Rebung Pahit Survival


Berkemah sejak SD, SMP, SMA, PT sampai sekarang kadang masih ikut walau namanya beda, camping kadang muqoyam. Dari pakai tenda sampai pakai ponco jas hujan. Survival sudah lama dapat materinya cuma prakteknya beberapa tahun lalu, begini ceritanya; Pada jaman dahulu....😊


Panitia menetapkan rule 40 jam survival. Peserta hanya boleh bawa air 600 ml. Boleh bawa bumbu dapur. Sebelum berangkat digeledah siapa membawa barang terlarang (oleh panitia red) kena hukuman berat. Harus jujur, tidak boleh jujur kacang ijo, bubur kali😊
Beberapa yang ngeyel bawa barang terlarang kena hukuman berat ditambah nasehat, kita harus jujur.....dst.



Dalam masa survival di hutan ada yang nemu nangka mentah, rebung, talas, sampai ular. Mulailah acara memasak. Sudah selesai masak masuk acara makan. Ada yang makan sedikit, sekedarnya bahkan ada yang hanya melihat hasil jerih payahnya😓. Alhasil mereka kebanyakan puasa hanya minum air saja. Mereka yang nekat makan hasi jerih payahnya merasakan akibatnya ada yang bibirnya bengkak karena salah milih talas gatal, rebungpun tidak termakan karena pahit, gangguan pencernaan dll.




Malam terakhir survival jadi yang terberat, dalam kondisi lapar panitia nyuruh tidur diatas pohon. Dalam tidur terpaksa darurat terdengar beberapa yang bagi bagi barang terlarang, gula, sari kurma dll. Dalihnya macam macam, ini kan termasuk bumbu dapur, ini kan strategi, kan hanya untuk jaga jaga bila terpaksa, dll. Namanya juga alasan😊. Saking capek dan ngantuknya tertidur juga peserta diatas pohon. Lagi enak tidur suara mercon merusak merusak mimpi peserta, membuat panik, kegaduhan, saking kagetnya ada yang hampir terjatuh😊, barang terjatuh, pokoknya heboh deh. Peserta disuruh berjalan lagi ke pos berikutnya. Menjelang fajar ada peserta yang lemes, gemetaran, karena kelaparan, tidak kuat akhirnya meminta barang terlarang sari kurma dari temennya yang lolos dari pengamatan panitia. Kan makanan haram jadi boleh kalau terpaksa asal secukupnya. Apalagi yang diharamkan panitia😊. Alasan lagi😊

36 jam penderitaan survival berlalu panitia berbaik hati membagi satu jagung rebus pada peserta. Jagubg rebus spesial itu terasa lebih nikmat dari makanan restoran hotel bintang sembilan😊 bahkan ada yang dimakan sampai tongkolnya😊. Terima kasih panitia atas kebaikan kalian😊



Susahnya mencari makanan dihutan yang ijo royo royo, gemah rimah loh jinawi (subur red). Ditengah rimbunnya hutan kami kelaparan beanr benar sebuah ironi. Mirip dengan kondisi negara kita, banyak yang miskin papa di negara yang kaya.




Sebanyak itu tumbuhan sangat jarang yang bisa dimakan. Ini bukan disini saja. Saya pernah mendaki beberapa gunung melintasi hutan juga dengan kondisi sama. Banyak tumbuhan tapi tidak ada yang bisa dimakan, pantas saja banyak yang kelaparan ketika tersesat dihutan. Bahkan macet di tol saja bisa kelaparan, walaupun banyak tanaman disisi tol. Mirip kondisi negeri yang dimurkai, negerinya ditumbuhi tanaman berduri yang tidak dapat dimakan.




Kondisi ini hampir merata di negeri ini. Bisa ditanya para pendaki, pecinta alam, bila masuk hutan wajib bawa bekal, karena tidak ada yang bisa dimakan. Bertahun tahun berlalu tidak ada perubahan, tetap seperti itu. Paling banter pecinta alam lingkungan hanya bisa tidak membuang sampah sembarangan.

Tidak akan berubah nasib bila tidak ada perubahan perilaku.
Bila saja kita melaksanakan sunah menanam tanaman yang kita makan pasti akan berbeda hasilnya. Pangan, pakan, bahkan berlebih melimpah dimana mana bahkan didalam hutan.



Bahkan para musafir dijalan tidak perlu membawa bekal bila saja tanaman disisi jalan semua atau sebagian diganti dengan tanaman yang bisa di makan




Tapi mereka lebih suka menanam tanaman yang tidak bisa dimakan. Bahkan pemimpin negeri ini juga kurang peduli pangan negeri ini, program penanaman masih banyak tanaman yang tidak bisa di makan. Bahkan dikantor mereka sendiri jauh lebih banyak menanam tanaman yang tidak bisa dimakan




Tidak akan berubah bila kita tidak merubahnya. Bila setiap pendaki, pencinta alam masuk hutan menanam biji biji dari buah yang mereka makan, maka akan berubah cerita survival 3, 5, 10 tahun mendatang. Tidak ada yang kelaparan masuk hutan. Bahkan tidak perlu bawa bekal ketika masuk hutan




Apalagi bila pemimpin negeri ini berubah, merubah kebijakannya tentang pangan negeri ini. Mengganti tanaman yang tidak bisa dimakan menjadi tanaman yang bisa dimakan. Akan terjadi perubahan luar biasa dlam negeri ini. Penghijauan semua menggunakan tanaman yang bisa dimakan.




Pekaranga kantor, taman bandara, pinggir jalan, pekarangan kantor, rumah, tanah kosong ditanami tanaman yang bisa dimakan akan makmur negeri ini




Coba peraturannya seperti ini:

Setiap pendaki gunung, pecinta alam yang masuk hutan hanya boleh membawa bekal buah yang berbiji sebanyak dia mampu, boleh membawa pembantu, bawa se truk juga boleh😊 
Biji biji yang telah dimakan buahnya wajib ditanam sesuai anjuran cara menanam, ketinggian tempat, jenis tanaman yang sudah ada dalam brosur gratis yang kami bagikan. Pada setiap biji yang ditanam silahkan diberi nama anda. Agar ketika anda kembali dengan istri atau anak keturunan anda datang mereka bisa mengambil buah cinta yang anda tanam dahulu😍😍😍😘😘😘



Mungkin beda lagi cerita survival selanjutnya. Mungkit yang ada air mata syukur, senyuman manis mengenang masa indah dahulu sambil menikmati buah cinta yang telah lama ditanam 😘😘😍😍




Indah bukan. Menanam biji itu cepat, mudah, murah dan berkah. Tapi kenyataannya sulit, rumit dan susah




Kalau ini diusulkan dalam program anggaran APBN bahkan bisa banyak pertanyaan, sanggahan, ejekan dan interupsi. Itu sulit, nanti kalau berbuah siapa yang panen, manajemen pengelolaannya seperti apa, akan berdampak sosial ekonomi, bisa menimbulkan dampak kericuhan karena rebutan buah, dll.




Baru rencana sudah ribut, pelit takut buahnya dimakan orang. Padahal Nabi Muhammad berpesan. Apasaja yang ditanam kemudian dimakan manusia, binatang dan burung maka itu menjadi sedekah baginya. Enak kan. Tanam sebiji menjadi serumpun, serumpun isi tujuh batang setiap batang seratus buah. Itu sekali panen kalau setahun dua kali, banyak tuh sedekahnya




Kalau kementrian pertanian mewajibkan semua kantor dari pusat kedaerah menanam pekarangan dengan tanaman yang bisa dimakan, termasuk kebun percobaan. Akan banyak obyek penelitian yang sering dikeluhkan peneliti. Akan banyak sumber daya genetik, sumber bibit. Bila ini diikuti kementrian kehutanan, termasuk mengganti tanaman penghijauan dengan tanaman yang bisa dimakan.



Bila ini di buat program khusus oleh presiden, gubernur, wali kota, bupati, kepala desa, lurah, RT, RW, kepala keluarga, suami, istri dan anak. Program menanam setiap jengkal tanah, nikmat pemberian Allah. Maka tidak akan ada lagi cerita survival, kelaparan, gizi buruk. Bahkan hewan, binatang, ternak, burung, akan lestari. Allah akan menurunkan berkahnya dari langit dan bumi, untuk orang orang yang beriman. Dunia menjadi taman taman yang penuh dengan makanan beraneka macam. Taman surga sebelum surga yang kekal abadi 😊😊😊 . Mimpi pengembala kambing. Semoga suatu hari bisa jadi nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar