Belajar Beternak Kambing dari Peternak Ponorogo

Seri oleh-oleh dari Jawa
Oleh : Supriyadi

Kambing menjadi salah satu fokus perhatian saya saat ini, mungkin nanti akan saya jelaskan alasannya. Ponorogo adalah tempat kelahiran saya. Alhamdulillah beberapa minggu kemarin dapat pulang kampung ke Ponorogo bertemu dengan Bapak, Ibu, Adek dan keluarga. Saya berkesempatan ke Danau Ngebel ngantar Bapak ke walimahan, kebetulan tetangga yang punya hajat punya ternak kambing.

Dahulu kambing dipandang sebelah mata, maka jarang orang yang mau mengusahakannya dengan serius. Di daerah Ponorogo juga jarang kita temui peternak kambing yang benar-benar serius mengusahakan kambing. Ini dapat kita lihat dari jumlah kambing yang dipelihara, paling hanya 1-15 ekor, rata-rata hanya dijadikan pekerjaan sampingan. Dahulu peternak kambing memberi pakan kambingnya seadanya, tidak ada upaya khusus meningkatkan kualitas pakannya. Tetapi lain dahulu lain sekarang.

Sekarang bila kita jalan-jalan ke Ponorogo akan terlihat pemandangan yang berbeda terutama dalam peternakan kambing. Peternakan kambing di Ponorogo jauh lebih maju sekarang, baik dari teknologi pembibitan, reproduksi, pakan, maupun perkandangannya. Saya akan bahas satu persatu.

Pembibitan.

Di Ponorogo kita akan kesulitan bila mencari kambing kacang murni yang berukuran kecil. Kebanyakan peternak telah memelihara kambing persilangan. Beberapa jenis kambing yang banyak dipelihara oleh peternak antara lain, Kacang persilangan, Bligon, Jawa Randu, Sembowo, Peranakan Etawa (biasanya jenis Etawa ras Kaligesing). Peternak sudah sangat memperhatikan masalah bibit. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli pejantan unggul. Ada peternak yang membeli pejantan yang harganya puluhan juta rupiah. Bila mereka tidak punya pejantan unggul sendiri mereka meminjam kepada tetangganya, bahkan ada yang sewa dengan harga sampai Rp. 40.000,- sekali kawin.

Pakan

Bila kita memasuki kawasan peternakan kambing akan segera terlihat tanaman pakan ternak. Para peternak kambing rata-rata telah menanam hijauan pakan ternak sendiri. Mereka menanam hijauan dan leguminosa unggul antara lain ; rumput gajah, rumput raja, ubi karet, kaliandra, Gliricidea sepium/gamal/pliri/kayu hujan, lamtoro, turi, dll. Peternak biasanya mencampur hijauan rumput dan leguminosa. Ada juga peternak yang menambahkan pakan tambahan misalnya ampas tahu, dedak dan lainya. Wajar jika kambing yang mereka pelihara bagus pertumbuhannya karena mereka memberikan pakan yang berkualitas.

Kandang

Peternak di Ponorogo sebagian besar mengandangkan ternaknya, sangat sedikit yang dilepas. Kandang yang yang digunakan model panggung dan ada yang berlantai tanah. Ada yang membuat kandang koloni dan ada yang membuat kandang individu. Pemilihan jenis kandang bisanya disesuaikan dengan kemampuan finansial peternak, jenis kambing, umur kambing dan jenis kelamin kambing yang mereka pelihara.


4 komentar: