor memang memegang peranan penting dalam bisnis pengeboran minyak laut dalam. Fredriksen sangat optimistis, bisnis pengeboran laut dalam akan semakin cerah di masa mendatang. Pemerintah Amerika Serikat mencatat, minyak mentah yang dipompa dari laut dalam melonjak hampir dua kali dalam kurun waktu 2005-2010 menjadi sekitar 11 juta barel per hari.
Pundi kekayaan Fredriksen yang kedua adalah Frontline, salah satu perusahaan kapal tangker minyak terbesar dunia yang berbasis di Hamilton, Bermuda. Sekarang, Frontline memiliki 90 kapal tangker dengan wilayah operasi yang membentang dari perairan Alaska, Teluk Meksiko, lepas pantai Brasil hingga Afrika Barat.
Kekayaan Fredriksen terus bertambah seiring keberhasilannya melalui Frontline mendapatkan 9,6% saham Overseas Shipholding Group, perusahaan perkapalan tergede sejagad awal 2010.
Salah satu kelebihan Frontline adalah keberhasilannya memanfaatkan perubahan besar dalam industri kapal tangker. Pascatumpahan minyak dari kapal Erika yang mengalami kecelakaan di perairan Prancis pada 1999 lalu, Frontline pun mulai meninggalkan model lambung kapal tunggal.
Frontline adalah satu dari sedikit perusahaan yang menggunakan lambung kapal ganda, yang memiliki ruang ekstra antara lambung dengan tangki penyimpanan minyak. Ruang ekstra tersebut untuk meminamilisir risiko tumpahnya minyak saat terjadi kecelakaan. Frontline mengusung motto: Pelayaran Kapal Tangker yang Aman.
Perkembangan bisnis perkapalan Frontline juga tak lepas dari kenaikan biaya pelayaran kapal tangker pada 2001 yang merupakan biaya tertinggi selama 30 tahun terakhir. Penyebabnya, peningkatan permintaan minyak di wilayah-wilayah, seperti Alaska dan Meksiko. Serta, kemunculan China dan India sebagai negara pengimpor minyak utama.
Untuk mengontrol ketiga tambang emasnya tersebut, pengusaha berusia 66 tahun ini, menjalankan Seadrill, Frontline Ltd dan Golar LNG melalui perusahaan investasi miliknya Hemen Holdings dan Meisha. (Kontan.co.id) sumber : http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/41515-perjalanan-sukses-john-fredriksen-taipan-kaya-dari-norwegia.html
Buah Manis Kerja Keras, Bruce Halle Jadi Miliuner AS
Tak ada yang mudah dalam perjalanan hidup dan bisnis Bruce Halle sampai
menjadi miliuner dalam bisnis ritel di Amerika Serikat. Kerja keras
telah membawanya sebagai orang paling kaya nomor 488 di dunia versi
Majalah Forbes dengan kekayaan mencapai US$ 2 miliar. Ia memiliki
jaringan toko ban terbesar dari sisi penjualan. Usaha yang dirintis
mulai 40 tahun lalu itu, kini sudah mencapai ratusan toko. Bahkan,
Halle menargetkan jumlah gerainya menyentuh angka 1.000.
Bruce Halle lahir di Springfield, Massachusette, Amerika Serikat pada 1930. Saat berusia 18 tahun, ia masuk ke Eastern Michigan University. Namun, baru dua tahun duduk di bangku kuliah, Halle memilih bergabung dengan korps Angkatan Laut untuk bertempur dalam Perang Korea.
Tiga tahun ia ikut bertempur, sebelum akhirnya kembali ke kampus dan menyabet gelar sarjana administrasi bisnis tiga tahun kemudian. "Saya memang selalu ingin kembali dan menyelesaikan kuliah," kata Halle.
Usai merampungkan studinya, ia mencoba pelbagai pekerjaan, mulai dari tenaga lanskaper, janitor hingga penjaga bar. Halle pun pernah menjadi penjual asuransi jiwa. Sebagai agen asuransi, ia banyak bertemu orang untuk menjajakan produk.
Saat itulah, ia bertemu dengan teman semasa SMA dahulu. Dari situ, ia tahu beberapa temannya yang memiliki usaha penjualan ban dan aksesori mobil sedang mengalami kesulitan.
Halle lalu ditawari untuk bergabung dalam bisnis penjualan ban. Walau tak punya cukup uang, ia nekad masuk dengan meminjam uang dari teman SMA yang lain. Dengan uang hasil pinjaman sebesar US$ 5.000, ia mendapat 25% saham toko ban temannya.
Tapi, usaha penjualan ban ini tak sesuai dengan harapan. Halle hanya bertahan dua setengah tahun. Setelah itu, dua temannya memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. "Saya mendapatkan 25% aset dan utang, dan mereka memperoleh 75% dari aset dan utang," ungkap Halle.
Walau hasilnya kurang menggembirakan, Halle menyukai bisnis penjualan ban. Oleh karena itu, ia memberanikan diri membuka satu toko sendiri. Pada 1960, Halle membuka toko pertamanya yang bernama Discount Tire di Stadium Boulevard, Ann Arbor, Michigan. Modalnya, berasal hasil pembagian aset yang ia terima.
Waktu itu, Halle bekerja hanya dibantu seorang pensiunan pegawai negeri sipil dengan inventaris berupa empat ban vulkanisir dan dua ban baru. Ia merangkap sebagai teknisi ban, akuntan, dan bagian bersih-bersih.
Sebagai pedagang yang baru membuka toko sendiri untuk pertama kali, Halle mendapat bermacam tantangan. Apalagi, saat itu, dia tidak memiliki kompresor udara. Yang ia punya hanyalah enam ban dan satu tangki udara portabel. Makanya, Halle terpaksa harus berlari ke stasiun pengisian gas terdekat untuk memompa ban, ketika ada orang yang membeli ban-ban yang dijualnya.
Halle yang kala itu berusia 30 tahun berharap, saban hari minimal bisa menjual lima ban sehingga bisa membayar cicilan utang. Terlebih, selain utang, ia juga harus menghidupi istri dan dua anaknya, serta membayar gaji pegawainya. "Saya hanya mencoba bertahan hidup, mencoba membeli roti dan susu, serta membayar sewa," kata Halle dalam wawancara dengan Tire Business.
Kerja keras Halle berbuah manis. Halle bisa membuka toko ban yang kedua dan menambah jumlah pekerja, walaupun dia sendiri masih sering bolak-balik ke kedua tokonya yang berlokasi di Michigan. Pada, 1966, Halle membeli pengganti ban otomatis untuk mempermudah pekerjaan.
Usahanya terus berkembang, 10 tahun kemudian ia sudah memiliki tujuh toko. Bahkan, di 1970, Halle melakukan ekspansi usaha dengan membuka toko di Negara Bagian Arizona. "Dari semua toko tersebut, tiga di antaranya memiliki omzet bagus," kata Halle.
Meski keuntungan tidak merata, Halle sadar betul, begitulah cara bisnis berjalan. Sambil terus membenahi toko keenam dan ketujuh, ia bertahan dulu untuk menstabilkan pendapatan di toko-toko yang sudah ada. Itu sebabnya, ia tidak terburu-buru untuk membuka cabang lagi. (Kontan.co.id), sumber : http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/41600-buah-manis-kerja-keras-bruce-halle-jadi-miliuner-as.html
Bruce Halle lahir di Springfield, Massachusette, Amerika Serikat pada 1930. Saat berusia 18 tahun, ia masuk ke Eastern Michigan University. Namun, baru dua tahun duduk di bangku kuliah, Halle memilih bergabung dengan korps Angkatan Laut untuk bertempur dalam Perang Korea.
Tiga tahun ia ikut bertempur, sebelum akhirnya kembali ke kampus dan menyabet gelar sarjana administrasi bisnis tiga tahun kemudian. "Saya memang selalu ingin kembali dan menyelesaikan kuliah," kata Halle.
Usai merampungkan studinya, ia mencoba pelbagai pekerjaan, mulai dari tenaga lanskaper, janitor hingga penjaga bar. Halle pun pernah menjadi penjual asuransi jiwa. Sebagai agen asuransi, ia banyak bertemu orang untuk menjajakan produk.
Saat itulah, ia bertemu dengan teman semasa SMA dahulu. Dari situ, ia tahu beberapa temannya yang memiliki usaha penjualan ban dan aksesori mobil sedang mengalami kesulitan.
Halle lalu ditawari untuk bergabung dalam bisnis penjualan ban. Walau tak punya cukup uang, ia nekad masuk dengan meminjam uang dari teman SMA yang lain. Dengan uang hasil pinjaman sebesar US$ 5.000, ia mendapat 25% saham toko ban temannya.
Tapi, usaha penjualan ban ini tak sesuai dengan harapan. Halle hanya bertahan dua setengah tahun. Setelah itu, dua temannya memutuskan untuk menghentikan usaha mereka. "Saya mendapatkan 25% aset dan utang, dan mereka memperoleh 75% dari aset dan utang," ungkap Halle.
Walau hasilnya kurang menggembirakan, Halle menyukai bisnis penjualan ban. Oleh karena itu, ia memberanikan diri membuka satu toko sendiri. Pada 1960, Halle membuka toko pertamanya yang bernama Discount Tire di Stadium Boulevard, Ann Arbor, Michigan. Modalnya, berasal hasil pembagian aset yang ia terima.
Waktu itu, Halle bekerja hanya dibantu seorang pensiunan pegawai negeri sipil dengan inventaris berupa empat ban vulkanisir dan dua ban baru. Ia merangkap sebagai teknisi ban, akuntan, dan bagian bersih-bersih.
Sebagai pedagang yang baru membuka toko sendiri untuk pertama kali, Halle mendapat bermacam tantangan. Apalagi, saat itu, dia tidak memiliki kompresor udara. Yang ia punya hanyalah enam ban dan satu tangki udara portabel. Makanya, Halle terpaksa harus berlari ke stasiun pengisian gas terdekat untuk memompa ban, ketika ada orang yang membeli ban-ban yang dijualnya.
Halle yang kala itu berusia 30 tahun berharap, saban hari minimal bisa menjual lima ban sehingga bisa membayar cicilan utang. Terlebih, selain utang, ia juga harus menghidupi istri dan dua anaknya, serta membayar gaji pegawainya. "Saya hanya mencoba bertahan hidup, mencoba membeli roti dan susu, serta membayar sewa," kata Halle dalam wawancara dengan Tire Business.
Kerja keras Halle berbuah manis. Halle bisa membuka toko ban yang kedua dan menambah jumlah pekerja, walaupun dia sendiri masih sering bolak-balik ke kedua tokonya yang berlokasi di Michigan. Pada, 1966, Halle membeli pengganti ban otomatis untuk mempermudah pekerjaan.
Usahanya terus berkembang, 10 tahun kemudian ia sudah memiliki tujuh toko. Bahkan, di 1970, Halle melakukan ekspansi usaha dengan membuka toko di Negara Bagian Arizona. "Dari semua toko tersebut, tiga di antaranya memiliki omzet bagus," kata Halle.
Meski keuntungan tidak merata, Halle sadar betul, begitulah cara bisnis berjalan. Sambil terus membenahi toko keenam dan ketujuh, ia bertahan dulu untuk menstabilkan pendapatan di toko-toko yang sudah ada. Itu sebabnya, ia tidak terburu-buru untuk membuka cabang lagi. (Kontan.co.id), sumber : http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/41600-buah-manis-kerja-keras-bruce-halle-jadi-miliuner-as.html
Mendirikan Bisnis Pribadi Saat Jadi Karyawan Kantoran
Siapapun kita, jika masih menjadi karyawan saja tentunya akan terus
merasakan sekat-sekat ketidakbebasan untuk meraih pendapatan yang besar.
Kalaupun tidak punya malu dan tanggung jawab pada diri, keluarga dan
Tuhan jalan pintas menghalalkan segala cara ditempuh untuk meraih
pendapatan yang lebih tinggi, korupsi. di satu sisi jika ingin keluar
dari perusahaan masih butuh pemikiran beribu-ribu kali. Lalu, bagaimana
kita bisa mendapatkan tambahan income tanpa harus meninggalakan status
karyawan?
Karyawan bergaji dobel atau bahkan lebih, kenapa tidak??? karyawan jadi Bos, kenapa tidak??? bukanlah aib jika seorang karyawan memiliki gaji dobel atau bahkan lebih, bukanlah aib seorang karyawan bisa menjadi bos di luar perusahaan dimana ia bekerja. Jika karyawan memanfaatkan fasilitas kantor untuk urusan pribadi termasuk bisnis, itu barulah bisa dikatakan aib (kecuali perusahaan mengizinkan karyawannya untuk menggunakan fasiltas kantor untuk kepentingan pribadi termasuk berbisnis).
Banyak orang yang mulai membangun bisnisnya tapi masih enggan meninggalkan statusnya sebagai karyawan kantoran. Banyak yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal. Bagaimana agar Anda menjadi salah satu dari mereka yang berhasil?
Tentu Anda sudah banyak mendengar saran bahwa jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah usaha tersebut sebelum ia keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Memang, ini saran yang bagus, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk menjalankannya.
Pertama, orang tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan membangun bisnis. Umumnya, karena terikat jam kerja dan komitmen terhadap pekerjaan di kantor, ia hanya punya waktu sedikit untuk memikirkan bisnisnya.
Padahal jika targetnya ingin menjadi murni pembisnis, maka ia harus bisa membangun bisnisnya dengan serius agar nantinya ia bisa membayar biaya hidup sehari- hari.
Kedua, ia tentu tak ingin bisnis yang sedang dibangun diketahui atasan. Ini tentu saja karena setiap karyawan tidak ingin dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi atau berkomitmen tinggi terhadap perusahaan.
Karena itulah, peraturan penting bagi mereka yang ingin memulai bisnis saat masih menjadi karyawan ialah jangan membawa atau mengerjakan bisnis Anda di kantor.
Memang godaan fasilitas di kantor bisa saja membuat seseorang tertarik untuk mengerjakan bisnisnya di waktu luang di kantor, tapi privasi di kantor yang tidak bisa dijamin bisa jadi malah membahayakan statusnya sebagai karyawan.
Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh agar seorang karyawan bisa tetap merintis usahanya? Deborah A Bailey, penulis buku "Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life", memberikan tipsnya.
Cari waktu atau tanggal yang tepat untuk mengerjakan bisnis tersebut secara penuh atau full time.
Cobalah membuat target yang realistik, artinya cobalah untuk menetapkan tanggal yang nyaman bagi diri sendiri dan yakin bahwa di waktu yang ditetapkan bisa menangani bisnis dengan baik.
Cek pengeluaran
Seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun bisnis tersebut serta biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi. Mereka yang sedang merintis karier harus mampu mengurangi pengeluaran. Pasalnya, jika nanti ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sementara bisnisnya belum mapan maka masalah pengeluaran akan menjadi masalah besar.
Mulailah untuk membayar tagihan kartu kredit
Siapkan rencana untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit. Siapkan juga rencana bujet untuk pengembangan bisnis.
Bersiap untuk bekerja sendiri
Jika bisnis yang direncanakan lebih banyak dilakukan di rumah dan tanpa rekan kerja atau asisten, bersiaplah untuk bekerja seorang diri. Siapkan juga jaringan kerja atau jaringan pertemanan agar nantinya berguna saat bisnis sudah berjalan sepenuhnya.
Buatlah sebuah misi atau target yang ingin dicapai dalam bisnis tersebut
Target bisa dibuat dalam bentuk business plan atau sebuah pernyataan misi bisnis. Yang penting isinya menyangkut inti dari bisnis tersebut dan mengapa mengerjakan bisnis itu. Ingatlah bahwa memilih untuk berbisnis tidak hanya sekadar keinginan untuk tidak bekerja pada orang lain tapi mengetahui apa yang sedang dan akan dikerjakannya dalam bisnis tersebut.
Menjaga bisnis tetap berjalan
Bagaimana jika meninggalkan pekerjaan dengan segera bukanlah menjadi prioritas? Bagaimana jika pekerjaan di kantor dan bisnis atau usaha sampingan ingin dijalankan secara bersamaan? Bailey memberikan saran sebagai berikut.
Buat batasan
Klien dalam bisnis bisa saja meminta waktu lebih, tapi prioritas tetaplah pekerjaan di kantor. Seseorang yang memilih untuk membagi pekerjaannya antara karyawan sekaligus pengusaha harus mampu mengatakan pada kliennya bahwa ia punya waktu yang terbatas untuk menangani bisnis. Tetaplah memprioritaskan pekerjaan daripada nantinya dipecat dari pekerjaan karena tidak mampu bekerja dengan baik.
Berhati-hatilah dalam menggunakan social media.
Berhati-hatilah jika ingin mempromosikan bisnis secara online karena bisa jadi perusahaan mengecek aktivitas karyawannya di dunia online. Jika bisnis yang dikerjakan berada di bidang yang sama dengan pekerjaan tetap, maka hindari berkompetisi secara langsung di dunia online.
Jangan tergoda menghamburkan pendapatan
Memiliki usaha sampingan sudah pasti akan memberikan tambahan pendapatan setiap bulannya. Namun, jangan lantas membuat penghasilan tambahan itu mendorong untuk memperbesar pengeluaran per bulan. Tak ada gunanya jika penghasilan bertambah tapi pengeluaran untuk hal yang bukan prioritas juga bertambah. Lebih baik uangnya digunakan untuk mengembangkan usaha.
Sadar ataupun tidak setiap hari harta yang kita miliki cenderung merosot nilainya disebabkan inflasi yang terus menggerogot sehingga kenaikan sebesar apapun dari gaji kita terasa takkan pernah cukup terlebih jika penyakit konsumtif selalu menghinggap dalam diri. Jika melihat tabunganpun belum seberapa dan cenderung terkuras baik oleh penyakit tadi atau bahkan oleh maling yang meng-klaim ATM milik kita alias dibobol.
Memang tak dapat dipungkiri jika karyawan berbisnis pastilah membutuhkan energi lebih dan strategi yang oke dalam mengatur segala aktifitas kerja dan bisnis. Tentunya, seorang karyawan akan memulai dengan mengorbankan tenaga waktu dan uang untuk menjadikan bisnis yang sedang dibangunnya dapat menjadi kerajaan bisnis yang kokoh sebelum memutuskan fokus pada bisnisnya sendiri. Ekstra time dalam bekerja bukanlah part time mau tak mau harus disadari oleh seorang karyawan di saat merintis bisnis. ekstra, karena waktu kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore berada di kantor milik orang lain jika pun dipakai paling tidak hanya satu jam saat istirahat (terlalu sedikit waktu). maka, mau tak mau waktu di luar jam tersebutlah aktifitas bisnis dibangun.
Untuk mensiasati waktu dan tenaga seorang karyawan dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang yang dipercayainya sekaligus tetap mengontrol kerajaan bisnis yang baru dibangunnya, hanya sedikit mengorbankan dana.
Banyak peluang usaha yang dapat dijalankan oleh seorang karyawan, antara lain:
1. Bisnis pulsa; bisnis pulsa adalah salah satu peluang yang mudah untuk dijalankan oleh seorang karyawan. Seorang karyawan bisa memanfaatkan HPnya sendiri dengan mendaftarkan HPnya untuk berbisnis pulsa elektrik. Banyak yang gratis untuk pendaftaran, seorang karyawan hanya diminta untuk deposit sesuai kemampuan keuangannya. Selanjutnya tinggal ditawarkan ke rekan-rekan kerja atau sanak-keluarga, tapi hati-hati banyak penawaran bisnis pulsa dalam bentuk "jaringan" yang hanya sebagai kamuflase bisnis karena intinya tidak berbisnis pulsa tapi berbisnis jaringan atau menjual keanggotaan saja.
2.Keagenan; banyak peluang keagenan yang ditawarkan lihat saja di beberapa tabloid usaha hanya dengan 200 ribu sampai 500 ribu kita bisa menjadi agen salah satu produk seperti agen dan distributor produk sendal unik, obat-obat herbal, buku, dan lain sebagainya.
3. MLM; tak sedikit orang yang kecewa dan trauma jika mendengar kata MLM. Bagi karyawan yang memiliki sedikit kesulitan dalam presentasi ataupun merekrut bahkan menjual produk khusus sebaiknya dipikir berkali-kali untuk menjadi member salah satu MLM.
4. Freelance; seorang karyawan bisa mengambil job di luar waktu kerjanya. Jual keahlian yang dimiliki seperti mengajar, menjadi trainer ataupun tutor, design, dan masih banyak lagi.
5.Toko online; cukup beli domain dan hosting plus mencari distributor ataupun membuat produk sendiri selanjutnya jual via internet. Jika tidak memiliki kemampuan untuk membuat sebuah toko online bisa di outsourcekan saja ke orang lain untuk semua perangkat yang terkait dengan website dan internet. Ajak kerjasama orang-orang yang paham dunia internet dan toko online.
6.Franchaise dan kemitraan; semua sistem dan produk sudah disiapkan oleh pemilik frainchaise dan franchaisee (yang mengambil franchaise) tinggal menjalankan sistem dan promosi. Banyak franchaise ataupun kemitraan yang hanya membutuhkan modal sedikit kok.
Sering-sering baca tabloid usaha dan bisnis atau searching di internet terkait dengan peluang-peluang bisnis dan jalankan!
Naik jabatan memang menyenangkan bagi hampir semua orang. Namun, di balik itu, bos baru yang mantan karyawan harus bisa mengatur gaya kepemimpinannya agar bisa mengatur anak buah yang dulu adalah rekan kerjanya.
Dalam kondisi ekonomi yang cenderung stabil, Anda bisa jadi mendapatkan promosi jabatan yang sedari dulu sudah Anda idamkan. Jabatan baru tersebut tentu menyenangkan Anda.
Namun, posisi baru itu juga berarti bahwa Anda harus mampu berkomunikasi baik dengan rekan-rekan kerja, terutama rekan kerja yang akan langsung menjadi bawahan.
Mengapa komunikasi menjadi penting? Sebab, kesuksesan kepemimpinan terletak pada kemampuan atasan untuk membangun hubungan kerja yang positif dengan bawahannya.
Atasan juga harus bisa mengambil otoritas dan keputusan yang tegas, memiliki misi yang jelas agar bawahan mampu bekerja dengan baik. Tentu saja tak mudah untuk membangun komunikasi yang baik, sekaligus tegas kepada bawahan yang tadinya adalah rekan kerja Anda.
Robert Half International meramu beberapa strategi untuk membantu Anda atau siapa pun yang ingin membangun komunikasi dengan baik sebagai atasan baru.
Bertemu dengan anak buah
Ini adalah agenda pertama yang harus Anda lakukan. Cobalah melakukan pertemuan empat mata terhadap masing-masing anak buah dan pastikan agar mereka mengerti beberapa hal yang menjadi tujuan Anda dalam memimpin mereka.
Beberapa hal yang harus Anda tekankan dan harus mereka pahami ialah perannya di departemen yang Anda pegang, termasuk tanggung jawab yang harus mereka pikul.
Arahan ini patut dilakukan karena bisa jadi ada perubahan di departemen yang kini Anda pimpin. Selain itu, sampaikan harapan harapan Anda untuk mereka. Misalnya Anda menginginkan copywriter agar bisa lebih proaktif dalam melakukan survei untuk kepentingan kampanye yang baru.
Anda juga bisa meminta staf yang paling berpengalaman untuk mengambil tanggung jawab yang lebih banyak.
Pahami bawahan
Tak hanya menyampaikan harapan, sebagai atasan, Anda juga harus mencoba mengenali karakter masing-masing anak buah dan memahaminya. Ini penting agar Anda bisa membantu mereka menampilkan kekuatan terbaiknya tanpa harus merasa tertekan.
Selain itu, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pandangan atau masukan demi kebaikan departemen yang Anda pimpin. Minta mereka juga untuk memberikan solusinya agar masalah yang ada bisa dipecahkan bersama.
Buat batasan
Karena Anda dulunya berada dalam satu level bersama bawahan Anda yang sekarang, Anda harus mulai memikirkan batasan pergaulan Anda dengan mereka. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda masih bisa keluar dan bersenang-senang bersama mereka setelah pulang kerja? Apakah Anda masih bisa bergurau dengan mereka seperti dulu?
Memang, tak ada jawaban baku untuk hal ini, tapi satu hal yang jelas ialah, Anda harus bisa membuat batasan antara atasan dan bawahan. Misalnya saja, jika dulu masih menjadi bawahan, Anda sering mengeluh kepada rekan kerja tentang atasan atau kebijakan perusahaan.
Namun, kini karena Anda bagian dari tim manajemen, maka Anda tidak boleh lagi melakukannya. Jika ada masalah, maka Anda harus menyikapinya dengan bijak, misalnya dengan memberikan semangat, panduan, dan meyakinkan bawahan bahwa semuanya akan bisa dikendalikan.
Jangan punya anak emas
Salah satu rekan kerja Anda mungkin saja adalah teman dekat atau sahabat Anda. Namun, sebagai atasan, Anda harus bisa memperlakukan setiap staf dengan sama rata dan kepedulian yang juga sama.
Jika Anda hanya memberikan tugas tertentu kepada satu atau beberapa staf favorit Anda, maka hal tersebut bisa menimbulkan kecemburuan. Anda juga bisa dianggap mengabaikan talenta yang dimiliki staf yang lain.
Lagi pula tugas Anda sebagai atasan membuat setiap bawahan bekerja dengan produktivitas yang tinggi dan masing-masing memiliki beban kerja yang sepantasnya.
Bersikap tegas jika perlu
Beberapa bawahan bisa saja mengabaikan perintah Anda atau terlambat menyelesaikan pekerjaannya. Jika ini terjadi, Anda harus bersikap tegas pada mereka.
Tanyakan mengapa mereka bersikap seperti itu. Jika Anda anggap alasannya kurang kuat, Anda harus menegaskan kembali tugas mereka. Bahkan, untuk bawahan yang mungkin sudah Anda kenal bertahun- tahun, Anda harus tetap tegas agar tak menimbulkan kecemburuan staf yang lain.
Ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas Anda sebagai pemimpin untuk mampu membimbing semua karyawannya mencapai tujuan bersama.
Cari bimbingan
Tak peduli seberapa hebatnya Anda, Anda harus tetap berkonsultasi dengan orang-orang yang pernah menduduki jabatan seperti Anda. Tanyakan kepada mereka yang berhasil memotivasi dan mendorong anak buahnya untuk mencapai tujuan bersama, bagaimana langkah-langkah untuk bisa sukses berkomunikasi dan membimbing stafnya.
Yang harus Anda ingat, menjadi supervisor atau manajer adalah langkah pertama Anda menuju puncak karier. Jadi, jangan sampai kerja Anda sebagai atasan untuk pertama kalinya dinilai buruk oleh manajemen perusahaan. (fn/z2k/uk) www.suaramedia.com
Karyawan bergaji dobel atau bahkan lebih, kenapa tidak??? karyawan jadi Bos, kenapa tidak??? bukanlah aib jika seorang karyawan memiliki gaji dobel atau bahkan lebih, bukanlah aib seorang karyawan bisa menjadi bos di luar perusahaan dimana ia bekerja. Jika karyawan memanfaatkan fasilitas kantor untuk urusan pribadi termasuk bisnis, itu barulah bisa dikatakan aib (kecuali perusahaan mengizinkan karyawannya untuk menggunakan fasiltas kantor untuk kepentingan pribadi termasuk berbisnis).
Banyak orang yang mulai membangun bisnisnya tapi masih enggan meninggalkan statusnya sebagai karyawan kantoran. Banyak yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal. Bagaimana agar Anda menjadi salah satu dari mereka yang berhasil?
Tentu Anda sudah banyak mendengar saran bahwa jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah usaha tersebut sebelum ia keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Memang, ini saran yang bagus, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk menjalankannya.
Pertama, orang tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan membangun bisnis. Umumnya, karena terikat jam kerja dan komitmen terhadap pekerjaan di kantor, ia hanya punya waktu sedikit untuk memikirkan bisnisnya.
Padahal jika targetnya ingin menjadi murni pembisnis, maka ia harus bisa membangun bisnisnya dengan serius agar nantinya ia bisa membayar biaya hidup sehari- hari.
Kedua, ia tentu tak ingin bisnis yang sedang dibangun diketahui atasan. Ini tentu saja karena setiap karyawan tidak ingin dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi atau berkomitmen tinggi terhadap perusahaan.
Karena itulah, peraturan penting bagi mereka yang ingin memulai bisnis saat masih menjadi karyawan ialah jangan membawa atau mengerjakan bisnis Anda di kantor.
Memang godaan fasilitas di kantor bisa saja membuat seseorang tertarik untuk mengerjakan bisnisnya di waktu luang di kantor, tapi privasi di kantor yang tidak bisa dijamin bisa jadi malah membahayakan statusnya sebagai karyawan.
Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh agar seorang karyawan bisa tetap merintis usahanya? Deborah A Bailey, penulis buku "Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life", memberikan tipsnya.
Cari waktu atau tanggal yang tepat untuk mengerjakan bisnis tersebut secara penuh atau full time.
Cobalah membuat target yang realistik, artinya cobalah untuk menetapkan tanggal yang nyaman bagi diri sendiri dan yakin bahwa di waktu yang ditetapkan bisa menangani bisnis dengan baik.
Cek pengeluaran
Seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun bisnis tersebut serta biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi. Mereka yang sedang merintis karier harus mampu mengurangi pengeluaran. Pasalnya, jika nanti ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sementara bisnisnya belum mapan maka masalah pengeluaran akan menjadi masalah besar.
Mulailah untuk membayar tagihan kartu kredit
Siapkan rencana untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit. Siapkan juga rencana bujet untuk pengembangan bisnis.
Bersiap untuk bekerja sendiri
Jika bisnis yang direncanakan lebih banyak dilakukan di rumah dan tanpa rekan kerja atau asisten, bersiaplah untuk bekerja seorang diri. Siapkan juga jaringan kerja atau jaringan pertemanan agar nantinya berguna saat bisnis sudah berjalan sepenuhnya.
Buatlah sebuah misi atau target yang ingin dicapai dalam bisnis tersebut
Target bisa dibuat dalam bentuk business plan atau sebuah pernyataan misi bisnis. Yang penting isinya menyangkut inti dari bisnis tersebut dan mengapa mengerjakan bisnis itu. Ingatlah bahwa memilih untuk berbisnis tidak hanya sekadar keinginan untuk tidak bekerja pada orang lain tapi mengetahui apa yang sedang dan akan dikerjakannya dalam bisnis tersebut.
Menjaga bisnis tetap berjalan
Bagaimana jika meninggalkan pekerjaan dengan segera bukanlah menjadi prioritas? Bagaimana jika pekerjaan di kantor dan bisnis atau usaha sampingan ingin dijalankan secara bersamaan? Bailey memberikan saran sebagai berikut.
Buat batasan
Klien dalam bisnis bisa saja meminta waktu lebih, tapi prioritas tetaplah pekerjaan di kantor. Seseorang yang memilih untuk membagi pekerjaannya antara karyawan sekaligus pengusaha harus mampu mengatakan pada kliennya bahwa ia punya waktu yang terbatas untuk menangani bisnis. Tetaplah memprioritaskan pekerjaan daripada nantinya dipecat dari pekerjaan karena tidak mampu bekerja dengan baik.
Berhati-hatilah dalam menggunakan social media.
Berhati-hatilah jika ingin mempromosikan bisnis secara online karena bisa jadi perusahaan mengecek aktivitas karyawannya di dunia online. Jika bisnis yang dikerjakan berada di bidang yang sama dengan pekerjaan tetap, maka hindari berkompetisi secara langsung di dunia online.
Jangan tergoda menghamburkan pendapatan
Memiliki usaha sampingan sudah pasti akan memberikan tambahan pendapatan setiap bulannya. Namun, jangan lantas membuat penghasilan tambahan itu mendorong untuk memperbesar pengeluaran per bulan. Tak ada gunanya jika penghasilan bertambah tapi pengeluaran untuk hal yang bukan prioritas juga bertambah. Lebih baik uangnya digunakan untuk mengembangkan usaha.
Sadar ataupun tidak setiap hari harta yang kita miliki cenderung merosot nilainya disebabkan inflasi yang terus menggerogot sehingga kenaikan sebesar apapun dari gaji kita terasa takkan pernah cukup terlebih jika penyakit konsumtif selalu menghinggap dalam diri. Jika melihat tabunganpun belum seberapa dan cenderung terkuras baik oleh penyakit tadi atau bahkan oleh maling yang meng-klaim ATM milik kita alias dibobol.
Memang tak dapat dipungkiri jika karyawan berbisnis pastilah membutuhkan energi lebih dan strategi yang oke dalam mengatur segala aktifitas kerja dan bisnis. Tentunya, seorang karyawan akan memulai dengan mengorbankan tenaga waktu dan uang untuk menjadikan bisnis yang sedang dibangunnya dapat menjadi kerajaan bisnis yang kokoh sebelum memutuskan fokus pada bisnisnya sendiri. Ekstra time dalam bekerja bukanlah part time mau tak mau harus disadari oleh seorang karyawan di saat merintis bisnis. ekstra, karena waktu kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore berada di kantor milik orang lain jika pun dipakai paling tidak hanya satu jam saat istirahat (terlalu sedikit waktu). maka, mau tak mau waktu di luar jam tersebutlah aktifitas bisnis dibangun.
Untuk mensiasati waktu dan tenaga seorang karyawan dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang yang dipercayainya sekaligus tetap mengontrol kerajaan bisnis yang baru dibangunnya, hanya sedikit mengorbankan dana.
Banyak peluang usaha yang dapat dijalankan oleh seorang karyawan, antara lain:
1. Bisnis pulsa; bisnis pulsa adalah salah satu peluang yang mudah untuk dijalankan oleh seorang karyawan. Seorang karyawan bisa memanfaatkan HPnya sendiri dengan mendaftarkan HPnya untuk berbisnis pulsa elektrik. Banyak yang gratis untuk pendaftaran, seorang karyawan hanya diminta untuk deposit sesuai kemampuan keuangannya. Selanjutnya tinggal ditawarkan ke rekan-rekan kerja atau sanak-keluarga, tapi hati-hati banyak penawaran bisnis pulsa dalam bentuk "jaringan" yang hanya sebagai kamuflase bisnis karena intinya tidak berbisnis pulsa tapi berbisnis jaringan atau menjual keanggotaan saja.
2.Keagenan; banyak peluang keagenan yang ditawarkan lihat saja di beberapa tabloid usaha hanya dengan 200 ribu sampai 500 ribu kita bisa menjadi agen salah satu produk seperti agen dan distributor produk sendal unik, obat-obat herbal, buku, dan lain sebagainya.
3. MLM; tak sedikit orang yang kecewa dan trauma jika mendengar kata MLM. Bagi karyawan yang memiliki sedikit kesulitan dalam presentasi ataupun merekrut bahkan menjual produk khusus sebaiknya dipikir berkali-kali untuk menjadi member salah satu MLM.
4. Freelance; seorang karyawan bisa mengambil job di luar waktu kerjanya. Jual keahlian yang dimiliki seperti mengajar, menjadi trainer ataupun tutor, design, dan masih banyak lagi.
5.Toko online; cukup beli domain dan hosting plus mencari distributor ataupun membuat produk sendiri selanjutnya jual via internet. Jika tidak memiliki kemampuan untuk membuat sebuah toko online bisa di outsourcekan saja ke orang lain untuk semua perangkat yang terkait dengan website dan internet. Ajak kerjasama orang-orang yang paham dunia internet dan toko online.
6.Franchaise dan kemitraan; semua sistem dan produk sudah disiapkan oleh pemilik frainchaise dan franchaisee (yang mengambil franchaise) tinggal menjalankan sistem dan promosi. Banyak franchaise ataupun kemitraan yang hanya membutuhkan modal sedikit kok.
Sering-sering baca tabloid usaha dan bisnis atau searching di internet terkait dengan peluang-peluang bisnis dan jalankan!
Naik jabatan memang menyenangkan bagi hampir semua orang. Namun, di balik itu, bos baru yang mantan karyawan harus bisa mengatur gaya kepemimpinannya agar bisa mengatur anak buah yang dulu adalah rekan kerjanya.
Dalam kondisi ekonomi yang cenderung stabil, Anda bisa jadi mendapatkan promosi jabatan yang sedari dulu sudah Anda idamkan. Jabatan baru tersebut tentu menyenangkan Anda.
Namun, posisi baru itu juga berarti bahwa Anda harus mampu berkomunikasi baik dengan rekan-rekan kerja, terutama rekan kerja yang akan langsung menjadi bawahan.
Mengapa komunikasi menjadi penting? Sebab, kesuksesan kepemimpinan terletak pada kemampuan atasan untuk membangun hubungan kerja yang positif dengan bawahannya.
Atasan juga harus bisa mengambil otoritas dan keputusan yang tegas, memiliki misi yang jelas agar bawahan mampu bekerja dengan baik. Tentu saja tak mudah untuk membangun komunikasi yang baik, sekaligus tegas kepada bawahan yang tadinya adalah rekan kerja Anda.
Robert Half International meramu beberapa strategi untuk membantu Anda atau siapa pun yang ingin membangun komunikasi dengan baik sebagai atasan baru.
Bertemu dengan anak buah
Ini adalah agenda pertama yang harus Anda lakukan. Cobalah melakukan pertemuan empat mata terhadap masing-masing anak buah dan pastikan agar mereka mengerti beberapa hal yang menjadi tujuan Anda dalam memimpin mereka.
Beberapa hal yang harus Anda tekankan dan harus mereka pahami ialah perannya di departemen yang Anda pegang, termasuk tanggung jawab yang harus mereka pikul.
Arahan ini patut dilakukan karena bisa jadi ada perubahan di departemen yang kini Anda pimpin. Selain itu, sampaikan harapan harapan Anda untuk mereka. Misalnya Anda menginginkan copywriter agar bisa lebih proaktif dalam melakukan survei untuk kepentingan kampanye yang baru.
Anda juga bisa meminta staf yang paling berpengalaman untuk mengambil tanggung jawab yang lebih banyak.
Pahami bawahan
Tak hanya menyampaikan harapan, sebagai atasan, Anda juga harus mencoba mengenali karakter masing-masing anak buah dan memahaminya. Ini penting agar Anda bisa membantu mereka menampilkan kekuatan terbaiknya tanpa harus merasa tertekan.
Selain itu, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pandangan atau masukan demi kebaikan departemen yang Anda pimpin. Minta mereka juga untuk memberikan solusinya agar masalah yang ada bisa dipecahkan bersama.
Buat batasan
Karena Anda dulunya berada dalam satu level bersama bawahan Anda yang sekarang, Anda harus mulai memikirkan batasan pergaulan Anda dengan mereka. Tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah Anda masih bisa keluar dan bersenang-senang bersama mereka setelah pulang kerja? Apakah Anda masih bisa bergurau dengan mereka seperti dulu?
Memang, tak ada jawaban baku untuk hal ini, tapi satu hal yang jelas ialah, Anda harus bisa membuat batasan antara atasan dan bawahan. Misalnya saja, jika dulu masih menjadi bawahan, Anda sering mengeluh kepada rekan kerja tentang atasan atau kebijakan perusahaan.
Namun, kini karena Anda bagian dari tim manajemen, maka Anda tidak boleh lagi melakukannya. Jika ada masalah, maka Anda harus menyikapinya dengan bijak, misalnya dengan memberikan semangat, panduan, dan meyakinkan bawahan bahwa semuanya akan bisa dikendalikan.
Jangan punya anak emas
Salah satu rekan kerja Anda mungkin saja adalah teman dekat atau sahabat Anda. Namun, sebagai atasan, Anda harus bisa memperlakukan setiap staf dengan sama rata dan kepedulian yang juga sama.
Jika Anda hanya memberikan tugas tertentu kepada satu atau beberapa staf favorit Anda, maka hal tersebut bisa menimbulkan kecemburuan. Anda juga bisa dianggap mengabaikan talenta yang dimiliki staf yang lain.
Lagi pula tugas Anda sebagai atasan membuat setiap bawahan bekerja dengan produktivitas yang tinggi dan masing-masing memiliki beban kerja yang sepantasnya.
Bersikap tegas jika perlu
Beberapa bawahan bisa saja mengabaikan perintah Anda atau terlambat menyelesaikan pekerjaannya. Jika ini terjadi, Anda harus bersikap tegas pada mereka.
Tanyakan mengapa mereka bersikap seperti itu. Jika Anda anggap alasannya kurang kuat, Anda harus menegaskan kembali tugas mereka. Bahkan, untuk bawahan yang mungkin sudah Anda kenal bertahun- tahun, Anda harus tetap tegas agar tak menimbulkan kecemburuan staf yang lain.
Ini juga menjadi ujian bagi kredibilitas Anda sebagai pemimpin untuk mampu membimbing semua karyawannya mencapai tujuan bersama.
Cari bimbingan
Tak peduli seberapa hebatnya Anda, Anda harus tetap berkonsultasi dengan orang-orang yang pernah menduduki jabatan seperti Anda. Tanyakan kepada mereka yang berhasil memotivasi dan mendorong anak buahnya untuk mencapai tujuan bersama, bagaimana langkah-langkah untuk bisa sukses berkomunikasi dan membimbing stafnya.
Yang harus Anda ingat, menjadi supervisor atau manajer adalah langkah pertama Anda menuju puncak karier. Jadi, jangan sampai kerja Anda sebagai atasan untuk pertama kalinya dinilai buruk oleh manajemen perusahaan. (fn/z2k/uk) www.suaramedia.com
Strategi Perusahaan Besar Jadi Pemimpin Industri Kopi Dunia
Kalau berjalan di dalam bandar udara internasional di Brasil, seperti
Bandara Antonio Jobim di Rio de Janeiro, Anda akan melihat banyak toko
yang menawarkan kopi Brasil. Mereknya beragam, ada Cafe Pele, Cafe
Pilao, Cafe do Ponto, dan Cafe Pimpinela. Sebagai salah satu penghasil
kopi utama dunia, Brasil jelas bangga dengan kopinya.
Begitu sampai di ruang tunggu lalu menuju ke warung kopi di sudut untuk sekadar mengisi perut, sementara menunggu saat masuk pesawat, Anda mungkin akan heran melihat mesin kopi dekat kasir. Sebuah mesin kopi Nespresso, sebuah hasil industri Swiss, tampil lebih mencolok daripada mesin kopi setempat.
Di tempat bersantai di berbagai bandara internasional, di kantor-kantor modern perusahaan besar, ataupun di rumah-rumah kaum urban, mesin kopi merek itu—tentu saja lengkap dengan kapsul-kapsul kopinya—menjadi pemandangan yang biasa.
Nespresso tidak sekadar menjual mesin kopi dan berbagai jenis kopi dalam wadah kapsul. Dia juga menjual citra sebuah gaya hidup, yang dilambangkan dengan orang yang dipilih perusahaan itu sebagai brand ambassador Nespresso: George Clooney.
Dia urban, terkenal, sederhana, well-traveled, dan sophisticated. Itu alasan aktor itu dipilih oleh para anggota Nespresso Club dari seluruh penjuru dunia.
Tidak pendek jalan yang harus ditempuh Nespresso—bagian dari Nestle Group—untuk mencapai posisi yang kini dinikmatinya. Ide kapsul—sebutan untuk wadah kecil dari aluminium foil kedap udara berisi bubuk kopi—dicetuskan dan dikembangkan tahun 1982. Empat tahun kemudian perusahaan Nespresso didirikan.
Dalam sejarah perusahaan itu, mereka menyebut 10 tahun pertama adalah fase merintis jalan, lima tahun berikutnya fase maju yang didorong oleh inovasi, fase di mana Nespresso mencapai break-even point. Setelah fase menuju status ikon sebagai merek internasional, Nespresso kini dalam fase menjadi merek miliuner.
Kalau sekarang Nespresso memimpin dalam industri kopi premium berporsi di pasar dunia, menurut Julian Liew, dari bagian humas Nespresso, itu karena kemampuan perusahaan untuk terus mendorong dirinya dalam pencarian mutu terbaik berkat semangat inovasi yang dikobarkan oleh semangat pelopor dan gairah akan kesempurnaan. Ini yang membuat laju pertumbuhan tahunan rata-rata 30 persen sejak tahun 2000.
Menurut Liew di pabrik Nespresso di Avenches, Swiss, beberapa waktu lalu, kisah Nespresso berawal dari sebuah gagasan yang sederhana, tetapi revolusioner: bagaimana orang bisa membuat secangkir kopi espresso yang sempurna—dengan crema, aroma, dan rasa mantap—seperti seorang ahli pembuat kopi. Crema adalah minyak esensial kopi yang melindungi rasa dalam tubuh kopi.
Untuk yang belum kenal Nespresso, perusahaan itu mewujudkan gagasan tersebut lewat dua komponen, yaitu mesin kopi dan kapsul berisi 5,5 gram kopi bubuk. Begitu dimasukkan ke mesin, bagian atas kapsul dilubangi. Ketika dijalankan, mesin itu memompa air panas dengan tekanan tinggi. Dalam sekejap, orang bisa menikmati espresso dengan crema yang istimewa.
Di jantung konsep ini, kata Liew, adalah trilogi Nespresso, kombinasi tiga pilar keunggulan, yaitu kopi mutu tertinggi yang pas porsinya dalam wadah kapsul, mesin kopi yang pintar dan mudah digunakan, serta layanan eksklusif yang pribadi.
Inovasi tak henti
Kesan mengenai pencarian mutu terbaik dengan inovasi yang tak henti juga terasa ketika kami mengunjungi pabrik Lindt & Sprungli, perusahaan cokelat mutu tinggi yang terkenal di dunia, di Kilchberg, Swiss.
Negara itu tidak menghasilkan biji kakao, tetapi mengapa bisa dikenal sebagai penghasil cokelat terkenal? Rahasianya, menurut Lindt & Sprungli, adalah penggunaan bahan mentah yang terbaik. Mereka menggunakan kakao varietas Criollo dan Trinitario dari Afrika Barat, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.
Tahun 1879 Rodolphe Lindt menemukan mesin conche untuk membuat cokelat yang meleleh di mulut dengan menambahkan cocoa butter. Dia kemudian menjual paten mesin conche ini kepada keluarga Sprungli yang mempunyai pabrik dan toko cokelat sejak 1845.
Namun, inovasi tidak berhenti. Para ahli cokelat—yang disebut maitre chocolatier—perusahaan itu terus mencari serta mengembangkan resep-resep baru dan cara-cara baru untuk menyuguhkan kreasi mereka. Tiap tempat produksi Lindt & Sprungli di seluruh dunia mempunyai maitre chocolatier yang merupakan aset sangat berharga perusahaan cokelat itu. Di Swiss, perusahaan itu mempunyai dua perempuan dan tiga laki-laki maitre chocolatier.
Bagi para maitre chocolatier Lindt, unsur-unsur utama hasil karya kreatif mereka adalah inovasi, imajinasi, dan kreativitas. Dari ide sampai pengembangan produk, jalannya tidak selalu mulus. ”Contohnya resep Excellence Chili, mula-mula dianggap terlalu pedas,” kata Hans Geller, maitre chocolatier yang memandu kami dalam uji cokelat.
Resep cokelat dengan rasa cabai itu diubah dan, setelah puluhan sampel, akhirnya ditemukan resep yang imbang, menghasilkan cokelat yang sampai sekarang—lima tahun setelah diciptakan—masih sangat populer.
”Cokelat itu seperti fashion,” kata Geller. ”Selalu ada inovasi baru.”
Dua perusahaan Swiss tersebut memperlihatkan pentingnya mencari mutu tertinggi dan terus berinovasi. Nespresso, misalnya, dalam jajaran limited edition-nya tahun lalu menampilkan ”Singa Toba” yang dari namanya bisa ditebak kopi dari daerah mana. Mereka juga punya ”Tanzaru” dalam deretan edisi terbatasnya.
Nespresso juga menyasar segmen pasar yang jelas. Secara demografi, pelanggannya— yang tergabung dalam Club Nespresso—adalah pertengahan 40-an-50-an, berpendidikan, dan kosmopolit. Sering bepergian, tahu mengenai kopi.
Mereka inilah yang memilih George Clooney sebagai pengejawantahan Nespresso. Siapa lelaki setengah baya kosmopolitan yang tidak ingin bercitra George Clooney. (Kompas.com) sumber :http: //www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/34283-strategi-perusahaan-besar-jadi-pemimpin-industri-kopi-dunia.html
Begitu sampai di ruang tunggu lalu menuju ke warung kopi di sudut untuk sekadar mengisi perut, sementara menunggu saat masuk pesawat, Anda mungkin akan heran melihat mesin kopi dekat kasir. Sebuah mesin kopi Nespresso, sebuah hasil industri Swiss, tampil lebih mencolok daripada mesin kopi setempat.
Di tempat bersantai di berbagai bandara internasional, di kantor-kantor modern perusahaan besar, ataupun di rumah-rumah kaum urban, mesin kopi merek itu—tentu saja lengkap dengan kapsul-kapsul kopinya—menjadi pemandangan yang biasa.
Nespresso tidak sekadar menjual mesin kopi dan berbagai jenis kopi dalam wadah kapsul. Dia juga menjual citra sebuah gaya hidup, yang dilambangkan dengan orang yang dipilih perusahaan itu sebagai brand ambassador Nespresso: George Clooney.
Dia urban, terkenal, sederhana, well-traveled, dan sophisticated. Itu alasan aktor itu dipilih oleh para anggota Nespresso Club dari seluruh penjuru dunia.
Tidak pendek jalan yang harus ditempuh Nespresso—bagian dari Nestle Group—untuk mencapai posisi yang kini dinikmatinya. Ide kapsul—sebutan untuk wadah kecil dari aluminium foil kedap udara berisi bubuk kopi—dicetuskan dan dikembangkan tahun 1982. Empat tahun kemudian perusahaan Nespresso didirikan.
Dalam sejarah perusahaan itu, mereka menyebut 10 tahun pertama adalah fase merintis jalan, lima tahun berikutnya fase maju yang didorong oleh inovasi, fase di mana Nespresso mencapai break-even point. Setelah fase menuju status ikon sebagai merek internasional, Nespresso kini dalam fase menjadi merek miliuner.
Kalau sekarang Nespresso memimpin dalam industri kopi premium berporsi di pasar dunia, menurut Julian Liew, dari bagian humas Nespresso, itu karena kemampuan perusahaan untuk terus mendorong dirinya dalam pencarian mutu terbaik berkat semangat inovasi yang dikobarkan oleh semangat pelopor dan gairah akan kesempurnaan. Ini yang membuat laju pertumbuhan tahunan rata-rata 30 persen sejak tahun 2000.
Menurut Liew di pabrik Nespresso di Avenches, Swiss, beberapa waktu lalu, kisah Nespresso berawal dari sebuah gagasan yang sederhana, tetapi revolusioner: bagaimana orang bisa membuat secangkir kopi espresso yang sempurna—dengan crema, aroma, dan rasa mantap—seperti seorang ahli pembuat kopi. Crema adalah minyak esensial kopi yang melindungi rasa dalam tubuh kopi.
Untuk yang belum kenal Nespresso, perusahaan itu mewujudkan gagasan tersebut lewat dua komponen, yaitu mesin kopi dan kapsul berisi 5,5 gram kopi bubuk. Begitu dimasukkan ke mesin, bagian atas kapsul dilubangi. Ketika dijalankan, mesin itu memompa air panas dengan tekanan tinggi. Dalam sekejap, orang bisa menikmati espresso dengan crema yang istimewa.
Di jantung konsep ini, kata Liew, adalah trilogi Nespresso, kombinasi tiga pilar keunggulan, yaitu kopi mutu tertinggi yang pas porsinya dalam wadah kapsul, mesin kopi yang pintar dan mudah digunakan, serta layanan eksklusif yang pribadi.
Inovasi tak henti
Kesan mengenai pencarian mutu terbaik dengan inovasi yang tak henti juga terasa ketika kami mengunjungi pabrik Lindt & Sprungli, perusahaan cokelat mutu tinggi yang terkenal di dunia, di Kilchberg, Swiss.
Negara itu tidak menghasilkan biji kakao, tetapi mengapa bisa dikenal sebagai penghasil cokelat terkenal? Rahasianya, menurut Lindt & Sprungli, adalah penggunaan bahan mentah yang terbaik. Mereka menggunakan kakao varietas Criollo dan Trinitario dari Afrika Barat, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.
Tahun 1879 Rodolphe Lindt menemukan mesin conche untuk membuat cokelat yang meleleh di mulut dengan menambahkan cocoa butter. Dia kemudian menjual paten mesin conche ini kepada keluarga Sprungli yang mempunyai pabrik dan toko cokelat sejak 1845.
Namun, inovasi tidak berhenti. Para ahli cokelat—yang disebut maitre chocolatier—perusahaan itu terus mencari serta mengembangkan resep-resep baru dan cara-cara baru untuk menyuguhkan kreasi mereka. Tiap tempat produksi Lindt & Sprungli di seluruh dunia mempunyai maitre chocolatier yang merupakan aset sangat berharga perusahaan cokelat itu. Di Swiss, perusahaan itu mempunyai dua perempuan dan tiga laki-laki maitre chocolatier.
Bagi para maitre chocolatier Lindt, unsur-unsur utama hasil karya kreatif mereka adalah inovasi, imajinasi, dan kreativitas. Dari ide sampai pengembangan produk, jalannya tidak selalu mulus. ”Contohnya resep Excellence Chili, mula-mula dianggap terlalu pedas,” kata Hans Geller, maitre chocolatier yang memandu kami dalam uji cokelat.
Resep cokelat dengan rasa cabai itu diubah dan, setelah puluhan sampel, akhirnya ditemukan resep yang imbang, menghasilkan cokelat yang sampai sekarang—lima tahun setelah diciptakan—masih sangat populer.
”Cokelat itu seperti fashion,” kata Geller. ”Selalu ada inovasi baru.”
Dua perusahaan Swiss tersebut memperlihatkan pentingnya mencari mutu tertinggi dan terus berinovasi. Nespresso, misalnya, dalam jajaran limited edition-nya tahun lalu menampilkan ”Singa Toba” yang dari namanya bisa ditebak kopi dari daerah mana. Mereka juga punya ”Tanzaru” dalam deretan edisi terbatasnya.
Nespresso juga menyasar segmen pasar yang jelas. Secara demografi, pelanggannya— yang tergabung dalam Club Nespresso—adalah pertengahan 40-an-50-an, berpendidikan, dan kosmopolit. Sering bepergian, tahu mengenai kopi.
Mereka inilah yang memilih George Clooney sebagai pengejawantahan Nespresso. Siapa lelaki setengah baya kosmopolitan yang tidak ingin bercitra George Clooney. (Kompas.com) sumber :http: //www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/34283-strategi-perusahaan-besar-jadi-pemimpin-industri-kopi-dunia.html
Jerry Yang Dan David Filo, 2 Tokoh Di Balik Suksesnya Yahoo!
Mungkin, mulanya cuma iseng. Kini, Yahoo meraup keuntungan puluhan juta dolar. JERRY yang dan David Filo ketika pertama kali, April 1994, meng-on line-kan Yet Another Hierarchical Olficious Oracle (Yahoo) di Internet mungkin belum menyadari kalau upayanya itu akan mendatangkan keuntungan yang mencengangkan. Dibisniskan setahun kemudian, salah satu site alat pencari (search tools) itu memang paling beken di kalangan pengakses Internet. Karenanya, walaupun bisa diakses secara gratis, berkat iklan yang terpasang, keuntungan yang diperoleh terus meningkat setiap tahun. Kini, Yahoo Inc. (Nasdaq: Yhoo) pada kuartal kedua yang berakhir 30 Juni 1997 saja sudah meraih pendapatan total US$ 1 3,520 juta. Padahal, sampai akhir 1995, penghasilan yang diperoleh baru US$ 1,4 juta, meningkat secara drastis menjadi US$ 19,1 juta pada akhir 1996. Pendapatan itu berkat meningkatnya pemasang iklan, yang pada akhir 1995 baru 55 buah, menjadi sebanyak 550 pada akhir 1996. Para pemasang iklan tahu: pengakses Yahoo selalu bertambah. Lihat saja: data Februari 1996, baru enam juta per hari (page views); akhir tahun yang sama sudah melonjak menjadi 20 juta.
Bicara angka yang meningkat tajam pada perusahaan yang didirikan Jerry Yang, keturunan Taiwan, yang lahir dan dibesarkan di San Jose, California, Amerika Serikat (AS), itu seperti tidak berkesudahan. Ibarat pembaca koran, jumlah pengunjung Yahoo, yang Maret lalu masih 30 juta per hari, akhir Juni lalu sudah melonjak lagi menjadi 38 juta. Jumlah itu tentu saja mendudukkan Yahoo menjadi perusahaan petunjuk dan pencari data melalui layanan Internet terbesar di dunia dalam enam kuartal terakhir. Pengguna jasa terbesar Yahoo adalah para pemilik komputer di AS, 37,2 persen. Kemampuannya mungkin baru bisa disusul perusahaan sejenis, seperti Excite Network dan Lycos.
"Perkembangan dan peningkatan frekuensi penggunaan Yahoo selama kuartal kedua tahun ini terus meningkat dengan menakjubkan," kata Tim Koogle, Direktur Utama Yahoo, kepada majalah Fortune. Yahoo, kata Tim, berupaya terus untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas layanan kepada konsumen.
Selain jasa layanan petunjuk mencari data, kini Yahoo pun menambah jalur layanan baru, mulai dari layanan keuangan, layanan akses, sampli ke layanan traksaksi perdagangan antara lain layanan pemesanan tiket dari berbagai biro perjalanan.
Perusahaan media Internet yang menawarkan layanan jaringan kerja secara global itu, selain memberikan jasa lalu-lintas informasi, iklan, dan informasi kebutuhan rumah tangga, juga mulai masuk ke layanan jasa masyarakat, termasuk iklan baris dan petunjuk telepon (Yellow Pages).
Masuk Netscape
Jerry dan David yang mendapat gelar philosophiae doctor dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Stanford itu memiliki ide mengembangkan sistem Yahoo ketika keduanya mulai berminat untuk mengutak-atik layanan Internet. Ketika itu, keduanya menemukan, pencarian informasi dan data melalui jalur Internet terlalu panjang dan bertele-tele, sehingga menyulitkan penggunanya. Karenanya, muncullah idenya untuk menyederhanakan sistem petunjuk dan penuntun mencari data itu melalui sistem yang ia kembangkan dan diberinya nama Yahoo!.
Melalui Yahoo, para pengguna Internet akan mendapatkan cara yang semakin sederhana dan efisien untuk mencari data dan informasi yang diperlukan, terutama dalam hal mengindentifikasi masalah maupun untuk memilih artikel informasi yang dikehendaki.
Perusahaan yang sejak 17 April 1996 masuk ke lantai bursa dengan harga penawaran perdana US$ 8,6 per saham itu kini memiliki karyawan sekitar 239 orang. Penghasilan utamanya sendiri berasal dari layanan iklan, mulai dari banner di layar Internet Yahoo, pesan sponsor, sampai kata-kata kunci iklan dari pemasang iklan.
Pengembangan Yahoo juga tidak terbatas di AS saja. Kini, perusahaan yang bermarkas besar di Santa Clara, California, itu selain memiliki Yahoo di sejumlah negara Eropa, seperti Jerman dan Prancis, juga di Jepang dan Korea yang ditulis dalam huruf setempat. Site yang menggunakan alamat http://www.yahoo.com itu akan menghadirkan Yahoo di Asia Tenggara, di Singapura, bekerja sama dengan perusahaan Sembawang Media Pte. Ltd.
Dari segi isi, Yahoo juga mengembangkan sedikitnya dua jenis yang berbeda: Yahooligans!, ditujukan untuk anak remaja; dan Beatrice's Web Guide (http://www.bguide.com), ditujukan untuk kaum perempuan.
Namun, keberuntungan Jerry dan David tentu saja tidak bisa dilepaskan dari jasa Marc Andreessen, penemu jasa layanan Netscape Communications. Awal tahun 1995, Andreessen menawarkan Filo dan Yang agar memindahkan arsip dan sistem perangkat lunah yang ditemukannya itu masuk ke fasilitas komputer yang lebih besar di Netscape. Setelah on line melalui Netscape, jaringan komputer milik Stanford ketika itu kembali berjalan normal. Ternyata, masuknya sistem Yahoo melalui jaringan Netscape menguntungkan kedua belah pihak, baik Marc Andreessen ataupun Jerry-David. Jaringan dan layanan Netscape semakin luas dan efisien, sementara sistem layanan perangkat lunak Jerry dan David bisa diakses melalui Netscape.
Jerry Yang Chih-Yuan (lahir 6 November 1968) adalah usahawan Amerika-Taiwan, pengusul bersama Yahoo! Inc dengan David Filo, serta Ketua Pegawai Eksekutif untuk serikat tersebut. Ia juga merupakan salah satu dari dua Ketua Yahoo! dan pengarah lembaga syarikat.
Dilahirkan di ibu kota Taipei, Taiwan pada 6 November 1968, Yang pindah ke San Jose, California pada usia sepuluh tahun, bersama ibu dan saudara lelakinya. Ayahnya meninggal ketika Yang berusia dua tahun. Dia mendakwa bahwa walaupun ibunya merupakan seorang guru Inggris, dia hanya tahu satu perkataan Inggris ketika berpindah ke Amerika. Menguasai bahasa Inggris hanya dalam tiga tahun, dia kemudiannya diletakkan dalam kelas Advanced Placement Program (AP).
Yang menamatkan Sekolah pertengahan Sierramont, dan Sekolah Menengah Piedmont Hills, dan seterusnya menerima Ijazah Sains (B.S.) dan Ijazah Lanjutan Sains (M.S.) dalam jurusan elektrik dari Universitas Stanford, di mana dia merupakan ahli fraterniti Phi Kappa Psi.
Ketika belajar dalam Jurusan Eletrik di Universitas Stanford, dia bersama David Filo pada April 1994 halaman Internet yang terdiri dari panduan kepada halaman web lain yang dikenal sebagai "Jerry's Guide to the World Wide Web". Ia dinamakan sebagai Yahoo, backronym bagi "Yet Another Hierarchical Officious Oracle", tetapi Yang dan Filo bertegas bahwa mereka memilih nama tersebut karena mereka suka definisi umum yahoo: "kasar, ringkas, tidak terurus". Yahoo menjadi amat popular, Yang dan Filo menyadari potensi perniagaan dan bersama menumbuhkan Yahoo! Inc. pada April 1995.
Yang menikah dengan Akiko Yamazaki, yang dibesarkan di Costa Rica. Dia merupakan lulusan Universitas Stanford dengan ijazah dalam jurusan industri. Dia bertemu Akiko Yamazaki dalam program luar negara Stanford di Kyoto pada 1992.
Yang kini merupakan ahli Lembaga Pengarah bagi Alibaba, Asian Pacific Fund, Cisco dan Yahoo! Jepang, dan juga Lembaga Amanah Universitas Stanford.
Pada February 2007, Jerry Yang dan isterinya menjanjikan USD $75 juta kepada Universitas Stanford, alma mater mereka, sebagian besar darinya akan diperuntukkan bagi membangun bangunan alam sekeliling baru di kampus.
Yahoo! adalah sebuah portal web populer yang dioperasikan perusahaan yang bernama Yahoo! Inc. yang dirintis oleh oleh David Filo dan Jerry Yang. Yahoo! pada awalnya hanyalah semacam bookmark (petunjuk halaman buku), ide itu berawal pada bulan April 1994, saat itu dua orang alumni Universitas Stanford mendapat liburan ketika profesor mereka pergi ke luar kota karena cuti besar.
Dua mahasiswa teknik tersebut mempunyai sedikit pekerjaan yang harus dilakukan selain menjelajah internet. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk mengkompilasi sebuah daftar bookmark yang besar, yang dikelompokkan berdasarkan subyek.
Kemudian mereka berpikir untuk memasukannya di web, dan mulai bekerja membuat sebuah program database untuk menanganinya sehingga dapat memberikan hasil secara online.
Koleksi bookmark tersebut, sekarang dikenal sebagai Yahoo!, menerima sejumlah 80 juta pengunjung setiap bulan (sensus tahun 2000). (fn/tm/w2k) sumber: www.suaramedia.com
Kisah Lee Myung Bak
Jika
Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni sukses
adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami presiden
terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak
yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang
sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia
membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan,
menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.
Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea. Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.
Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959, keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi buruh bangunan. “Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai,” kisahnya dalam otobiografinya.
Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik. Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara percobaan pada 1964.
Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai pegawai.
Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan kemudian mendapat julukan “buldozer”, karena dianggap selalu bisa membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil memproduksi buldozer.
Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi sehingga pembangunan fisik sangat marak.
Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan, setiap orang memang berhak untuk sukses.
Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan, perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi siapapun.
sumber : http://www.emotivasi.com/2008/08/15/kisah-lee-myung-bak/
Langganan:
Postingan (Atom)











